
Hari itu udara sangat panas. Namun, awannya tampak mendung tak rata. Sinar matahari masih menyoroti sebagian permukaan bumi, tetapi di sebagian wilayah sang surya terhalang oleh awan mendung tersebut.
Revan mengunjungi tempat peristirahatan terakhir ayah dan ibunya. Sembari berjongkok di antara kedua pusara, dia memanjatkan doa-doa untuk mereka. "Ayah, Ibu! Revan datang lagi. Kalau biasanya Revan datang ke sini hanya untuk mengantarkan Azki, yang tidak pernah Revan sangka bahwa dia adalah adik kandung Revan, hari ini Revan datang sebagai anak Ayah dan Ibu, sebagai kakak kandung dari Azkira. Ayah, Ibu! Revan minta maaf, karena sudah membuat kalian lelah mencari keberadaan Revan."
Pria itu terisak perih, menahan sesuatu yang terasa penuh di dadanya. Air mata nyaris saja jatuh membasahi tanah pusara itu. Namun, dengan segera Revan menepis kesedihannya, sekuat tenaga mencoba untuk tidak menitikkan air mata.
Kakak kandung Azkira tersebut menghela napas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan. "Sekarang, Ayah dan Ibu tidak perlu cemas lagi. Tidak perlu mencari Revan lagi, karena anak kalian ini sekarang telah kembali. Semesta telah menunjukkan jalan bagi Revan untuk pulang pada keluarga Revan, yang ternyata sudah lama Revan temukan dalam ketidaktahuan. Revan pulang dulu ya, Ayah, Ibu." katanya seraya pergi dari sana. Tak lupa juga dia menaburi bunga dan sebotol air mawar di atas kedua pusara tersebut.
Sementara di tempat berbeda, Azkira yang kala itu sedang berada di Chili Sauce Resto bersama Fathan, tiba-tiba saja dibawa dengan ambulan menuju rumah sakit. Fathan tampak sangat panik dan terus menangis. Apa sebenarnya yang terjadi pada Azkira? Mengapa dia dibawa dengan ambulan?
Flash back on
Kala itu, Azkira yang duduk satu meja bersama Fathan dan Dion, meminta izin untuk pergi ke panrty menemui teman-teman kerjanya. Tidak ada salahnya menemui mereka, meski kini Azkira tidak kerja di sana lagi, bukan? Sembari terus merekahkan senyum, Azkira berjalan menuju ke sana.
Namun, tanpa diduga perempuan bernama Nina, yang selalu saja tak menyukai Azkira itu mendorng Azkira hingga istri dari Fathan tersebut terjerembab ke lantai dan mengalami pendarahan hebat. Bisa dibayangkan, seberapa keras Nina mendorong Azkira. Lebih parahnya lagi, Nina tidak mengakui hal itu. Dia justru sibuk berteriak mengatakan bahwa Azkira terpeleset dan jatuh.
Azkira yang langsung tidak sadarkan diri pun belum bisa menceritakan pada Fathan, bahwa dia terjerembab ke lantai gara-gara ulah Nina. Tidak disangka, niat Fathan mengajak Azkira datang ke Chili Sauce Resto untuk menyenangkannya hari itu, justru mendatangkan musibah yang menimpa Azkira.
Flash back off
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Fathan harap-harap cemas.
"Istri Anda mengalami pendarahan hebat, Pak. Janin dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan. Kuretase harus segera dilakukan demi kebaikan istri Anda."
__ADS_1
"Tidak ...," gumam Fathan lirih. Lelaki itu menangis hingga tersedu-sedu.
"Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya, Dok," mohon Fathan dengan sungguh.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak Fathan."
Fathan mengangguk lemah. Kemudian seperginya dokter tersebut, Fathan kembali menangis sembari menjambak rambutnya frustasi. Perasaannya tak menentu. Hatinya hancur lebur berkeping-keping.
Detik kemudian, kuretase telah berhasil dilakukan. Kini Azkira sudah dipindahkan dari ruang oprasi ke ruang pasien rawat inap. Wanita itu terbaring lesu dengan air mata yang terus mengalir dari sudut ceruk netranya.
Fathan melangkah pelan tersendat-sendat, menghampiri Azkira. Dengan tatapan yang sendu dia duduk di sebuah kursi di samping bed pasien tempat rebah Wanita cantik tersebut. "Sayangku ...," lirih Fathan seraya mencium tangan Azkira dan menghirupnya dalam-dalam.
Azkira menatap Fathan. "Abang, maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga bayi kita," ucapnya dengan suara parau karena tangisannya.
"Shuutt, jangan berkata begitu, Sayang. Ini sama sekali bukan salahmu, hum. Sekarang, istirahatlah agar kondisimu lekas pulih."
"Tapi, bayi kita ...." Azkira tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
Fathan memeluk Azkira dengan erat. Mencium kening, pipi, dan seluruh permukaaan wajah Wanita yang kini tengah berbaring lemah itu. "Setidaknya, kita masih saling memiliki, Azki. Aku tahu ini berat untukmu dan juga aku, tapi kamu tidak boleh menyalahkan dirimu, Sayang." Fathan mencoba membesarkan hati Azkira.
Tidak lama berselang, Revan datang ke rumah sakit tersebut dengan tergopoh-gopoh menuju lobby Rumah Sakit. Lantas, dia menanyakan kamar perawatan pasien atas nama Azkira. Segera saja dia bergegas ke kamar rawat itu, usai mendapatkan informasinya. Sebelumnya, Fathan telah mengabarinya lewat telepon.
"Azki!" seru Revan dengan wajah tegang penuh kekhawatiran saat dia sudah sampai di dalam kamar rawat tersebut.
__ADS_1
Revan berjalan semakin mendekat, lalu meraih tangan Azkira. "Apa yang terjadi padamu, Azki?" tanyanya yang tidak bisa membendung kesedihan melihat Azkira demikian lemah.
"Abang ...." Tangis Azkira pecah. Fathan pun kembali ikut menangis.
"Ada apa dengan Azki, Fathan? Apa yang terjadi pada Adikku?" kata Revan masih dengan kesedihan yang sama.
"Azkira mengalami pendarahan saat di restoran, Bang. Kami Kehilangan calon bayi kami," terang Fathan.
"Bagaiman mungkin itu bisa terjadi, Fathan? Apa kamu tidak menjaganya?" marah Revan.
"Waktu itu aku sedang membicarakan hal penting mengenai restoran bersama Dion, Bang. Azkira izin untuk menemui teman kerjanya dulu, tiba-tiba saja ...." Kalimat Fathan terjeda oleh tangisannya.
"Bang Revan, ini bukan salahnya. Ini salah Azki yang tidak hati-hati," bela Azki. Dia tidak mau Fathan disalahkan dalam hal ini.
Akhirnya, Revan diam dan kembali memegangi tangan Azkira. "Azki, jangan dipikirkan lagi. Yang penting kamu cepat sembuh, hum."
Ketiganya pun kini hanya bisa saling menghibur dan menguatkan. Tentang semua suka dan duka yang datang silih berganti tanpa diduga, mereka menyerahkan semuanya pada Sang Pemilik jagad raya. Yang hanya kepada-Nya saja segala urusan dikembalikan.
Bersambung ....
Bunga, kopi, gift, votenya boleh banget, ye. Biar semangat gitu othor updatenya. 😉❤🖤❤🖤
Guys, jangan lupa juga untuk mampir di karya othor kece. Sohibku Kak Weny Hida. Dijamin keren dech karyanya. 👇👇
__ADS_1