
Hari-hari berlalu, sudah satu Minggu semenjak kepergian Camelia, mereka tidak menemukan ada tanda-tanda di temukan nya Camelia ditempat manapun. Bahkan jejak CCTV pun tidak menunjukkan kepergiaan Camelia, beberapa petugas polisi pun terlihat pergi dan datang untuk memberikan sekedar Informasi yang mereka dapat. Akan tetapi Sumiati yang Juga Ibu Camelia itu meminta untuk menutup pencarian Camelia, ia juga memilih untuk mencoba melupakan kepergiaan Camelia.
Sundari bertanya, "Sum, kamu serius mau menutup pencarian Camelia?" Sumiati menganggukkan kepalanya.
Lalu Sundari bertanya kembali, "Alasan nya Sum?" Sumiati menundukkan kepalanya, "Apa kamu menemukan suatu petunjuk di kamar Camelia?" Sundari menatap lekat wajah Sumiati.
"Saya hanya berharap dia hidup dengan nyaman dan aman Bu, walaupun dimanapun ia berada. Saya yakin dia akan pulang suatu saat nanti, dan alasan saya menutup kasus kehilangan Camelia untuk tidak lagi mencarinya karena saya tidak mau kabar ini berhembus." Sahut Sumiati, "Biarkan Camelia pulang dengan sendirinya, kalaupun beberapa diantara karyawan mengatakan bahwa kemungkinan besar Camelia tidak pergi, ada orang yang menyembunyikan nya atau apapun itu. Saya yakin Camelia akan kembali dengan selamat." Sahut Sumiati, Ia seakan mengikhlaskan kepergian Camelia. Akan tetapi, sepertinya Sumiati menyimpan sesuatu yang tidak ingin ia bagi dengan sosok Sundari.
Sundari pun mendekati tubuh Kepala asisten rumah tangganya itu, lalu ia memberikan sebuah pelukan untuk Camelia. Dan, "Suatu saat Camelia akan kita temukan, percayalah Kala dan Aku tidak akan berdiam diri dengan kepergian Camelia. Amel sudah Aku anggap seperti anak perempuan Aku, dan Aku tidak rela jika sesuatu hal buruk terjadi padanya.
"Hanya saja untuk saat ini kita belum bisa mengabari Kala, tetapi setelah Kala pulang. Kita akan segera mengatakan kepergiaan Camelia ini." Sambung Sundari.
Sumiati menganggukkan kepalanya itu, "Kembalilah beristirahat Sum, biarkan semua mereka yang kerjakan. Setelah kamu merasa baikan, kamu boleh kembali membantu pekerjaan di rumah ini."
Tanpa mengatakan apapun, Sumiati kembali berjalan menuju kamar Camelia. Ia memikirkan sesuatu hal yang sempat ia temukan sesaat kepergiaan Camelia.
Sebuah buku harian Camelia tertinggal di bawah ranjang milik Camelia itu, sepertinya buku tersebut terjatuh dan Camelia tidak menyadari hal itu.
Satu lembar demi lembar Sumiati membaca curahan hati yang Camelia tulis di dalam buku tersebut, namun Camelia tidak mengatakan siapa nama sosok lelaki itu. Ia hanya menulis sebuah Inisial, Mr Key yang sangat aku cintai. Dan hal itu menjadi tanda tanya besar untuk Sumiati, pasalnya Key adalah huruf abjad berawalan K dan Kala adalah orang yang Sumiati curigai sebagai Mr Key itu.
Di lembaran akhir, Camelia mengatakan bahwa anak ini akan hidup dan berkembang seperti cinta Amel padamu. Sumiati pun memahami maksud dari apa yang tertulis di sana dan Sumiati tidak menyangka bahwa hal sebesar itu bisa terjadi pada Camelia, anak gadis yang terbilang sangat polos dan tidak pernah memiliki kekasih.
Sumiati merasa kecewa, gundah serta risau saat mengetahui keadaan anaknya. Tetapi ia tidak dapat mempercayai kenyataan itu, "Tidak mungkin Mas Kala dan Camelia melakukan maksiat itu! Apalagi Mas Kala sudah memiliki Istri dan bagaimana mungkin Mas Kala dapat menerima pernikahan itu sedangkan sudah merenggut kegadisan Camelia." Ungkap Sumiati, Ia pun memilih untuk mencari tahu sendiri dan menganggap bahwa ia tidak pernah melihat catatan harian milik anak gadisnya.
*
Sementara itu, kabar kepergian Camelia sudah terhembus di telinga Aji. Seseorang yang tak lain seorang petugas kepolisian adalah teman baik dari Andre, dan ia mengatakan bahwa seorang gadis cantik bernama Camelia sudah melarikan diri.
__ADS_1
Andre pun segera menghampiri Aji dan mengatakan kebenaran yang sudah terjadi.
"Kapan dia pergi dari rumah Sundari?" Tanya Aji kepada Andre.
Andre tersenyum dan seolah mengingat percakapan diantara dirinya dengan teman nya itu, "Kalau tidak salah satu Minggu yang lalu, namun sepertinya seseorang telah membantu Camelia untuk pergi dari rumah tersebut." Jawab Andre.
Sembari meneguk teh di dalam cangkirnya, Aji seolah berpikir siapa yang sudah membantu Camelia pergi. Sedangkan menantu dan anaknya sedang menghabiskan satu pekan ini di Negara Amerika, "Tidak mungkin jika Kala yang membantunya,"
"Lantas siapa Om? Siapa yang tahu rahasia diantara mereka selain kita berdua?" Tanya Andre.
Aji pun kembali terlihat berpikir, Aji menyalakan api pada satu batang rokok yang tersimpan pada gading berwarna coklat itu. Tatapan nya begitu serius sekaligus penasaran dengan apa yang sedang terjadi, "Saya yakin seseorang membantunya pergi, bisa saja Kala meminta seseorang untuk membantu Camelia dan setelah ia pulang, ia akan menemui Camelia." Ujar Aji saat itu.
Dan Andre terdengar setuju dengan pemikiran yang di miliki oleh Aji, "Sepertinya Andre juga setuju dengan kecurigaan Om, ya betul bisa saja Kala meminta seseorang untuk menyembunyikan Camelia. Dan kalaupun hal itu terjadi, sesuatu hal sudah terjadi pada mereka berdua."
Aji menimpali, "Apa Kala menghamili Camelia?"
"Bahkan Sudah satu Minggu kepergiaan Camelia itu, dan jika Camelia berpikir untuk bunuh diri, mungkin jasad nya sudah polisi temukan." Sahut Andre.
"Ya kamu benar Andre, tolong kamu cari tahu apa yang sudah terjadi. Jika sesuatu hal membuat anak ku bersedih, akan aku pastikan Kala ataupun Anak pembantu itu menanggung semuanya!" Ancam Aji sembari menatap lekat wajah Andre.
Andre membalas tatapan itu, "Jika memang itu terjadi, biarkan Andre mengambil alih untuk menjaga dan mencintai Ninis. Andre akan setia Om." Sahutnya.
"Lakukan saja dulu perintah ku, Anak ku harus tetap bahagia!" Tegas Aji dan Andre segera mengiyakan apa yang di perintahkan oleh Aji.
Aji mengambil ponsel miliknya itu, dan segera menghubungi Ninis. Ponselnya pun tersambung, "Halo Assalamualaikum Bapak." Sapa Ninis dibalik ponsel miliknya.
"Waalaikumsalam Ninis, Ninis sedang berada di mana?" Tanya Aji.
__ADS_1
Ninis pun menjawab, "Kebetulan Ninis sedang berada di pusat kota New York, Bapak sehat kan?"
"Sehat sayang, apa kamu sedang bersama adik mu?" Tanya Aji kembali.
"Ya Ninis sedang bersama Regi dan Mas Kala, mereka sedang berbincang bersama dan satu Minggu ini Ninis begitu bahagia Pak. Syukurlah kalau Bapak sehat, Ninis merindukan Bapak juga Ibu."
"Bapak dan Ibu juga sangat merindukan kamu, kamu sangat merindukan Amerika bukan? Bagaimana kalau kamu memberikan surat untuk memperpanjang cuti mu, biar nanti Bapak dan ibu menyusul mu kesana." Aji sengaja mengatakan hal itu agar kepulangan mereka di tunda sejenak, namun sepertinya Ninis menolak.
"Maafkan Ninis Pak, sepertinya kalau begitu Mas Kala tidak bisa. Kalau Ninis bisa kok memperpanjang masa cuti, Ninis akan menunggu bapak dan Ibu disini dan biarkan Mas Kala pulang terlebih dahulu." Sahut Ninis dan hal tersebut tidak mungkin Aji setujui.
"Loh kenapa nak? Bapak tuh ingin sekali berlibur bersama menantu bapak, kalau saja kesehatan Ibu baik saat Minggu lalu, mungkin bapak sudah ikut dengan kalian." Desaknya sembari sedikit memberikan kalimat protesnya saat itu.
Ninis pun menjawab dengan begitu lembut, "Ninis memahami keinginan bapak, tetapi Mas Kala sudah memiliki janji untuk bertemu dengan Datuk Fiyan dan bisnis nya sudah ke tahap yang lebih baik. Ninis tidak bisa menghalangi Mas Kala dalam menjemput rezeki, Ninis harap bapak mengerti ya. Kalau Bapak setuju Ninis menunggu bapak dan Ibu disini."
"Oh begitu, Ya sudah jangan saja Nis biar lain waktu Saja." Ucap Aji.
Ninis kembali berucap, "Bapak tidak marah kan sama Ninis?"
"Tidak Nis, untuk apa Bapak marah."
"Ya sudah nanti kita lanjutkan ya, Ninis melihat Mas Kala dan Regi sudah bersiap menghampiri Ninis." Aji pun mengiyakan dan segera memutuskan panggilan tersebut.
"Kamu mendengar kan Andre?" Tanya Aji.
"Ya Om, mereka tetap akan pulang dari Amerika."
"Kau tahu apa yang harus kamu lakukan, temukan dimana keberadaan Camelia. Buktikan bahwa memang Kala lah yang membawa Camelia pergi dari rumah Besan ku!" Tegas Aji memerintah Andre.
__ADS_1
Andre pun menyanggupinya permintaan yang diberikan oleh Aji, "Om tenang saja, Andre akan mencari tahu semuanya! Kala tidak boleh menyakiti hati Ninis, karena Ninis sangat berharga dimana Andre." Mendengar hal tersebut Aji seakan melihat sebuah keseriusan yang di tunjukan oleh Andre kepada nya.