Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Heran


__ADS_3

Syifa masih bungkam karena tidak mungkin ia jujur dengan sahabatnya itu.


Bagaimana bisa aku jujur dan mengatakan telah menikah? ~batinnya


"Syifa ada apa? Mengapa kau terlihat sangat gelisah? Katakan sesuatu! Apakah ada yang menyakitimu?" Tentu saja sahabatnya merasa gelisah karena Syifa tidak pernah seperti itu sebelumnya


Syifa yang menghindar dari pertanyaan temannya memilih sahabatnya untuk masuk ke kelas. Keduanya masuk ke kelas dan mengikuti mata kuliah yang ada. Samudera selalu menatap kepada Syifa membuat wanita itu merasa tidak nyaman.


*******


Setelah selesai jam mata pelajaran< Syifa segera keluar dari ruangan. Samudera mengejar dirinya "Tunggu Syifa," Syifa menghentikan langkah kakinya. MEnoleh ke arah Samudera "Iya?"


Samudera memegang tangannya namun dengan cepat Syifa menepis tangan Samudera


"Tolong, jangan melewati batas mu, Sam!" terlihat amarah di wajah Syifa, pria itu segera meminta maaf "Tolong maafkan aku syifa!"


Syifa mengangguk, memaafkan kesalahan temannya itu "Tidak apa-apa tetapi tolong jangan bersikap seperti itu lagi Sam! Aku tidak suka dengan sikap buruk mu itu!"


Samudera mengangguk, ia merasa tidak enak "Syifa, aku hanya merasa khawatir kepada mu. Sudah beberapa hari kau tidak masuk, dan setelah masuk sikap mu sangat aneh, tidak seperti biasanya. Apakah kau menyembunyikan sesuatu?"


"Tidak ada! Terimakasih karena telah mengkhawatirkan aku, tapi kau tidak perlu cemas Sam!"

__ADS_1


"Tapi, tunggu Syif!"


Samudera berusaha untuk mengejar Syifa, namun wanita itu segera berlari menghindar "Maafin aku Sam, tapi ini yang terbaik!" Gumamnya perlahan


*******


Azam yang mengetahui istrinya berada di kampus segera menjemput, semua melihat ke arah Azam


"Wah ada sugar Daddy!"


"Astaga, tampan sekali dirinya. Pria idaman," begitu banyak mata tertuju kepada Azam, pria yang menggunakan kaca mata hitam itu pun melepaskan kaca matanya


"Astaga, tampan sekali dirinya!"


Anak-anak di kampus begitu lancar menggoda Azam namun pria itu mengabaikannya. Azam meminta orang suruhannya untuk bertanya dimana keberadaan Syifa


Syifa yang melihat suaminya datang, segera berlari dan mendekat ke arah Azam "K-kau, untuk apa kesini?"


"Masuk!"


Tak ada pilihan lain baginya selain masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Mengapa kau menjemput ku, Tuan? Aku bukan anak kecil, apa tidak bisa memberikan ku kebebasan?"


"Oh jadi kau ingin bebas begitu?"


Syifa menunduk, sepertinya ia salah berbicara "Bukan seperti itu, namun anda tidak perlu repot menjemput ku. Ak-aku bisa pulang sendirian, lagipula aku harus mengerjakan tugas kelompok!"


Azam mengatakan Syifa telah berbohong padahal Syifa mengatakan yang sebenarnya. Tadi ia keluar hanya untuk menghindar dari Samudera.


Benar saja, ponselnya berbunyi. Panggilan masuk dari Reina


"Tuan, saya harus pergi dan belajar bersama. Anda bisa menunggu jika anda ingin!"


"Apa kau berfikir aku adalah budak mu?"


"Jika begitu, pulang lah saja!" tidak lama kemudian, Samudera menghubungi Syifa membuat Azam kesal


"Lihat! Teman lelaki mu menghubungi mu pasti kalian belajar bersama bukan? Sebab itu kau meminta ku pulang?"


Astaga, lelaki tidak waras ini! ~batinnya


Bagaimana Syifa tidak mengatakan itu? Tadi ia sudah meminta suaminya untuk menunggu, namun Azam tidak mau dan marah. Dan sekarang, ia menuduh Syifa yang bukan-bukan, Syifa hanya menggelengkan kepalanya saja "Aku tidak seburuk yang kau pikirkan!"

__ADS_1


"Benar kah? Jika begitu mengapa kau meminta ku untuk kembali? seharusnya kau meminta ku untuk menunggu!"


Syifa hanya menggelengkan kepalanya dengan terheran melihat tingkah konyol Azam


__ADS_2