
Pagi ini Haru dan Aiera bangun terlebih dahulu. Mereka segera ke kamar Yoona karena takut akan terlambat.
"Jina cepatlah sedikit," kata Haru tidak sabar.
"Iya, sebentar Ar," jawab Jina sedikit kesal.
Tidak lama kemudian, "Sudah," kata Jina puas.
Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera turun ke bawah dan segera masuk ke mobil yang sebelumnya sudah disiapkan. Hari ini ibu Haru tidak memasak karena tahu kalau Haru, Yoona, Jina akan pergi keluar bersama Aiera terlebih dahulu.
"Nah sekarang kita ke tempat kakak ku dulu ya," kata Aiera memberikan alamat kepada supir Yoona.
"Astaga kenapa dia mengirim pesan sebanyak ini," kata Yoona saat melihat layar handphone miliknya yang penuh dengan notifikasi.
"Siapa Yoon?" tanya Jina sambil mengintip layar handphone milik Yoona.
"Shiro," jawab Yoona.
"Aduh jangan dibahas sekarang nanti saja saat di rumah lagi," kata Haru yang sudah muak dengan adegan Yoona dan Shiro yang penuh dengan ke romantis.
"Ya sudah," kata Yoona segera mematikan handphone miliknya dan memasukkan nya ke dalam tas lagi.
Beberapa menit di dalam mobil kini Yoona, Haru, Aiera, dan Jina sudah sampai di tempat sepupu Aiera. Mereka segera turun dan masuk ke dalam.
"Kakak," panggil Aiera sedikit teriak.
Tidak lama kakak Aiera keluar sambil membawa 4 gelang yang sebelumnya sudah dia buat kan untuk Aiera, Yoona, Jina, dan Haru.
"Ini gelangnya sudah jadi jangan lupa bayar," kata kakak Aiera sambil menatap Aiera sinis.
"Iya iya nanti dibayar kok," jawab Aiera.
"Ya sudah aku masuk duluan mau lanjut," kata kakak Aiera masuk untuk melanjutkan membuat beberapa gelang yang sudah dipesan oleh pembeli.
"Nah sini duduk," ajak Aiera kepada Yoona, Haru, dan Jina.
"Sekarang gelang yang kemarin kita lepas saja. Kalau mau simpan ya disimpan tapi kalau mau dibuang ya dibuang saja dan ini gelang kalian," jelas Aiera dan memberikan satu per satu gelang buatan kakaknya yang dibuat semalaman.
"Terima kasih Aiera," kata Yoona menerima gelang buatan kakak Aiera.
"Tapi memasangnya seperti dulu, jadi kita pakai teman satu kamar saja." Kata Aiera mulai memasang kan gelang untuk Haru. Sedangkan Yoona memasang kan gelang untuk Jina. Begitu pun Jina dan Haru yang sudah memakai gelang memasang kan kepada Yoona dan Aiera juga.
"Nah sekarang kita ke taman," kata Hari semangat.
"Ayo," kata Yoona segera keluar dari toko milik sepupu Aiera.
__ADS_1
Karena letak taman tidak jauh dari toko milik sepupu Aiera, jadi mereka lebih memilih untuk jalan kali saja. Sedangkan supir akan menunggu di depan toko milik sepupu Aiera.
"Tidak apa-apa Yoon dengan supir? Kalau ditinggal aku sedikit kasihan," kata Aiera tidak enak.
"Tenang saja, nanti juga orangnya pasti tertidur." Jawab Haru sambil tertawa pelan.
"Benarkah?" tanya Aiera.
"Iya Ra, jadi tenang saja." Kata Yoona meyakinkan Aiera.
Setelah beberapa menit mereka berjalan kini mereka sampai di taman. Untuk pertama mereka akan memutari taman sebanyak satu kali karena taman nya begitu luas. Setelah itu mereka memutuskan untuk mencari makanan yang dekat dengan tempat mereka berada saat ini.
Setelah menemukan makanan terdekat Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera menuju ke sana karena perut mereka yang sudah berbunyi dan ingin makan. Karena Jina yang paling tua dia pergi memesan makanan untuk Yoona, Haru, dan Aiera.
"Itu Haru sama siapa?" tanya Yoona melihat Haru yang di sebelahnya ada seorang laki-laki.
"Mereka seperti sudah lama kenal," lanjut Haru yang ikut menoleh.
"Bukan nya itu Jihoon," kata Aiera saat melihat laki-laki yang berada di sebelah Jina adalah Jihoon.
"Benarkah?" tanya Yoona tidak percaya.
"Nunggu Jina saja nanti kita tanya kan," kata Haru.
"Jadi menurut Rara bagaimana dengan Yoona dan Shiro atau Yoona dengan Sanha?" tanya Haru mencoba mengubah topik.
"Haru," panggil seseorang membuat Haru menoleh.
Saat melihat orang tersebut ingin sekali Haru pupus dari dunia ini.
"Jinyoung," panggil Aiera saat melihat Jinyoung.
"Loh Yoona, Haru, dan Aiera," panggil Shiro.
"Nah aku sudah pesan," kata Jina yang datang bersama Jihoon yang juga memesan makanan untuk Shiro dan Jinyoung.
"Kebetulan apa ini, jangan sampai aku jadi obat nyamuk sendiri." Kata Aiera memecahkan suasana.
"Maksudnya?" tanya Yoona.
"Enggak jadi Yoon karena kamu terlalu polos untuk hal yang seperti ini," kata Aiera menatap Yoona datar.
"Iya, setuju banget," balas Jinyoung dan Haru bersamaan.
"Aku bosan melihat kalian berdua yang berbicara selalu bersamaan." Kata Aiera menatap Jinyoung dan Haru datar.
__ADS_1
"Kita enggak bersamaan kok," kata Haru dan Jinyoung bersamaan lagi.
"Terserah kalian saja deh," balas Aiera pasrah.
Kini makanan sudah datang dan tanpa berlama-lama mereka segera makan. Selama makan mereka sama sekali tidak mengobrol terlebih dahulu. Sampai beberapa menit kemudian mereka sudah selesai memakan makanan masing-masing.
"Biar aku saja yang bayar," kata Shiro segera ke kasir untuk membayar semua makanan yang sudah dipesan sebelumnya.
"Untuk makanan kita enggak usah Ro karena biar kita bayar sendiri saja," kata Haru kepada Shiro.
"Enggak apa-apa kan Shiro sudah pernah bilang kalau kamu dan Jinyoung tidak akan bertengkar lagi maka dia akan mentraktir kita," jelas Jina membuat Aiera segera memukul nya.
"Kan bukan berarti kita juga di traktir Jin," bisik Aiera kepada Jina.
"Enggak apa-apa kok biar aku saja yang bayar. Kalian tunggu di sini sebentar," kata Shiro dan segera pergi ke kasir.
Setelah membayar makanan Yoona, Haru, Jina, dan Aiera berjalan-jalan lagi mengelilingi taman ditemani oleh Shiro, Jinyoung, dan Jihoon. Setelah beberapa puluhan menit mereka berpisah karena sebentar lagi siang akan datang dan memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sesampai di rumah Yoona, Haru, Jina, dan Aiera mengumpul di kamar Yoona dan mulai tiduran sebentar. Sambil membahas soal percintaan yang terjadi antara Haru dan Jinyoung.
"Ar sepertinya kamu dan Jinyoung memang jodoh deh," kata Aiera membuka pembicaraan.
"Jangan sampai," jawab Haru.
"Jangan begitu Ar nanti tahu-tahu kamu suka lagi sama Jinyoung," lanjut Yoona.
"Yoona kamu itu sebenarnya polos atau bagaimana sih, aku jadi bingung." Kata Jina kepada Yoona.
"Sama banget Jin," jawab Haru.
"Shiro sama Yoona juga cocok kok," lanjut Aiera membuat Yoona, Haru, dan Jina segera menoleh.
"Enggak lah enggak mungkin kalau itu," jawab Yoona sambil tertawa canggung.
"Ya kan bisa saja Yoon," balas Aiera.
"Siapa Shiro itu?" tanya seseorang membuat mereka menoleh.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
__ADS_1
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ