
Alana pun menyadari kasih sayang dari saudara kembarnya itu "Iya ma, Alana sekarang sadar kalau Alan sebenarnya sangat menyayangi Alana,"
"Bagus deh kalau sadar!" Alan menjawab dengan ketus "Ma, lihat! Alan kembali menyebalkan!" Rengek Alana dengan sorotan mata yang teduh "Sudah sayang, mama lega sekali sekarang kamu enggak kenapa-kenapa,"
"Alana," Shinta, Revan dan si kembar melihat Syifa yang berlari ke arah adiknya.
Syifa memeluk Alana dengan wajah cemas "Kamu enggak kenapa-kenapa? Kenapa enggak cerita sama kakak kamu kamu sedih? Apa kamu enggak sayang lagi sama kakak hemm?"
Azam melihat begitu sayang dan pedulinya Syifa kepada adiknya "Nak, adik kamu enggak kenapa-kenapa. Kamu jangan khawatir!"
"Pa, bagaimana kakak enggak khawatir. Saat pihak sekolah menghubungi kakak, rasanya jantung ini mau copot. Memikirkan kondisi Alana,"
"Nak, Alana enggak kenapa-kenapa. Di sini juga ada Alan yang menjaganya,"
Syifa menoleh ke arah Alan "Kakak percaya dan yakin Alan paling terbaik untuk menjaga Alana, bukan hanya Alana namun juga keluarga kita," ujarnya tersenyum ke arah sang adik, Alan pun merasa terharu. Syifa begitu sangat mempercayainya sejak dahulu.
"Terimakasih nak Azam, sudah mengantar Syifa ke sini," Shinta berterimakasih kepada menantunya, karena Azam merupakan suami yang bertanggung jawab kepada istri ia juga peduli dengan keselamatan Syifa.
"Mama jangan berterimakasih kepada ku, ini sudah tugas ku sebagai seorang suami,"
"Wah manisnya," ujar Alana, ia senang melihat kakaknya di perlakukan dengan sangat baik oleh suaminya kakaknya itu.
Syifa terlihat malu, begitu juga dengan Azam. Shinta melihat getaran cinta di antara keduanya namun mereka sama-sama belum menyadari perasaannya satu sama lain
"Sebaiknya kita pulang sekarang, Alana juga harus istirahat,"
__ADS_1
"Alana belum selesai ujiannya ma, lagipula Alan juga pasti belum selesai,"
"Kamu jangan khawatir! Kakak udah bilang sama kepala sekolah untuk ujian susulan kalian,"
Sekolah itu milik daddy-nya Syifa, suami dari mama kandungnya Caca. Di saat mereka tidak ada di Indonesia dan memilih tinggal dan pindah warga negara Malaysia, Arvan mewariskan sekolah itu ke Syifa yang merupakan anak sulung dari Caca.
Sebab itu, setiap ada masalah yang terjadi di sekolah pihak sekolah akan memberitahu syifa bukan hanya tentang si kembar saja. Namun setiap sesuatu yang terjadi kepada anak semua murid
Si kembar bisa saja tidak mengikuti ujian dan tetap mendapatkan nilai namun anak-anak itu sangat pintar dan tidak mau memanfaatkan keadaan.
"Ayo kita pulang,"
"Ma, Pa. Kakak masih harus bicara dengan kepala sekolah terlebih dahulu. Mama dan papa pulang terlebih dahulu saja!"
"Setelah Syifa selesai dengan urusannya maka dia akan kerumah mama dan papa jangan khawatir!"
"Baik lah nak, hati-hati ya kalian,"
Walau saat ini Azam sudah menjadi menantunya namun Revan belum bisa menerima Azam, hatinya masih berat. Shinta, Revan dan si kembar pun memutuskan untuk pulang.
"Kau tunggu lah di sini," setelah kedua orang tua dan adik-adiknya pergi. Syifa berbicara kepada suaminya dan meminta menunggu sebentar. Azam pun mengangguk
********
Setengah jam berlalu
__ADS_1
"Ayo!" Syifa kembali dan mengajak suaminya untuk segera kembali "Kenapa lama sekali?"
Syifa mengerutkan dahinya "Lama apanya? Belum ada satu jam, tuan! Jangan berlebihan seperti ini, ayo kita kembali!" Syifa memegang lengan suaminya tanpa rasa canggung..
Azam melihat, namun tidak protes dan memilih untuk ikut
"Ayo!"
Syifa terlihat kesal, melihat Azam yang hanya mematung "Jika kau terus mematung seperti ini, kita akan pulang terlambat. Kasihan Nizam jika menunggu ku terlalu lama!"
"Iya-iya! Kau ini cerewet sekali!"
*****************
*****************
NOTES!
Hai kakak-kakak semuanya, hari ini author launching karya terbaru dengan tema yang berbeda yaitu "Orang Ketiga,"
Semoga kalian suka, yuk untuk dukungan suport jangan lupa like, komen, dan subscribe ya sayang. Peluk sayang dari author 🤗
Setelah membaca sinopsisnya menurut readers siapa sih orang ketiga itu, Xierra atau Alexa? Keduanya sama-sama terluka nih. Yuk segera kepoin!
__ADS_1