Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Terlahir Kembali


__ADS_3

"Terimakasih karena mencoba mempercayai ku," Azam tidak menyangka jika Syifa begitu percaya dengannya "Terlihat jelas, di saat kau menjaga Nizam dengan baik. Kau papa yang luar biasa sama seperti papa ku. Kau tahu? Dahulu, saat mama Shinta belum ada di kehidupan kami, papa selalu menjaga ku. Terkadang, papa akan galak bahkan hampir setiap hari," Azam tersenyum, bahkan ia juga galak dengan anaknya.


"Seorang ayah galak bukan karena tidak menyayangi anak-anaknya, namun karena mereka tidak bisa menunjukkan kasih sayang atau pun emosi mereka,"


"Kau benar sekali, papa sangat menyayangi ku tetapi dia galak,"


"Namun, aku melihat mama dan papa Revan sangat harmonis. Maksud ku, mama dan papa ku menikah karena dasar cinta, namun sekarang mereka biasa saja. Tidak pernah menunjukkan rasa perhatian di hadapan ku,"

__ADS_1


"Itu karena ada mama yang mampu luluhi dinginnya papa. Papa dulu seperti manusia es yang sulit di takutkan namun kesabaran mama membuat semuanya jauh lebih baik. Aku sangat menyayangi mereka,"


Keduanya masuk ke dalam mobil, Azam melajukan mobilnya untuk pergi ke rumah mertuanya "Papa mu sangat emosian ya?"


"Papa itu orang yang sangat baik, paling baik sedunia. Hanya saja, ia diam karena hatinya terlalu banyak terluka. Mami sudah membuat papa menderita, ini bukan kesalahan mami karena mami juga menderita. Namun takdir yang membawa keduanya menjalani kehidupan rumit, tapi aku senang sekarang kedua orang tua ku sudah bahagia dengan pasangan mereka masing-masing,"


"Tidak seperti itu, mami mungkin enggak bisa datang karena lagi sibuk. Terus, pernikahan kita juga mendadak, jangan kan mami. Bahkan mama, papa dan aku juga belum siap,""

__ADS_1


"Maaf, karena aku sudah memaksa mu menikah dengan ku hanya karena masalah Nizam. Aku tahu, kau tidak bahagia dengan pernikahan ini,"


"Siapa bilang? Aku bahagia,"Azam tersenyum mengapa Syifa bisa berbohong "Bagaimana kau bisa bahagia jika kita tidak saling cinta? Bahkan, kita tidak saling mengenal?"


"Iya aku tahu, jika ini hanya tentang kau ada aku saja..mungkin aku akan merasa frustasi, tapi aku mendapatkan hadiah yang sangat indah. Yaitu Nizam, aku sangat bahagia dengan pernikahan ini, Bahagia sudah menjadi bagian dari Nizam ku!"


"Kau sangat menyayangi anakku, mengapa? Apa karena rasa bersalah mu?" Syifa menggelengkan kepalanya "Tidak! Aku menyayanginya bukan karena kasihan atau merasa bersalah. Awalnya, aku mau dan bersedia menjadi pengasuhnya karena aku merasa dia memang butuh aku. Aku udah buat hidupnya hancur, jadi tanggung jawab ku. Dan cinta juga sayang itu tumbuh begitu saja, aku terbawa suasana. Aku terbawa perasaan, iya aku jatuh cinta kepada Nizam. Nizam anak yang sangat manis dan baik, dia selalu menerima ku bahkan di saat aku merasa tertekan dengan keadaan, dia menghiburku dan luar biasanya dia. Di saat Nizam tahu aku lah penyebab ia lumpuh, bukannya marah Nizam justru menyayangi ku. Dia tidak marah, tidak menghakimi ku! Dia sangat baik dan berhati besar. Nizam kesayangan bunda,"

__ADS_1


Syifa tersenyum sendiri berbicara tentang Nizam "Sekarang aku tahu, bagaimana perasaan mama Shinta di saat aku pertama kali memanggilnya mama. Sangat bahagia di saat Nizam memanggil ku bunda, ia membuat ku terlahir kembali namun bukan sebagai seorang anak lagi,.melainkan seorang ibu!"


__ADS_2