
"Tentu saja, mengapa tidak," jawab Sanha sambil tersenyum dengan penuh kasih sayang.
Jina bercerita bahwa sebelumnya dia mendengar perkataan seseorang yang tidak dia ketahui. Tapi Jina yakin bahwa mereka merencanakan sesuatu dan mungkin berkaitan dengan perbuatan buruk. Lalu Jina juga bercerita saat dia mendadak pingsan setelah mendengarkan perkataan seseorang yang tidak dia kenal. Saat Jina pingsan dia melihat bahwa dirinya sudah meninggal. Karena itulah tanpa sadar dia bilang kepada Jihoon bahwa dia sudah tenang dan menyuruh Jihoon untuk mengikhlaskan dirinya. Jihoon adalah salah satu orang paling sedih saat berada dibayangan mimpi Jina, memang semua orang sedih tapi Jihoon sedikit berbeda dari pada teman-teman Jina sendiri seperti Yoona, Haru, dan Aiera. Begitulah Jina menceritakan apa yang dia lihat sebelumnya kepada Sanha.
"Lalu kamu mau percaya atau tidak?" tanya Sanha kepada Jina seusai Jina bercerita.
"Aku tidak tahu kak, tapi kakak harus janji sama aku bahwa kakak tidak boleh bercerita tentang ini kepada siapapun." Kata Jina memohon kepada Sanha dan Sanha hanya mengangguki perkataan Jina.
Pas setelah mereka selesai berbicara Yoona keluar dengan keadaan rambut yang masih basah. Lalu tidak lama datang juga Chan dan Haru ke kamar Yoona untuk berkumpul. Saat ini Jina hanya ingin menceritakan apa yang dia dengar saat berada di toilet. Dia sudah memutuskan hanya akan bercerita tentang kejadian tersebut saja, tidak dengan apa yang ada dibayangannya saat dia pingsan.
"Jina, kamu ada masalah?" tanya Yoona tiba-tiba membuat Jina sedikit terkejut.
"Tidak ada, memangnya kenapa?" tanya Jina kembali, karena dia sedikit tidak sadar tentang apa yang dia katakan sebelumnya kepada Jihoon.
"Benarkah? tadi Jihoon bilang kamu tiba-tiba mengigau tapi Jihoon tidak terlalu paham karena apa yang kamu katakan sedikit kurang jelas," jelas Haru kepada Jina yang berbaring di atas ranjang.
"Tidak apa-apa, hanya tentang keluarga ku saja jadi tidak begitu masalah. Aku mau cerita bolehkan?" tanya Jina kepada teman-temannya dan mendapat anggukan dari temannya. Setelah mendapatkan ijin Jina bercerita tentang apa yang dia dengar saat di toilet.
"Aku juga berpikiran seperti itu," sela Chan saat Jina masih bercerita membuat Haru sedikit kesal.
"Berpikiran tentang apa?" tanya Jina menjadi penasaran dengan perkataan Chan.
"Aku berpikir bahwa Shiro, ah tidak jadi aku tiba-tiba lupa mau bilang apa," kata Chan tiba-tiba lupa. Lalu Chan ijin kembali ke kamar untuk beristirahat, karena hari ini dia sangat lelah. Setelah kepergian Chan, Jina melanjutkan ceritanya kepada Yoona dan Haru. Mereka memberikan komentar bahwa mereka tidak akan ikut campur apapun dalam urusan orang lain dan mungkin mereka berhubungan dengan ekstrakurikuler.
"Karena sebelumnya aku dengar Shiro akan melakukan lomba entah lomba apa. Jadi aku pikir itu berhubungan dengan lomba dan katanya lombanya berkelompok jadi mungkin saja itu yang mereka bicarakan." Jelas Haru membuang perasaan negatif yang berada dikepala Jina dan Jina menjadi melupakan itu.
__ADS_1
Setelah mereka selesai bercerita, kini mereka belajar bersama dengan bimbingan dari Sanha. Setiap pulang sekolah mereka selalu belajar bersama Sanha yang dulunya dia seorang murid yang selalu mendapat rangking tertinggi di kelasnya. Tidak lupa mereka juga mengajak Aiera bervideo call untuk belajar bersama. Saat mereka selesai belajar hp milik Jina beregetar menandakan ada pesan yang masuk.
.
Temui aku di taman belakang
.
Saat itu juga Jina ijin kepada Haru dan Yoona untuk mencari udara sebentar. Haru dan Yoona percaya kepada Jina karena mereka percaya jika Jina butuh udara setelah beberapa masalah yang dia punya.
.
Kini Jina sampai di taman belakang rumah Yoona. Di sini ada Chan yang duduk di sebuah ayunan seperti hantu kecil yang menunggu seseorang. Jina ikut duduk di ayunan sebelahnya yang masih kosong.
"Kamu sudah melihat semuanya," kata Chan tiba-tiba membuat Jina terkejut dan segera menoleh ke arah Chan.
"Kamu melihat seseorang yang membicarakan sesuatu di depan toiletkan yang berhubungan dengan Shiro. Dia akan mengikuti lomba malam ini, entah itu benar atau tidak kita tidak tahu. Sehingga malam ini entah mengapa aku kepikiran, apa kau juga mengalami hal sama?" tanya Chan kepada Jina yang memperhatikannya dengan sangat serius. Jina mengangguk ke arah Chan sebagai tanda dia juga merasakan hal yang janggal.
Tidak lama Chan menjelaskan seluruh pengetahuan tentang indra yang mereka miliki secara rinci. Jina mendengarkan penjelasan Chan dengan sangat seksama. Chan juga menjelaskan mengenai masalah yang akan datang kepada mereka setiap bulannya.
"Kamu tau sebuah buku? ku pikir kamu mengetahuinya," kata Chan tiba-tiba membuat Jina bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
"Yang mana? buku yang aku baca tidak hanya satu," kata Jina kesal kepada Chan.
"Buku yang awalnya kosong, lalu tiba-tiba ada gambarnya," kata Chan membuat Jina teringat pada satu buku. Chan kembali menjelaskan tentang buku itu, bagaimana dia bisa tau, dan apakah yang dimaksud dengan buku itu. Tapi sayangnya Chan tidak bisa menjelaskan sekarang karena Yoona menelpon Jina untuk kembali ke dalam rumah, karena sudah waktunya makan malam. Jadi Jina dan Chan mengakhiri obrolan dan pergi kembali ke rumah bersama.
__ADS_1
.
"Kalian habis dari mana?" tanya Haru sambil makan dengan santainya.
"Hanya dari taman," jawab Jina seadanya, karena memang dia dari taman belakang.
"Bagaimana kalian bisa bersama?" tanya Haru lagi membuat Jina ingin menampar Haru supaya dia diam. Tapi sebelum itu ibu Haru sudah terlebih dahulu menasehati Haru untuk diam dan fokus makan.
Seusai makan, mereka kembali ngumpul bersama ke kamar Yoona. Karena hanya kamar Yoona saja yang paling besar di rumah ini. Di kamar Yoona mereka bercerita kepada Jina bagaimana Jihoon menggendongnya saat dia pingsan, bersikeras untuk tetap di uks menunggu Jina sampai tidak sengaja dia ikut tertidur. Dan itu semua yang bercerita adalah Haru membuat pipi Jina memerah karena malu. Tanpa sepengetahuan siapapun Jina mengirim pesan kepada Jihoon supaya besok mereka bisa bertemu dan Jina juga ingin berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh Jihoon. Dia berencana untuk membuatkan bekal, jadi saat Haru, Yoona, dan Chan masih bercerita Jina langsung pergi ke mimpi.
"Jin," panggil Yoona saat menyadari bahwa Jina sudah tertidur. Karena sudah menyadari mereka mengakhiri pembicaraan dan pergi ke kamar masing-masing untuk pergi ke alam mimpi yang mereka inginkan tapi tidak akan pernah terwujud.
-
Di lain sisi, beberapa orang menyiapkan rencana.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
__ADS_1
-from AuthorπΊ