
Mobil sudah berada di depan pagar rumah Aiera, Haru segera mengambil ponselnya dan segera menelepon Aiera bahwa dia sudah berada di depan rumah. Tidak lama Aiera keluar bersama seorang ibu-ibu yang pasti itu adalah ibu Aiera. Karena merasa tidak sopan kalau berada di dalam mobil Yoona, Haru, Jina, dan Chan turun terlebih dahulu untuk berpamitan dengan ibu Aiera.
"Ya sudah, hati-hati ya Ra jangan sampai terluka lagi." Ibu Aiera sambil memeluk Aiera dengan penuh kasih sayang, karena Aiera anak satu-satunya. Aiera mengangguk sebagai tanda mengerti dan tersenyum kepada ibunya.
"Tante kita duluan ya," ucap Yoona mewakili semuanya, lalu kemudian membungkuk sopan. Ibu Aiera tersenyum dan mengatakan hati-hati untuk Yoona, Jina, Haru, Chan, dan anak semata wayangnya Aiera. Kemudian mereka segera masuk kembali ke mobil dan mobil pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
Selama di dalam mobil Yoona dan teman-temannya tidak mengobrol ataupun bersenang-senang sedikitpun. Mereka semua khawatir akan apa yang akan terjadi nanti. Mereka berharap bahwa acara sekolah akan berjalan dengan baik-baik saja tanpa ada masalah sedikitpun. Seperti biasa semua barang milik Yoona selalu ada camilan, Haru menemukan permen dan macaron di dekat pintu mobil. Dia segera mengambilnya dan memberikannya kepada Yoona, Jina, Chan, dan juga Aiera.
"Loh sejak kapan Yoona tertidur?" tanya Haru saat melihat Yoona yang tidur dengan nyenyak. Jina menyuruh Haru supaya Haru tidak banyak bicara, karena takut akan mengganggu Yoona yang lelah dari kemarin.
Pandangan Haru tidak sengaja tertuju pada seseorang yang menurutnya hilang.
"Kenapa Ar?" tanya Aiera saat melihat wajah Haru seperti orang yang kebingungan. Haru segera melihat ke arah Jina yang sedang menikmati camilan.
__ADS_1
"Jin kemana Sanha?" tanya Haru sedikit keras membuat supir mereka bingung. Jina langsung menatap Haru tajam sebagai tanda bahwa Haru harus diam dan tidak banyak bicara. Setelah melihat Jina yang berubah menjadi kejam Haru langsung diam tanpa bicara sekatapun.
Tidak lama mereka sudah sampai di sekolah, tepat saat mereka sampai Lia dan Daniel juga baru sampai dan baru saja ingin turun dari mobil. Yoona dan teman-temannya juga segera turun dari mobil dan menghampiri Lia dan Daniel yang seperti sedang menunggu seseorang.
"Hai kak, kakak lagi nungguin siapa?" tanya Haru sambil ikut melihat ke segala arah untuk mencari seseorang. Lia yang menyadari Haru mengikutinya mengatakan bahwa dia sedang mencari Yena, karena dia tidak ingin meninggalkan Yena sendiri. Takut akan terjadi sesuatu apabila mereka meninggalkan Yena.
"Mungkin dia sudah ada di dalam," perkiraan Daniel saat dia sudah pasrah karena tidak menemukan Yena. Tepat dengan ucapan Daniel 4 mobil baru saja masuk dan salah satunya milik Yena, mobil yang sangat dihafal oleh Lia. Lalu 3 mobil tersebut milik Jinyoung, Jihoon, dan Shiro. Penumpang 4 mobil tersebut segera turun dan menyusul teman-temannya.
Yoona, Jina, Haru, Aiera, Chan, dan teman-temanya juga kakak kelasnya segera ke arah halaman sekolah. Karena mereka akan membagi tugas untuk pengatur masuk beserta tiket dan sisanya membantu para guru. Tapi sebelum itu Lia menyuruh semua anggota berkumpul untuk diabsen terlebih dahulu. Tepat saat itu juga yang datang masih sedikit, jadi dengan sabar Lia menunggu yang lain sambil mengobrol dengan adik kelasnya tercinta yaitu Haru dan teman-teman.
"Jadi Jina ada rencana?" tanya Lia yang sudah tertarik sejak malam tadi. Dia benar-benar sangat suka dengan kepribadian Jina yang bisa memecahkan masalah dengan mudahnya. Saat seumuran Jina, Lia tidak akan bisa sepintar Jina. Sekarangpun Lia tau mengapa Jina sedikit pendiam, tetapi sangat pintar.
"Kok aku terus kak, coba tanya ke yang lain. Jangan selalu bergantung kepadaku kak, karena bagaimanapunkan kakak yang lebih tua." Jawab Jina sopan dan tersenyum seramah mungkin membuat Haru segera memotret wajah Jina saat tersenyum, karena jarang-jarang Jina bisa tersenyum bebas seperti sekarang. Saat mengetahui bahwa dirinya sedang difoto Jina segera mengambil ponsel Haru untuk menghapus fotonya. Tapi sangat disayangkan karena layar ponsel Haru sudah terkunci terlebih dahulu dan lebih tepatnya Jina tidak mengetahui kuncinya.
__ADS_1
"Iya, kasihan tau Jina. Tapi Jin kamu juga harus tau kita bertiga juga tidak akan pintar sepintar kamu. Mungkin yang lain juga begitu," ucap Daniel kepada Jina dengan tidak percaya diri, sedangkan yang lain hanya mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Daniel.
Jina segera melirik Yoona, "kok aku Jin, kan aku juga enggak pintar." Kata Yoona saat Jina melihatnya dan memberikan kode kepada semua orang bahwa Yoona juga bisa menyelesaikan masalahnya. Mereka mengobrol dengan sangat asik dan perasaan bahagia satu sama lain. Tapi apakah perasaan tersebut akan terus seperti itu?
Kini jam menunjukkan pukul setengah enam, Lia segera menyiapkan semua orang. Dengan pikiran bijak dan dibantu oleh Jina, Daniel, dan Yena Lia membagi anggota OSIS menjadi beberapa kelompok dan membagikan tugasnya. Pembagian kelompok juga sesuai dengan saran dari Jina, karena dengan cepat Lia merasa nyaman akan keberadaan Jina yang sekarang ini. Pembagian kelompok terjadi selama 16 menit lebih sedikit. Setelah mendapatkan kelompok mereka semua segera berkumpul sesuai dengan kelompok dan mulai menjalankan tugas sesuai dengan arahan dari Lia.
Haru, Yena, Shiro, Jinyoung, Jihoon, dan Chan mendapat bagian pintu masuk. Jadi mereka menyiapkan tiket yang akan dipasangkan ke pergelangan setiap siswa yang datang. Tidak lupa para siswa juga harus menunjukkan kartu tanda pelajar mereka masing-masing. Sedangkan Jina, Yoona, Aiera, Lia, dan Daniel mendapatkan bagian untuk mengecek seluruhnya mulai dari panggung, ruang bintang tamu, dan tempat yang akan dibuat setiap kelas untuk berjualan.
Setelah dirasa siap Lia, Yoona, Jina, Aiera, dan Daniel beristirahat sebentar. Mereka juga membantu para adik kelas 7 termasuk teman Yoona untuk menyiapkan barang-barang termasuk makanan yang akan dijualkan kepada semua siswa. Jadi sebelumnya Lia menyuruh setiap kelas 7 untuk menyiapkan barang-barang berupa makanan, aksesoris, minuman, camilan untuk dijual, kurang lebih seperti bazar. Lia ingin membuat adik-adik kelasnya berkreasi selagi acara ulang tahun sekolah berjalan. Dia mau mengambil kesempatan untuk acara sekolah kali ini, dan juga pelajaran supaya adik-adik kelasnya bisa berkreasi sekeras mungkin tanpa ada rasa lelah maupun menyerah. Setelah semua selesai Yoona, Jina, dan Aiera ijin ke Lia untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Jadi Lia segera tersenyum dan berkata, "kalau ke toilet lain kali enggak usah ijin juga enggak apa-apa." Jadi Yoona, Jina, dan Aiera segera ke toilet terdekat, namun siapa sangka mereka bertemu seseorang.
Bersambung
Tetap ikutin ceritanya ya, terima kasih.
__ADS_1