Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Kerja Kelompok


__ADS_3

Kini hari telah berganti menjadi hari jumat di mana Yoona, Haru, Aiera, dan Jina akan pulang lebih cepat dari pada biasanya. Yoona, Haru, dan Jina kini sudah sampai di sekolah dan saat ini mereka hanya menunggu Aiera.


“Aiera,” panggil Yoona saat Aiera mau masuk ke dalam kelas.


“Pagi kalian,” sapa Aiera yang langsung duduk ke tempat duduknya.


“Nanti jadikan Ra?” tanya Haru.


“Iya jadi kok,” jawab Aiera.


“Hari sabtu nya kita ke tempat sepupu ku sebentar ya, karena aku menyuruh sepupu ku membuatkan gelang lagi.” Kata Aiera kepada Yoona, Haru, dan Jina.


“Gelang?” tanya Yoona.


“Iya, gelang 3 Mysha ini akan berganti menjadi 4 Mysha.” Kata Jina sambil menunjukkan gelang 3 Mysha yang pernah dibuat bersama Yoona dan Haru.


“Wah bagus sekali, kapan kalian membuatnya?” tanya Jina melihat gelang yang dipakai Yoona.


“Dulu sebelum kamu datang kita membuat gelang ini sebagai perpisahan saat SD. Tetapi malah satu sekolah lagi tapi kita masih memakainya karena masih ada kenangan yang tersimpan.” Jelas Yoona kepada Jina.


“Begitu,” kata Jina mengangguk-angguk paham.


“Nanti akan aku kasih tahu yang mana Sanha itu,” kata Haru mengubah topik pembicaraan.


“Sanha yang lagi dekat dengan Yoona waktu itu?” tanya Aiera ragu-ragu.


“Iya benar banget,” jawab Haru semangat.


Seperti biasa Shiro, Jinyoung, dan Jihoon ikut mengobrol bersama Yoona, Haru, Aiera, dan juga Jina. Mereka seperti sudah memiliki kewajiban setelah datang ke kelas langsung saja menaruh tas lalu ikut mengobrol bersama Yoona, Haru, Jina, dan Aiera.


“Pagi kalian,” sapa Jinyoung.


“Kenapa sih kalian itu selalu saja ikut mengobrol sama kita. Seperti tidak punya teman saja,” kata Haru kesal melihat Shiro, Jinyoung, dan Jihoon.


“Awas nanti jadi rindu sama Jinyoung loh Ar,” kata Yoona tiba-tiba.


“Cih,” respon Haru sambil menatap Jinyoung malas.


“Siapa juga yang mau sama manusia seperti Haru lebih baik seperti Aiera,” balas Jinyoung.


“Kenapa aku dibawa-bawa, tolong jangan bawa-bawa aku di dalam masalah kalian sendiri.” Kata Aiera kesal sambil mengambil novel dan mulai membacanya.


“Ya sudah sama Aiera saja, Rara sana ra pindah tempat duduk.” Usir Haru kepada Aiera karena Jinyoung yang sudah membuatnya marah.

__ADS_1


“Ya jahat banget sih kan sudah aku bilang jangan bawa-bawa aku di dalam urusan cinta kalian.” Kata Aiera gemas kepada Jinyoung dan Haru yang selalu saja bertengkar.


“Ya makanya sana pindah ke sebelah Jinyoung supaya dia enggak ke sini lagi Ra,” kata Haru kesal dan mendapat pukulan pelan dari Aiera.


“Bilang lagi aku yang akan memindahkan dirimu ke tempat duduk Shiro,” kata Aiera membuat Haru langsung diam.


“Sudah-sudah kenapa jadi bertengkar begini sih,” kata Yoona mulai tidak nyaman karena Haru dan Jinyoung yang selalu saja bertengkar tanpa alasan yang jelas.


“Minta maaf Young,” suruh Shiro.


“Kan aku enggak salah Ro,” kata Jinyoung menatap Shiro.


“Sudahlah mengalah saja,” balas Jihoon.


“Iya iya, minta maaf ya Ar.” Kata Jinyoung mengajak Haru berjabat tangan.


“Ar itu loh Jinyoung minta maaf,” kata Aiera yang berada di sebelah Haru.


“Iya,” jawab Haru sambil melanjutkan membaca buku.


“Tangannya itu loh Ar,” kata Jina.


Karena Jina tidak mendapatkan respon terpaksa dia mengambil satu tangan Haru dan membuat tangan Haru berjabat tangan dengan Jinyoung.


“Karena kalian sudah baikan, aku akan mentraktir kalian kapan-kapan.” Kata Shiro tiba-tiba membuat Haru langsung menutup bukunya.


“Traktir apa?” tanya Haru dan Jinyoung bersamaan.


“Tapi kalian harus janji dulu enggak akan bertengkar lagi,” kata Shiro yang langsung disetujui oleh Haru dan juga Jinyoung.


“Kalian berdua itu jodoh atau bagaimana sih. Bicara atau menjawab bersamaan, lalu sama-sama suka makanan, dan yang terakhir sama-sama suka yang gratis. Aku kan jadi heran sama kalian,” kata Jina membuat Jinyoung dan Haru sama-sama berpikir seperti itu.


“Entahlah,” jawab Haru dan Jinyoung bersamaan lagi membuat Yoona, Jina, Aiera, Shiro, dan Jihoon menggelengkan kepala tanda tidak kuasa dengan Jinyoung dan juga Haru.


“Nah kan bersamaan lagi,” kata Yoona.


Tidak lama bel masuk berbunyi dan wali kelas sudah berada di dalam kelas. Seluruh murid benar-benar sangat memperhatikan wali kelas mereka saat menerangkan pelajaran. Tidak lupa wali kelas memberikan tugas kelompok untuk membuat sebuah kerajinan. Setelah itu jam pulang sudah tiba membuat seluruh murid mengajak Shiro untuk satu kelompok.


“Shiro mau satu kelompok dengan kita enggak?” tanya salah satu murid perempuan yang duduknya tidak jauh dari tempat duduk Shiro.


“Enggak karena aku sudah punya kelompok,” jawab Shiro.


“Yoon ayo satu kelompok,” ajak Shiro kepada Yoona.

__ADS_1


“Jadi Yoona saja yang diajak,” kata Jina yang berada di sebelah Yoona.


“Ya kalian jugalah bagaimana sih,” jawab Jihoon menatap Jina sambil tersenyum sangat manis membuat Jina meleleh seketika.


“Uhuk...” Haru pura-pura tersedak karena tidak sengaja melihat Jihoon yang tersenyum untuk Jina.


“Minum Ar,” kata Aiera memberikan minum.


Haru segera menerima minum dan memberikannya kepada Aiera lagi. Kini Shiro, Jinyoung, dan Jihoon berkumpul ke meja Aiera, Yoona, Haru, dan Jina.


“Jadi kapan kerja kelompok?” tanya Shiro membuka pembicaraan.


“Hari ini bagaimana? Kalau besok kita enggak bisa,” usul Jina.


“Boleh, di rumah siapa?” tanya Jihoon.


“Di rumah Yoona,” jawab Haru.


“Sebelum itu kita beli bahan-bahan dulu,” kata Jinyoung.


“Tenang saja, di rumah Yoona semuanya sudah tersedia. Sampai tempat untuk foto aesthetic ada, makanan banyak, pokoknya lengkap deh.” Jelas Aiera sambil berkemas-kemas.


“Ya sudah kalau begitu sekarang kita ke rumah Yoona ya,” kata Shiro mulai memberi kabar ibunya kalau hari ini dia akan kerja kelompok terlebih dahulu.


Setelah memberi kabar Yoona, Jina, Aiera, Haru, Shiro, Jinyoung, dan Jihoon berjalan menuju tempat mereka dijemput. Mereka naik mobil sendiri-sendiri, karena kalau hanya satu mobil tidak akan cukup karena mobil Yoona sudah ditambah Aiera yang akan menginap di rumahnya.


Beberapa menit perjalanan kini mereka sampai di rumah Yoona. Seperti biasa saat Yoona dan Jina turun mereka melihat Yuqi dan Felix yang sedang bermain. Sebelumnya di dalam mobil Jina mengatakan bahwa kalau para hantu di rumah ingin mengajak bicara maka jawab dalam hati saja, karena mereka juga akan paham apa yang kita bicarakan. Lalu dengan Aiera dan Haru mereka dilarang meminta Jina untuk membuka mata batin mereka karena ada Shiro dan teman-temannya di rumah Yoona. Jadi kini mereka semua bersikap seolah tidak ada apa-apa saat masuk ke rumah Yoona.


“Ayo masuk,” kata Yoona kepada Shiro, Jinyoung, dan Jihoon menyuruh masuk ke dalam rumah dan membawa mereka ke sebuah ruangan di mana ruangan ini dilengkapi dengan berbagai alat-alat dan bahan untuk membuat kerajinan.


“Kita akan berkemas dan berganti baju sebentar, jadi kalian silahkan ambil apa saja yang dibutuhkan dan makanan nya akan sampai sebentar lagi karena masih dibuatkan.” Kata Yoona segera berdiri bersama Haru, Jina, dan Aiera.


“Tapi kenapa Haru, Jina, dan Aiera ikut berdiri?” tanya Shiro.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.

__ADS_1


-from Author🌺


__ADS_2