Ikrar Palsu Pernikahan

Ikrar Palsu Pernikahan
BAB 30 Surga Paling Sempurna


__ADS_3

Di tengah sulutan emosi yang menguras perasaannya. Azkira tertidur seperti habis menempuh perjalanan panjang yang teramat melelahkan. Tidurnya sangat lelap. Berbantal lengkung lengan Fathan dan berselimut pelukannya, Azkira telah jauh menyelam ke alam mimpi.


Kala itu Fathan tak juga lelap. Pikiran yang kacau membuatnya terjaga bersama perasaan cemas yang kian melanda hatinya. "Apa benar aku telah jatuh cinta? Kenapa sangat sakit saat mendengar kamu mengatakan tentang kita yang tidak berjodoh lagi? Atau saat kamu menununjukkan betapa inginnya kamu pergi dariku, kenapa sakit sekali, Azki? Rasanya aku tidak rela. Sungguh-sungguh tidak rela," gumamnya.


Fathan menatap lekat pada wajah yang tengah terlelap dalam pelukannya itu. "Jangan pernah pergi dariku, walaupun itu hanya sebatas niat," katanya lagi sembari mencium kening Azkira dalam-dalam.


Tiba-tiba tubuh Azkira menggeliat dan tangannya melingakar ke tubuh Fathan. "Abang ...," lirihnya dengan mata yang tetap terpejam.


Detak jantung Fathan menjadi sangat kencang dan tidak beraturan. Bunyi degup-nya seolah akan meremukkan jantung itu sendiri. "Apa dia memelukku?" tanyanya merasa tidak percaya.


"Azki ...," seru Fathan lembut. Dia menunggu reaksi Azkira yang lain. Namun, ternyata Azkira tidak menjawab lagi.


"Huufft! Mungkin aku terlalu berharap," desis Fathan putus asa.


Selekas kemudian, Fathan merasa dirinya perlu ke kamar mandi. Mau tidak mau dia harus melepas pelukannya dari Azkira, juga meletakkan kepala Azkira yang ada di lengkung lengannya pada bantal. "Sebentar, ya, Sayang," bisiknya.


Setelah sekian menit. Fathan pun telah kembali dari keperluannya menggunakan kamar mandi. Lantas, dia pun merebah lagi di sisi Azkira. Kali ini Fathan menarik sebuah selimut dan menutupkannya ke tubuh Azkira.


"Abang, jangan pergi lagi." Azkira membentangkan tangan meminta pelukan dan masih dalam keadaan mata yang terpejam.


"Azki, kamu mengigau, ya?" Fathan mendekat untuk memastikan. Namun, sekali lagi Azkira tidak merespon pertanyaannya.


Jantung Fathan semakin dag-dig-dug tidak karuan. Hatinya berdebar hebat. "Azki, kamu ingin dipeluk lagi?" bisiknya di telinga Azkira.


Terdengar Azkira menjawab dengan gumaman. "Hemmm ...," katanya dengan suara serak manja yang membuat Fathan meleleh.


"Oh tidak! Jantungku rasanya mau copot," batin Fathan. Lantas, dia kembali merengkuhkan tangannya memeluk Azkira.


Entah mengapa, waktu itu persaan Fathan sangat aneh. Dia tersipu malu-malu seperti seorang yang tengah jatuh cinta untuk pertama kalinya. Secercah senyum indah pun tampak terbias di bibir seksinya.


Apa kalian bisa merasakan detak jantungnya? Itu terdengar seperti irama musik dalam adegan film di satu scene yang sangat mendebarkan. 'Dag-dig-dug .... Dag-dig-dug demm'. Begitu kira-kira bunyinya.

__ADS_1


Lalu, dengan perlahan dan sangat perlahan, Fathan mulai mengecup kening, pipi, dan berakhir memaggut bibir Azkira dengan penuh perasaan. Sangat lembut sampai terasa begitu melambungkan angan-angan Azkira. Padahal, kala itu Azkira masih dalam tidurnya yang lelap.


Ciuman itu semakin dalam dan berani. Bahkan, Fathan menjelajah langit-langit mulut Azkira dengan permainan lidahnya. Fathan juga menyessap dan menyecap liur dari lidah Azkira yang saat dia menelannya, terasa bagai tenggelam dalam surga dunia.


"Hemmpphh!" Azkira mulai merespon perbuatan Fathan padanya.


Fathan melepaskan sejenak paggutan bibirnya. "Maaf sudah mengganggu tidurmu, Sayang," ucapnya.


Azkira mengerjapkan mata dan membukanya perlahan. Netra coklat nan sayu itu menatapi Fathan dengan binar yang begitu lembut memanjakan. "Kamu belum tidur, Bang?" tanya Azkira.


Fathan merekahkan senyum saking bahagianya mendapat sapa dari Azkira. "Aku tidak bisa tidur," jawab Fathan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Azkira.


"Apa demammu sudah membaik?" lanjut Fathan bertanya dengan suara pelan nyaris seperti berbisik-bisik.


"Ya, kurasa sekarang sudah reda," jawab Azkira tak kalah pelan.


Fathan semakin merapat menempelkan keningnya ke kening Azkira, higga hidung mancung mereka saling beradu. Terdengar suara saliva yang diteguk kasar melalui kerongkongan keduanya. Lalu, ada yang terjadi dan tidak bisa terhindarkan lagi. Benar, mereka kini berpaguttan dalam keadaan sama-sama sadar.


"Jangan tinggalkan aku, Azkira. Bidadari penghuni tahta hatiku. Aku menginginkanmu setiap detik," rayu Fathan.


"Mana mungkin ucapku palsu, jika jantung ini saja tidak bisa menyembunyikan detaknya." Fathan membawa tangan Azkira untuk menyentuh dadanya.


Dapat Azkira rasakan betapa gencar jantung itu memompa. Sampai-sampai, tangan Azkira seolah terdorong oleh degup-nya yang teramat kencang. Ya, akhirnya Azkira melihat kejujuran dari ucapan Fathan kala itu.


Seketika Fathan bangkit dan membimbing Azkira untuk turut berdiri. Mereka melakukan adegan mesra sembari menanggalkan pakaian yang melekat pada tubuh masing-masing. Lantas, Fathan mengangkat tubuh Azkira dan membuat kedua kaki jenjang itu melingkar di pinggul Fathan. Keadaan tubuh mereka tak ubahnya bayi yang baru lahir. Polos, tanpa sehelai benang.


"Biarkan malam ini kutebus kekasaranku dengan kelembutan. Aku ingin membuatmu tenggelam dalam telaga madu yang manis dan memabukkan," ucap Fathan dalam racau rayuannya.


"Bagaimana kalau aku mati dalam hanyutku di telaga madumu itu?" balas Azkira penuh resah.


"Maka akan aku ubah telaga madu itu menjadi surga yang paling sempurna untuk kamu tinggali." Fathan menjawab sembari menyusuri setiap inci tubuh Azkira yang bisa dijangkaunya dengan sentuhan lidah.

__ADS_1


"Kalau begitu bawa aku ke sana. Biarkan aku menjadi penghuni abadi dalam surgamu yang kuharap hanya untuk diriku."


"Aku adalah pengabulan dari setiap pinta yang kamu mau."


Mereka pun melakukannya. Melakukan tarian dewasa nan indah. Berkuncup buaian mesra, merekahkan bahagia di dada, dan menjalarkan kenikmatan yang mengalahkan segalanya.


Desau napas Fathan meniupkan rasa cinta ke tengkuk Azkira. "Ouggh ... aku akan sampai, Sayang," katanya dengan suara yang mulai berat ditindih gairah.


"Lakukan lebih cepat, Bang," pinta Azkira.


Kini Fathan merubah posisi. Membimbing Azkira untuk merebah di ranjang dengan kaki menjuntai ke bawah. Kemudian, berlabuhlah kapal Fathan dengan nyaman di dermaga penuh kehangatan milik Azkira. Hentakkan pinggulnya begitu lihai membuat gerakan tarik ulur di dalam sana.


Tak lama berselang. Tubuh Azkira mengejang sensual. Fathan pun melolong merdu bersamaan dengan hentakkan terakhirnya yang mempesona. Mereka berdua telah sampai di tepi pelayaran panas yang membara. Napas terengah, tubuh yang lemas, dan perasaan yang berbunga-bunga memenuhi ruangan kamar itu.


"Andai aku bisa memutar kembali waktu. Ingin rasanya aku mengubah malam ini menjadi malam pertama kita. Membuatmu lupa pada setiap hal buruk yang pernah aku berikan padamu," tutur Fathan sembari menatapi wajah Istrinya itu penuh makna.


"Sudahlah, Bang. Mungkin semua itu memang harus terjadi. Tapi Bang, aku harap kamu tidak menganggap hal yang baru saja kita lakukan bersama itu sebagai penyelesaian dari semua luka yang pernah Abang berikan."


Fathan mengulas senyum sembari mengerlingkan manik matanya nakal. "Tentu saja itu bukan penyelesaian, Sayang. Aku menyebutnya sebagai awalan. Awal dari bahagia yang akan aku suguhkan setiap harinya padamu, Istriku yang pemarah."


"Iihh, gombal. Mana ada aku pemarah. Kamulah yang pemarah dan egois!" tandas Azkira tidak terima.


Fathan tertawa seraya menggelitik tubuh polos Azkira dengan sentuhan lembutnya. "Aku ingin lagi," katanya.


"Tidaaaaaaak! Aku tidak mau." Azkira mencoba menjauh dari Fathan. Namun, tentu saja Fathan tidak membiarkannya.


Malam itu, pertempuran sengit kembali terjadi hingga berulang-ulang. Sampai-sampai, Azkira tidak sanggup lagi meladeni Fathan yang tak bosan-bosan memenuhi Azkira dengan miliknya. Azkira bersembunyi di balik selimut tebal.


"Ayolah, Sayang. Satu kali lagi, please!" bujuk Fathan.


"Tidak, Bang. Demamku bisa kambuh nanti," jawab Azkira dari balik selimutnya.

__ADS_1


Bersambung ....


Note : Spesial buat emak-emak pembaca yang setia memberikan dukungannya. 🤭🤭 Boleh request part seru lainnya, ya. Dengan syarat kasih dukungan yang banyak. Like, komen, subcribe, vote dan gift. Terima kasih. ❤🖤


__ADS_2