Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Perpustakaan


__ADS_3

Pagi di sekolah Aiera datang terlebih dahulu. Selama di kelas Aiera membaca novel yang sempat dia bawa dari rumah. Beberapa menit kemudian Yoona, Haru, dan Jina datang.


“Pagi Rara,” sapa Haru sambil meletakkan tas miliknya.


“Pagi Ar,” sapa Aiera balik sambil menutup novel yang tadi dia baca.


“Yoona, ajari satu nomor dari soal yang kemarin dong,” kata Aiera memohon kepada Yoona.


“Yang mana?” tanya Yoona sambil menghadap ke belakang.


“Sebentar,” kata Aiera mencari buku miliknya yang ada di tas.


Setelah mengambil bukunya Aiera langsung dibantu oleh Yoona supaya Aiera paham dengan apa yang dimaksud dengan soal tersebut. Yoona mengajari Aiera sama seperti Sanha saat mengajari Yoona. Setelah beberapa menit mengajari Aiera kini Aiera sudah paham dari soal tersebut dan segera memasukkan buku miliknya lagi ke dalam tas.


“Pagi Rara, Yoona, Ar, Jin,” sapa Lala dan Nao yang kebetulan lewat di meja Jina dan Aiera.


“Pagi,” sapa Yoona, Haru, Jina, dan Aiera balik.


“Kalian sudah mengerjakan pekerjaan rumah?” tanya Lala.


“Sudah kok,” jawab Yoona ramah.


“La ayo duduk aku lelah,” kata Nao yang berada di belakang Lala membuat Lala segera duduk ke tempat duduknya.


Aiera mencoba mencari topik untuk dibahas bersama teman-temannya. Sebelum Aiera menemukan topik Shiro, Jihoon, dan Jinyoung sudah datang terlebih dahulu dan ikut mengobrol.


“Kalian sudah mengerjakan pekerjaan rumah?” tanya Jinyoung.


“Sudah,” jawab Haru ketus.


“Ketus banget sih lagi PMS?” tanya Jinyoung.


“Cie... Perhatian banget sih Jinyoung,” kata Aiera sedikit keras membuat semua murid menatap ke arah Jinyoung dan Haru.


“Kenapa jadi melihat ke arah meja kita Jin?” bisik Yoona polos.


“Kan Lala pernah bilang kalau Shiro, Jinyoung, dan Jihoon itu terkenal dan banyak digemari sama perempuan di kelas kita,” jawab Jina pelan.


“Jadi?” tanya Jinyoung lagi.


“Enggak, sok tahu banget,” jawab Haru kesal.


“Sudah-sudah jangan bertengkar,” kata Shiro mencoba memisahkan Haru dan Jinyoung.


“Enggak ada yang bertengkar Ro,” lanjut Jihoon yang sedari tadi diam.


“Kalau enggak ada yang bertengkar, lalu kenapa Jinyoung dan Haru?” tanya Jina membuat Jihoon diam.


“Kan tadi mereka mengobrol,” balas Aiera.


“Pergi sana,” usir Haru kepada Jinyoung.


“Jahat banget sih Ar,” kata Jinyoung memelas.


“Jangan lupa pajak kalau pacaran ya nanti,” kata Yoona memecahkan suasana.


“Enggak ada yang pacaran,” jawab Haru dan Jinyoung bersamaan.


“Berarti jodoh,” lanjut Aiera sambil tertawa.

__ADS_1


Tidak lama bel masuk berbunyi membuat Shiro, Jinyoung, dan Jihoon segera kembali ke tempat duduknya masing-masing. Wali kelas segera masuk dan memberikan materi, tidak lupa pekerjaan rumah kemarin dibahas selama jam pelajaran berlangsung. Jam pelajaran berlangsung selama beberapa jam sampai istirahat tiba.


“Aku enggak ke kantin,” kata Aiera kepada Yoona, Haru, dan Jina.


“Kita juga kok,” jawab Jina sambil memutar tempat duduknya menjadi berhadapan dengan Haru dan Aiera.


“Kenapa?” tanya Aiera.


“Karena ibu Haru sudah menyiapkan bekal,” jawab Yoona.


Setelah beberapa detik kemudian, “Selamat makan,” kata Haru dan langsung memakan makanan miliknya.


“Bolehkah aku mencobanya Ar?” tanya Aiera kepada Haru.


“Tentu saja,” kata Haru memberikan bekalnya kepada Aiera.


“Rara,” panggil Jina.


“Apa?” tanya Aiera sambil memakan bekalnya.


“Ayo menginap di rumah Yoona hari sabtu besok sampai minggu pagi,” kata Jina memohon.


“Iya nanti aku akan minta ijin sama mama ku,” jawab Aiera membuat Jina senang.


“Yeay nanti sekamar dengan ku Ra,” kata Haru bahagia.


“Ya sudah kalian lanjutkan makan nya,” suruh Yoona.


Butuh sekitar 5 menit untuk Yoona, Haru, Jina, dan Aiera menghabiskan bekal yang mereka bawa dari rumah. Setelah menghabiskan bekal mereka pergi ke perpustakaan yang cukup jauh dari kelas mereka. Sesampai di perpustakaan Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera memilih beberapa buku.


“Yoon kamu ambil buku apa?” tanya Jina kepada Yoona.


“Ya tentang materi dari kelas tadi sekalian buku yang direkomendasikan Sanha untuk belajar. Aku mau meringkasnya saja sebagai catatan,” jawab Yoona dan segera pergi memilih tempat duduk untuknya dan juga Jina, Haru, Aiera.


“Shiro,” panggil Yoona balik.


“Ke sini sama siapa?” tanya Shiro.


“Loh Yoona sejak kapan ke perpustakaan,” kata Jinyoung yang baru saja datang.


“Mana yang lain?” tanya Jihoon.


“Lagi mengambil buku,” jawab Yoona kemudian melanjutkan membaca buku dan segera mencatat bagian yang penting ke buku catatan yang dia bawa.


“Pintar memilih buku ya,” kata Shiro tiba-tiba.


“Maksudnya?” tanya Yoona.


“Loh kok ada kalian?” potong Haru yang tiba-tiba datang bersama Jina dan Aiera tanpa membawa buku, hanya Aiera saja yang membawa.


“Memang tidak boleh?” tanya Jinyoung.


“Lagi enggak mau bertengkar,” kata Haru langsung duduk di dekat Yoona dan berhadapan dengan Jinyoung.


“Ini Jina dan Haru kenapa tidak mengambil buku?” tanya Shiro.


“Kita enggak tahu harus pilih buku yang seperti apa,” jawab Jina lesuh.


“Mau aku rekomendasi kan?” tanya Jihoon sambil membaca buku yang dia pilih.

__ADS_1


“Aduh... Serak ya butuh minum,” kata Aiera berpura-pura.


“Di toilet ada air keran Ra,” jawab Jinyoung.


“Jahat banget,” lanjut Aiera.


“Jadi?” tanya Jinyoung.


“Enggak usah, buku yang sudah dipilih Yoona saja sudah cukup,” kata Jina melihat Yoona yang sedang menulis.


“Ini bagaimana ya,” lesuh Yoona pelan.


“Mau aku ajari?” tanya Shiro yang berada di depan Yoona.


“Enggak usah,” jawab Yoona.


“Enggak apa-apa, sini aku ajari,” kata Shiro mengambil alih buku Yoona dan mulai mengajari Yoona.


“Ya di sini hanya aku yang jomblo,” kata Aiera sedih.


“Enggak ada jomblo-jomblo Ra,” kata Jinyoung sambil membaca novel yang sempat dia pilih sebelumnya.


“Terserah deh,” balas Aiera.


Yoona, Haru, Jina, Aiera, Shiro, dan teman-temannya menghabiskan waktu di perpustakaan sampai jam masuk kembali tiba. Mereka segera mengembalikan buku ke tempatnya lalu segera pergi kembali ke kelas. Sesampai di kelas tatapan dari penggemar Shiro, Jinyoung, Jihoon mulai menatap tajam Yoona, Aiera, Jina, dan Haru membuat Haru langsung menyindir mereka semua.


“Kalau iri bilang dong jangan di pendam sendiri,” sindir Haru sedikit keras membuat para penggemar segera mengalihkan pandangan ke arah lain.


“Rara,” panggil Lala dari tempat duduknya yang tidak begitu jauh dengan Rara.


“Apa?” tanya Aiera segera menoleh Lala.


“Tadi ada kakak kelas sepertinya kakak kelas yang ikut ekstrakurikuler dance dan mereka bilang hari ini ada latihan,” kata Lala kepada Aiera.


“Begitu ya, terima kasih La,” kata Aiera berterima kasih kepada Lala.


“Kenapa Ra?” tanya Haru yang berada di sebelah nya.


“Nanti ada latihan ekstrakurikuler,” jawab Aiera.


“Yoon bukannya kamu nanti juga latihan?” tanya Jina.


“Iya,” jawab Yoona.


“Ya sudah nanti aku dan Jina akan menunggu kamu sekalian nunggu Rara juga,” kata Haru kepada Yoona.


“Boleh seperti itu ya?” tanya Jina.


“Tentu saja,” jawab Haru.


Tidak lama wali kelas masuk dan jam pelajaran mulai berjalan kembali.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...

__ADS_1


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.


-from Author🌺


__ADS_2