
Saat ini Yoona, Haru, Jina, dan Lia baru saja kembali dari rumah sakit. Setelah mereka keluar dari mobil dengan berlari cepat Yena bergerak ke arah Lia. Yoona, Haru, Jina, dan Lia terkejut saat melihat Yena yang berada di depan mereka dengan nafas terputus-putus, karena kelelahan berlari.
"Ai..Aiera terluka," kata Yena sambil menunjuk ke arah UKS yang tidak jauh dari titik mereka berada. Yoona, Jina, dan Haru segera berlari untuk menghampiri Aiera diikuti oleh Lia dan Yena yang juga menyusul dengan lari kecil.
Brak!
Pintu UKS terbuka, Yoona, Jina, dan Haru segera mengecek satu per satu kamar untuk menemukan Aiera berada. Di kamar no 3 Aiera berada bersama Chan dan Jihoon yang sedang duduk di samping sisi ranjang. Di ranjang terlihat Aiera yang sedang pingsan dengan luka kecil yang berada di dahi sampingnya.
"Kenapa dia bisa terluka?" tanya Haru karena dia benar-benar khawatir mengenai keadaan Aiera saat ini.
Chan yang sebelumnya bersama Aiera langsung menceritakan kejadian yang menurutnya sangat aneh. Dia menceritakan bahwa sebelumnya dia dan Aiera akan membeli beberapa bahan di luar sekolah bersama Jihoon. Saat berjalan untuk kembali ke sekolah mereka bertemu beberapa anak sekolahan yang datang dengan rupa acak-acakan. Lalu mereka meminta uang layaknya seperti kepada Chan, Jihoon, dan Aiera. Karena Chan berkata tidak mau, maka mereka berkelahi. Saat berkelahi Chan dan Jihoon mencoba melindungi Aiera, karena mereka berdua yakin bahwa Aiera sangat takut. Mereka berkelahi sampai 4 menit, karena Chan paling jago dalam berkelahi serta silat. Dengan sangat tiba-tiba Aiera berada disiksaan para anak sekolah tersebut dengan satu buah pisau yang sangat ingin membutuhkan sesuatu supaya pisau tersebut berguna. Karena saat itu Chan yang hanya membawa beberapa uang, dia segera melemparkan uangnya ke arah mereka. Sikap Chan yang tidak sopan membuat mereka marah dan salah satu dari mereka mulai mengumpulkan uang, lalu segera pergi tidak lupa dengan satu luka kecil di dahi Aiera. Saat Aiera yang keadaannya sudah pingsan dan dengan satu luka mereka menghempaskan Aiera. Dengan secepat mungkin Chan berlari untuk menangkap Aiera. Sedangkan Jihoon segera menelepon Yena untuk meminta bantuan dengan satu mobil.
Tepat selesai Chan bercerita, Aiera yang tadi pingsan kini sudah bangun. Yoona, Jina, dan Haru segera mengumpul ke arah ranjang dan saat itu juga Lia dan Yena juga baru sampai di ruangan. Lia menyuruh Jihoon dan Chan untuk kembali dan segera melanjutkan pekerjaannya. Karena mereka berdua penurut, mereka segera keluar meninggalkan kamar UKS tersebut dan pergi ke halaman sekolah untuk melanjutkan menata persiapan sekolah.
__ADS_1
"Rara kamu enggak apa-apakan?" tanya Haru memegang kepala Aiera dan seluruh tubuh Aiera untuk mengecek apa adakah luka selain luka kepala.
"Tidak apa-apa kok, tenang saja." Jawab Aiera sambil tersenyum tanda bahwa dia sudah baik-baik saja.
Dengan pemikiran yang bijak Lia menyuruh Aiera istirahat dan pulang terlebih dahulu, karena besok dia harus kembali ke sekolah untuk tugas OSIS termasuk menghadiri acara sekolah. Tidak lupa Lia menyuruh Jina dan Yoona untuk mengantar Aiera pulang karena Yena sudah menelepon supir Aiera dan sekarang sudah sampai di parkiran sekolah mereka. Sedangakan Haru, Yena, dan Lia kembali berkumpul ke halaman sekolah.
Setelah mengantar Aiera Yoona dan Haru kembali ke halaman sekolah. Di sana panggung dan beberapa tempat untuk menjual makanan sudah terpasang serta beberapa hiasan juga sudah terpasang. Tidak lupa dengan arah jalan untuk menuju ke arah halaman sekolah juga sudah tersedia dengan rapi dan indah.
"Jadi sekarang kalian boleh pulang ke rumah masing-masing, karena besok kalian harus datang pukul 5 untuk menyelesaikan beberapa tugas. Oh iya, nanti kalian juga akan mendapatkan informasi tapi lewat pesan karena kakak tidak bisa menjelaskan sekarang. Dan kakak ucapkan selamat beristirahat dan pulanglah ke rumah kalian masing-masing. Sekian dulu ucapan dari kakak selamat sore," Lia segera membubarkan seluruh anggota OSISnya. Dia juga mengajak Yoona, Haru, Jina, serta Chan karena mereka satu rumah untuk mengecek kembali seluruh persiapan. Mereka memutuskan untuk tidak terpisah-pisah karena takut akan membuat beberapa masalah lagi.
Mereka mengecek seluruh persiapan sampai jam setengah tujuh malam. Lia mengantar Yoona, Haru, Jina, dan Chan untuk pergi ke depan gerbang sekolah. Sampai di depan gerbang sekolah mobil Lia sudah sampai dan terpaksa dia harus meninggalkan adik kelas mereka sendiri. Setelah kepergian mobil Lia, mobil supir Yoona sampai dan mereka segera masuk untuk pulang ke rumah dan beristirahat.
Sebelum ke rumah, Yoona, Haru, Jina, dan Chan membeli makanan siap saji untuk mereka makan. Karena mereka akan melanjutkan menyusun rencana bersama Lia dan Yena serta Aiera, Jihoon, Jinyoung, Shiro. Setelah membeli makanan mereka makan di dalam mobil sambil mencoba mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran mereka sebentar. Tepat saat mereka sampai rumah mereka disambut oleh Sanha dan Mina yang berada di depan pintu rumah. Karena lelah dan harus cepat Yoona, Jina, Haru, dan Chan segera pergi ke kamar masing-masing dan berberes-beres sebentar.
__ADS_1
Saat ini di kamar Yoona, Yoona mandi terlebih dahulu karena dia mandi lebih cepat dari Jina. Sedangkan Jina menata peralatan sekolahnya dan kemudian duduk menonton televisi bersama Sanha dan Mina. Jina juga meminta tolong kepada Sanha untuk beberapa masalah yang harus diselesaikan saat bersama dengan Lia nanti. Beberapa menit kemudian Yoona keluar dengan keadaan yang sudah rapi dan kini Jina yang segera mandi. Lalu Haru dan Chan datang ke kamar Yoona bersama-sama.
"Mana Jina?" Haru melihat ke segala arah untuk mencari Jina.
"Sedang mandilah," jawab Yoona sambil menatap Haru sedikit kesal, karena Haru menanyakan pertanyaan yang tidak begitu penting. Sambil menunggu Jina selesai mandi mereka menonton televisi bersama. Tidak lupa dengan beberapa camilan yang berada dikamar Yoona.
"Sudah," Jina keluar dari kamar mandi dan segera mengambil ponselnya. Dia mengirimkan pesan kepada Lia bahwa Dia, Haru, Yoona, dan Chan sudah siap untuk rapat bersama. Lalu mereka menunggu beberapa menit dan mendapatkan telepon dari Lia, Yena, Jinyoung, Jihoon, Daniel, dan Shiro. Setelah semua berkumpul mereka segera membahas masalah dan menyelesaikannya satu per satu.
"Satu buah panah sudah digunakan dan juga tepat sasaran," Seseorang membuat orang yang berada di depannya tersenyum dengan sangat bahagia.
"Tidak masalah, sampai beberapa panahpun kita tidak akan pernah kehabisan panah, jadi tenang saja."
Bersambung
__ADS_1