Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Pesan?


__ADS_3

Yoona, Haru, dan Jina sedang berada di kamar ditemani oleh para hantu yang sedang bermain dengan asik nya.


"Sekarang jam berapa?" tanya Haru.


"Lihat sendiri kan bisa kak," jawab Yuqi sambil menunjuk ke arah jam yang berada di kamar Yoona.


Tidak lama handphone milik Yoona bergetar tanda pesan masuk membuat Haru langsung heboh dan ikut melihat isi pesan tersebut.


-


Hai Yoona...


Selamat kini kamu sudah menjadi anggota OSIS... Besok akan ada panggilan untuk para anggota OSIS dan kamu juga ikut ya karena mulai sekarang kamu sudah menjadi anggota OSIS.


Salam ketua OSIS.


-


"Wah Yoona dapat," kata Haru heboh membuat Yoona tidak bisa mencerna maksud pesan tersebut.


"Selamat Yoon mulai hari ini kamu menjadi anggota OSIS," kata Haru lagi sambil mengajak Yoona berjabat tangan.


"Aku enggak mau jadi OSIS," kata Yoona lemas.


Tidak lama handphone Jina juga bergetar dan Jina segera memeriksanya. Di layar handphone miliknya ada notifikasi dari akun sosial media OSIS dan dia mendapatkan pesan yang sama seperti pesan Yoona.


"Jina juga?" tanya Haru mulai heboh.


"Iya," jawab Jina dengan wajah datar nya.


"Kenapa aku belum dapat," kata Haru sambil mengecek handphone nya.


"Kalian kenapa sih?" tanya Mina mulai tidak nyaman karena Haru yang berisik.


"Yoona dan Jina menjadi OSIS mulai hari ini," kata Haru heboh.


"OSIS?" tanya Mina tidak paham.


"OSIS itu Organisasi Siswa Intra Sekolah," jawab Sanha.


Tidak lama handphone Haru juga bergetar dan dengan cepat Haru mengambil handphone miliknya. Layar handphone Haru menampilkan pesan yang baru saja masuk dan pesan tersebut sama seperti pesan yang didapat oleh Yoona. Pesan yang muncul di layar handphone miliknya membuat Haru berteriak histeris sampai ibu Haru masuk ke kamar Yoona karena mendengar teriakan Haru.


"Ada apa ini?" tanya ibu Haru yang tiba-tiba masuk ke kamar Yoona setelah mendengar teriakan Haru.


"Tidak apa-apa kok bu," jawab Haru sambil tertawa.


"Lalu kenapa kamu teriak?" tanya ibu Haru.


"Aku hanya dapat pesan kalau aku akan menjadi OSIS," jawab Haru.


"Ibu pikir ada apa, Ya sudah ibu mau lanjut masak. Kalian segera mandi sana lalu turun untuk makan," jelas ibu Haru.


"Iya bi, terima kasih." Jawab Yoona kepada ibu Haru.


Setelah ibu Haru pergi kini Yoona segera masuk ke kamar mandi. Tidak lama Haru pergi ke kamarnya untuk mandi juga, sedangkan Jina masih mengobrol dengan kak Sanha, Mina, Yuqi, dan Felix.


"Kalian kenapa bisa meninggal? Padahal kan umur kalian masih begitu muda," kata Jina.


"Memang sudah takdir lah kak," jawab Mina.

__ADS_1


"Iya, lagi pula kita juga sudah menerima." Lanjut Sanha sambil melihat ke arah jendela.


"Lalu kenapa kalian bisa berada di rumah ini?" tanya Jina.


"Karena rumah ini adalah tempat di mana kami meninggal dan belum dikubur yang seharusnya," jelas Sanha.


"Maksud kakak?" tanya Jina.


"Ya lupakan saja, sana mandi itu Yoona sudah selesai." Kata Sanha menyuruh Jina untuk segera mandi.


"Enggak mau lanjutkan dulu ceritanya," kata Jina memaksa Sanha.


"Sudahlah Jin lupakan saja," kata Sanha yang tidak lama menghilang.


"Kenapa selalu seperti itu," kata Jina kesal karena dia sudah mulai penasaran, tetapi Sanha tidak melanjutkan penjelasannya.


"Sudahlah kak, sana mandi." Kata Mina mengusir Jina dari hadapannya.


Jina segera masuk ke kamar mandi, sedangkan Yoona duduk di ranjang. Tidak lama Haru datang ke kamar Yoona sambil membawa handphone miliknya.


"Yoon ayo kita telepon Rara," ajak Haru ikut duduk di ranjang.


"Rara siapa kak?" tanya Mina.


"Teman sekolah kita," jawab Yoona.


"Termasuk sahabat kalian?" tanya Mina lagi.


"Iya," jawab Haru sambil mencari nomor kontak Aiera.


Setelah ketemu Haru langsung memencet video call. Beberapa detik kemudian Aiera menjawab video call dari Haru.


"Tidak apa-apa, eh Ra kamu dapat pesan enggak?" tanya Haru.


"Pesan? Pesan apa?" tanya Aiera balik.


"Pesan jadi OSIS Ra," kata Haru gemas.


"Sejauh ini sih belum," jawab Aiera.


"Aku, Yoona, dan Jina dapat, lalu besok kita akan ikut rapat OSIS," kata Haru semangat.


"Ya besok aku sendirian dong," kata Aiera sedih.


"Ya semoga saja kamu juga dapat ya Ra," kata Haru memecahkan suasana.


"Siapa itu?" tanya Jina yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Rara," jawab Yoona sambil menonton televisi.


Jina segera berlari ke arah ranjang dan langsung mengambil alih handphone milik Haru membuat pemiliknya sedikit kesal.


"Rara dapat pesan enggak?" tanya Jina.


"Enggak," jawab Haru sambil mengambil alih handphone miliknya.


"Kasihan dong, kalau enggak dapat otomatis besok dia akan sendirian," kata Jina kasihan kepada Aiera.


"Enggak apa-apa kok, tetapi kan tidak tahu nanti." Kata Aiera meyakinkan Jina kalau dia akan dapat pesan dari akun sosial media OSIS.

__ADS_1


"Dimana Yoona?" tanya Aiera.


Haru segera mengembalikan kamera handphone miliknya dan membuat Yoona terlihat oleh Aiera.


"Yoona semangat ya," kata Aiera menyemangati Yoona.


"Semangat? Semangat untuk apa?" tanya Yoona.


"Untuk jadi OSIS," jawab Aiera.


"Ya sudah aku tutup ya karena harus makan dulu," kata Aiera siap-siap menutup telepon.


"Iya, baik-baik Rara." Kata Haru kemudian menutup telepon nya juga.


"Ayo makan," ajak Jina untuk segera ke dapur.


"Ayo," jawab Haru semangat karena dari tadi dia sudah lapar.


Sesampai di meja makan Yoona, Haru, dan Jina segera duduk dan mulai mengambil makanan. Setelah mengambil makanan mereka memakan makanannya masing-masing sampai piring menjadi bersih.


"Akhirnya kenyang, terima kasih bibi." Kata Jina berterima kasih kepada ibu Haru.


"Sama-sama, sekarang kalian ke kamar, menata buku untuk besok lalu pergi tidur." Suruh ibu Haru sambil menata piring yang sudah kotor.


"Selamat malam ibu," kata Haru berjalan terlebih dahulu.


"Selamat malam bibi," kata Jina dan Yoona bersamaan kemudian menyusul Haru yang sudah sampai di kamar Yoona.


"Iya selamat malam," jawab ibu Haru.


Beberapa menit kemudian, "Kalian baru sampai," kata Haru yang mulai tidur di ranjang Yoona.


"Lalu mau diapakan?" tanya Jina kesal.


"Pergi sana ke kamarmu sendiri," usir Yoona naik ke ranjang miliknya.


"Jin tolong tutup kan dulu," kata Haru memohon kepada Jina yang sudah mengantuk.


Sebelum mengantuk Jina cepat-cepat mulai menutup mata batin Haru. Setelah itu para hantu muncul mengucapkan selamat malam untuk Yoona, Haru, dan juga Jina. Tidak lama Haru pergi ke kamarnya lalu segera tidur.


"Kenapa kalian tidak menghilang?" tanya Jina kepada Sanha, Mina, Felix, dan Yuqi yang masih ada di kamar Yoona sambil menonton televisi.


"Karena kami masih ingin menonton televisi kakak," jawab Mina sedikit gemas.


"Aku tidak akan bisa tidur kalau kalian terus ada di sini," kata Jina kesal.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi," kata Sanha mengajak Felix, Mina, dan Yuqi pergi dari kamar milik Yoona.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.


-from Author🌺

__ADS_1


__ADS_2