
Kala menghampiri Sumiati, Ia berdiri tepat di samping tembok yang berada di dalam dapur rumah megah itu. Sumiati yang menyadari kehadiran Kala pun terlihat menyambut kedatangan Kala, “Loh.. Loh.. Ibu mertuanya kan baru saja meninggal. Kok Mas Kala malah pulang, Mbak Ninis piye Mas? Kasihan loh.” Ucap Sumiati dengan ramah.
Kala tersenyum, ia berjalan menghampiri Sumiati. Seperti biasa, Kala memang selalu senang menghampiri Sumiati yang sedang sibuk di dapur. Kala menjawab nya dengan sebuah pertanyaan kepada Sumiati, “Sudah ada kabar dari Amel, Mbok?” Sumiati sedikit menggelengkan kepalanya, sepertinya Sumiati enggan membahas hal yang menyangkut anaknya.
“Mas Kala mau kopi?” Tanya Sumiati yang terdengar mencoba untuk mengalihkan pembicaraan itu.
Kala mendegus, “Mmmm, Tidak. Sudah tadi di ruangan Ibu,” Kala membuka layar ponselnya dan ia segera menunjukkan sebuah foto dimana Sumiati sedang menemui Camelia.
“Mas menguntit si Mbok?” tanyanya dengan pelan, Kala menatap sayu wajah Sumiati. Setelah itu, Ia menundukkan kepalanya dan air matanya menetes. Sumiati berbisik, “jangan beri tahu Ibu dimana Camelia, Mbok mohon.” Kala menganggukkan kepalanya.
“Kala mencintai Camelia Mbok, Kala gak bisa hidup tanpa dia. Apalagi dia sedang mengandung anak Kala dan Kala tidak akan membiarkan Amel menderita dengan keadaan nya.” Ungkap Kala dengan suara yang sangat amat pelan.
Sumiati menarik tangan Kala dan membawanya menuju taman. Sesampainya di taman itu, Sumiati mengindahkan pandangan nya itu. Ia tersenyum simpul sembari menatap Kala, “Jadi mas sudah tahu jika Amel sedang mengandung?” Tanya Sumiati, Kala menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Mas, lebih baik tidak perlu menghampiri Amel. Amel mengatakan bahwa dirinya sudah hidup dengan damai, dan ia tidak mau merusak rumah tangga Mas dengan Mbak Ninis.” Ungkap Sumiati, Ia mengatupkan kedua tangan nya seraya memohon agar Kala tidak mencari tahu bahkan menghampiri anak gadisnya.
“Dua bulan lagi, Mbok akan mengambil langkah untuk berhenti bekerja. Biarkan Mbok dan Amel pergi dari kehidupan mas dan Ibu Sun. tolong jangan membuat Amel merasa semakin bersalah jika hubungan Mas dan Mbak Ninis rusak.” Ungkap Sumiati kembali.
Kala menggelengkan kepalanya, “Sayangnya hubungan itu memang sudah rusak Mbok, bahkan hancur dan tidak bisa lagi Ninis selamatkan. Dan Saya sudah bertemu dengan Camelia, saya akan tetap menikahi Camelia di saat perceraian saya dan Ninis sah di mata hukum.” Ujar Kala kembali.
Mendengar hal itu, Sumiati hanya terdiam.
Sumiati tetap terdiam, Ia merasa bingung dengan apa yang harus ia katakan pada Kala.
“Dan satu lagi Mbok, Camelia tidak mau menjelaskan mengenai foto ini. Sepertinya Mbok atau Mang Asep dapat menjelaskan untuk Kala. Kala sangat berharap itu.” Kala menunjukkan sebuah foto yang menempel di dinding rumah yang kini di tempati oleh Camelia, melihat hal itu ia begitu tertegun dengan sebuah foto yang menurutnya sampai saat ini sangat di rahasiakan.
Kala kembali bertanya, “Apakah ada yang bisa Mbok jelaskan?”
__ADS_1
“Apa Mas Kala menceritakan mengenai hal ini, atau Mas Kala menunjukkan foto ini kepada Ibu?” Tanya Sumiati.
Kala menggelengkan kepalanya dengan pelan, ia menaikkan bahunya tanda sebagai jawaban bahwa Ia sama sekali tidak ingin bertanya pada Ibunya.
Sumiati kembali berucap, “Bukan Mbok tidak mau menjelaskan, tetapi ini sangat pribadi dan Mbok sangat takut jika hal ini mengganggu pikiran Mas Kala.”
“Justru jika Mbok tidak memberitahu Kala, Kala akan sangat kecewa dan memikirkan hal ini dengan berat.” Jawab Kala kepada Sumiati.
Sumiati mengusap bahu Kala, “Kalau sudah saat nya Mbok akan menjelaskan pada Mas Kala.” Tidak ada lagi yang bisa harapkan mengenai foto itu, hatinya merasa ingin tahu mengenai kisah di dalam foto tersebut.
Kala menganggukkan kepalanya, “Mbok, Ingatlah Kala akan berjuang untuk membuat Amel berada di sisi Kala. Kala tidak akan membiarkan lelaki lain merampasnya, Kala sangat mencintai Camelia.” Ungkapnya kembali, air matanya kembali menetes begitupun air mata Sumiati.
Kala beringsut pergi meninggalkan Sumiati, dan sepertinya Kala ingin sekali melakukan sebuah percakapan bersama Camelia. Kala pun segera menghubungi Camelia melalui panggilan suara.
__ADS_1