
Yoona, Jina, dan Lia berjalan mengelilingi setiap jalur yang dipenuhi dengan bazar yang juga dipenuhi pembeli. Mereka berkeliling dan mengamati satu per satu orang yang menurut mereka mencurigakan. Lia, Yoona, dan Jina juga berkomunikasi dan saling memberi informasi menggunakan handy talky yang mereka bawa.
Di lain sisi, Daniel, Shiro, dan Chan memeriksa pintu sebelah selatan untuk mencari tau adakah murid yang keluar dari halaman sekolah. Sebelumnya Lia memberi informasi jika ada yang keluar untuk ke toilet tidak apa-apa, tetapi harus ditemani. Jika mereka harus pulang atau sebagainya tidak diperbolehkan, karena takut akan terjadi sesuatu. Sesampai di pintu selatan Daniel segera bertanya kepada teman-temannya yang mendapat tugas untuk menjaga pintu selatan tersebut.
"Adakah orang yang keluar?" Daniel kepada teman-temannya yang asik bermain ponsel sambil menjaga pintu. Teman Daniel menggelengkan kepala tanda tidak ada siapapun yang keluar dari halaman sekolah melalui pintu selatan. Daniel memberikan handy talky kepada teman-temannya untuk memberi informasi jika ada yang keluar dari halaman sekolah apapun alasannya. Lalu Daniel, Chan, dan Shiro segera kembali ke tenda OSIS untuk berkumpul kembali.
Di pintu sebelah utara, sudah ada Haru, Yena, Aiera, Jihoon, dan Jinyoung yang juga akan bertanya seperti apa yang dikatakan Daniel sebelumnya.
"Tadi ada 2 anak yang ke toilet, mereka tidak mau ditemani. Jadi kita tidak menemaninya dan mereka juga sudah kembali." Jelas teman Yena yang satu kelas dengannya. Perkataan temannya membuat Yena bertanya siapa nama orang yang pergi ke toilet tersebut. Temannya memberikan buku dan Yena segera membukanya. Dibuku tersebut tertulis nama He Xin dan Eunha sang adik kelas dan musuh besar Haru dan teman-temannya.
"Baiklah, terima kasih. Tapi lain kali ikuti mereka secara diam-diam saja dan jangan biarkan satu orang keluar tanpa alasan yang jelas," Yena memberikan handy talky kepada temannya dan memberitahukan temannya, jika ada yang pergi atau ingin keluar harus memberikan informasi melewati handy talky yang dia beri. Sesudah itu mereka kembali ke tenda OSIS untuk melaporkan semua keadaan kepada Lia sang ketua OSIS.
Sekarang Lia, Yoona, dan Jina melewati jalur bazar terakhir dan setelah ini mereka akan kembali ke tenda OSIS. Mereka juga sempat membeli minuman karena kehausan saat mencoba berjalan di jalanan yang sangat dipenuhi semua orang. Beberapa menit kemudian mereka sampai terlebih dahulu dan mencoba mengobrol bersama.
__ADS_1
"Yoona, kamu kenapa?" tanya Lia saat dia melihat Yoona yang seluruh badannya bergetar.
Jina yang baru sadar langsung memegang tangan Yoona dan menggenggamnya. "Tenang Yoon, ini masih pagi menjelang siang jadi tidak usah takut." Jina mencoba menenangkan Yoona yang badannya masih saja bergetar.
Lia yang melihat Yoona seperti itu menjadi bingung. Yang membuat Yoona bergetar adalah hantu yang wujudnya tidak rupawan. Hantu tersebut berwujud acak-acakan seperti masih ada darah, baju lusuh, anggota badan hancur, dan lain sebagainya. Biasanya mereka berwujud seperti itu karena masih dipenuhi dendam dan bisa saja mereka mencelakai manusia dengan merasuki mereka ataupun menampakkan wujud mereka dan membuat manusia takut, lalu pergi meninggalkan mereka. Tapi tidak semua dari mereka bisa melakukan hal tersebut, mereka juga bisa mengajak ngobrol dengan manusia yang bisa melihat atau memiliki mata batin yang terbuka seperti Jina. Selain itu, mereka biasanya meminta bantuan kepada para manusia untuk membalaskan dendam yang belum tersampaikan. Dan saat ini yang berada dihadapan Yoona dan Jina adalah hantu seperti mereka, jadi pantas saja Yoona bergetar. Karena memang dari awal Yoona penakut, tapi dia mendapatkan takdir untuk bisa melihat mereka.
"Yoona kenapa Jin?" tanya Haru yang baru saja datang bersama Aiera, Yena, Jihoon, dan Jinyoung. Jina hanya mengirim sinyal ke Haru untuk melihat sesuatu yang berada di dekat Lia.
"Loh Ar, kamu enggak apa-apa kok jadi pucat begitu?" tanya Yena yang sadar bahwa muka Haru langsung memucat dengan cepat. Jina yang mencoba menenangkan Yoona langsung menoleh ke arah Haru. Benar saja Haru langsung pucat seperti orang yang mengalami koma. Tepat saat itu Yoona juga langsung menjadi pucat dan Daniel, Shiro, dan Chan baru saja sampai di tenda OSIS.
"Loh Yoona sama Haru kenapa kok kalian pucat begitu? belum makan? atau pusing?" tanya Daniel yang juga khawatir dengan keadaan Yoona dan Haru. Chan yang sadar bahwa Jina memberi kode langsung melihat ke arah Lia lebih tepatnya dekat Lia. Mata Chan melebar dia sadar kenapa Haru dan Yoona bisa pucat seperti orang koma.
Lia menyarankan untuk membawa Yoona dan Haru ke UKS yang buka dan selalu siap sedia dengan berbagai obat. "Chan bantuin bawa Yoona sama Haru ke UKS," kata Aiera karena dia mungkin juga paham apa yang sebenarnya terjadi kepada Yoona dan Haru.
__ADS_1
"Aku juga mau ikut," tutur Jinyoung yang sudah berada di dekat Haru dan membantunya. Jina langsung terkejut jadi Jina langsung melarang Jinyoung dan memberi usul bahwa Jinyoung harus tetap di tenda. Karena Chan dan Jina bisa mengurus Yoona dan Haru walaupun hanya berdua. Lia menyetujui perkataan Jina dan menyuruh Jina dan Chan untuk segera membawa Haru dan Yoona ke UKS terdekat.
Jina dan Chan segera membantu Yoona dan Haru. Belum saja berdiri Yoona sudah pingsan terlebih dahulu dan membuat Lia, Yena, dan Daniel panik juga merasa bersalah entah apapun alasannya. Tapi Chan dan Jina mencoba meyakinkan Lia, Yena, dan Daniel untuk tetap tenang dan tidak berpikiran apapun tentang keadaan Yoona. Secepat mungkin Chan langsung menggendong Yoona dan berjalan cepat ke UKS, sedangkan Jina dibantu Lia menuntun Haru untuk ke UKS. Sebagai gantinya jika ada apa-apa Daniel yang akan menyelesaikan semuanya.
Hantu yang tadi berada di dekat Lia juga ikut ke UKS. Baru saja sampai di UKS Jina berhenti membuat Lia juga ikut berhenti. "Pergilah, karena kamu teman-temanku takut dan menjadi pingsan." Kata Haru membuat Lia bingung dan untung saja tempat mereka berada sepi, karena jika tidak makan Jina akan dianggap aneh oleh semua orang.
"Apa maksudmu Jina?" tanya Lia baik-baik dan menahan Haru supaya Haru tidak jatuh. Sedangkan Jina hanya menatap sinis hantu yang berada di dekat Lia membuat Lia menatap Haru juga karena Lia berpikir Jina menatapnya dan menyuruhnya pergi. Bukannya pergi hantu itu malah berjalan ke arah ruangan yang ditempati Yoona.
"Tidak apa-apa kak, sebelumnya maaf kak aku harus masuk terlebih dahulu. Tolong bantu Haru masuk tidak apa-apakan?" tanya Jina kepada Lia dan Lia mengangguk untuk menyetujui perkataan Jina. Lalu Jina segera masuk ke dalam ruangan Yoona, karena saat ini Jina memiliki firasat buruk saat melihat hantu tersebut. Dia merasakan aura yang berbeda saat pertma kali melihatnya. Walaupun hantu tersebut berpenampilan dengan baju lusuh dan masih ada darah, muka setengah retak, mata yang hanya hitam dengan darah menetes, dan tangan tanpa jari. Jina merasakan aura yang berbeda dari hantu tersebut, dia sangat penasaran akan apa yang terjadi selanjutnya.
Bersambung
Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.
__ADS_1