
Kini Yoona, Haru, dan Aiera bisa melihat 2 anak kecil yang berada di sebelah Jina. Aiera dan Haru tidak takut bahkan mereka sangat heboh sendiri untuk berkenalan dengan ke 2 anak kecil tersebut.
"Siapa nama kalian?" tanya Aiera semangat.
"Nama ku Karin kalau dia Kayla," jawab Karin.
"Salam kenal," kata Aiera sambil tersenyum.
"Kenapa kalian lucu lucu begini sih," kata Haru seakan-akan bisa memeluk mereka.
"Aku lanjut ya penjelasannya," kata Jina mendadak menjadi serius.
"Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku bisa melihat masa depan semua orang tetapi hanya pada saat tertentu. Beberapa hari aku menyimpan buku ini, aku kembali bermimpi tentang Yoona. Yoona berada dalam bahaya seperti yang tertulis dalam kertas sebelumnya. Dan di buku ini tertulis nomor 3 dan beserta gambar-gambar berikutnya yang menurutku maksudnya kejadian ini akan terjadi pada tanggal 3," jelas Jina.
"Kenapa berhenti Jin?" tanya Aiera melihat Jina.
"Aku haus," kata Jina segera minum.
Setelah minum Jina melanjutkan penjelasannya, "Gambar di buku ini berupa binatang, ada tiga binatang semut, kucing, dan anak harimau. Mereka sepertinya digambarkan menjadi sahabat, lalu tidak lama ada kupu-kupu yang datang dan membantu dalam setiap masalah mereka. Di setiap masalah kupu-kupu selalu membantu mereka." Jelas Jina menatap satu per satu temannya.
"Jadi?" tanya Haru.
"Jadi ya begitu saja aku juga belum tahu buku ini menggambarkan kita atau bukan aku belum tahu itu. Tapi perasaan ku mengatakan bahwa buku ini menceritakan tentang kita." Kata Jina menatap teman-temannya khawatir.
"Lalu sebelum kejadian ini terjadi kita harus mencegah semuanya, terutama peran-peran hewan tersebut, begitu kah?" tanya Yoona.
"Pintar, kita harus cepat-cepat mencari tahu siapa diantara kita yang akan menjadi hewan-hewan ini." Kata Jina mulai berpikir.
"Kita tidak akan tahu secepat ini Jin," balas Aiera.
"Tetapi setidaknya kita harus memecahkan misteri ini," kata Jina sedikit keras.
"Sambil memecahkan ini kita harus membantu Yoona supaya terbiasa dengan kehadiran mereka," kata Jina menatap Yoona yang wajahnya sedikit pucat.
Jina mengajak Yoona, Haru, dan Aiera ke kamar nenek nya dulu. Nenek Jina meninggal setelah beberapa hari Jina lahir yang membuat Jina sedikit sakit hati, karena dia tidak bisa mengingat wajah nenekn ya dulu. Kata ibu Jina nenek nya dulu adalah seorang perempuan biasa dan nenek nya bisa membaca pikiran orang serta melihat masa depan orang. Jadi Jina mendapatkan satu keahlian atau keturunan dari nenek nya.
Di kamar nenek nya banyak sekali makhluk yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Mereka yang ada di kamar nenek nya kebanyakan anak kecil, karena dulu nenek nya sangat menyukai anak kecil terutama Jina sendiri.
"Ya ampun Jina mereka sangat lucu," kata Haru kagum.
"Halo kakak Jina," kata mereka dengan jumlah 8 anak kecil.
"Hai maaf membawa temanku ya. Temanku yang satu ini takut kepada makhluk seperti kalian jadi aku membawanya kemari supaya dia tidak takut kepada kalian." Kata Jina sambil merangkul pundak Yoona.
__ADS_1
"Nama teman-teman kakak siapa?" tanya salah satu dari mereka.
"Ini yang paling penakut adalah Yoona, ini Haru, dan dia Aiera." Kata Jina memperkenalkan teman-temannya.
"Kak Yoona kenapa kakak takut dengan kita?" tanya salah satu dari mereka lagi.
"Kamu lucu banget sih, nama kamu siapa?" tanya Aiera.
"Namaku Vily, salam kenal kak Aiera." Kata Vily senyum bahagia.
"Salam kenal," kata Aiera balik.
"Jadi kita harus bagaimana supaya teman kakak tidak takut?" tanya Vily.
"Kalian cukup melakukan akting yang lucu saja karena dia sangat suka yang lucu-lucu," kata Jina kepada Vily.
"Baiklah, kakak-kakak silakan duduk ke tempat tidur nenek saja aku akan bersiap-siap sebentar." Kata Vily pergi bersama teman-temannya.
"Jina kamu kan bisa melihat mereka, tetapi apakah kamu pernah melihat nenek mu?" tanya Yoona membuat Jina sedikit sedih.
"Mereka bisa kita lihat kalau mereka ingin memunculkan diri, tetapi aku belum pernah melihat nenek ku jadi ya selama ini aku belum pernah melihatnya." Jelas Jina kepada Yoona.
Tidak lama Vily dan teman-temannya mulai muncul dengan baju dan sepatu yang membuat mereka seperti anak kecil yang bisa dilihat para manusia. Kemudian mendekati Yoona perlahan-lahan dan Yoona sendiri berusaha tidak menghindar.
"Haruskah?" tanya Yoona.
"Tentu saja," jawab Vily sambil tersenyum sangat manis.
Yoona membalas jabatan tangan Vily dengan sedikit gemetar. Jina yang melihat perkembangan Yoona hanya tersenyum bahagia. Sedangkan Haru san Aiera hanya bisa menikmati adegan Yoona bersama Vily.
"Nah Yoona sudah malam jadi hari ini sampai di sini saja ya," kata Jina mengubah suasana.
"Dan Haru dan Aiera aku akan menutup mata batin kalian lagi, jadi kemari lah dan mendekatlah kepada ku." Jelas Jina menyuruh Aiera dan Haru mendekat kepadanya.
Jina segera memegang pelipis Haru dan Aiera untuk beberapa saat. Setelah itu Haru dan Aiera membuka mata mereka dan Vily serta teman-temannya tidak mereka lihat.
"Jina apakah kamu mau ke rumah ku tinggal lah bersama ku," kata Yoona memelas.
"Iya aku akan tinggal bersama kamu untuk beberapa minggu ke depan, karena aku juga sudah dapat perintah dari mama kamu." Kata Jina menunjukkan ponsel yang berisikan pesan dari mama Yoona yang menyuruh Jina tinggal bersama dengan Yoona dan tidur sekamar.
"Lalu barang-barang kamu?" tanya Yoona.
"Sudah ada di kamar milikmu," jawab Jina.
__ADS_1
"Ya sudah ayo ke rumah Yoona," kata Jina mengajak mereka keluar rumah.
Yoona, Haru, Jina, dan Aiera berjalan sangat lama, karena rumah Jina yang mempunyai luas cukup besar. Yoona, Jina, Haru, dan Aiera harus melewati tangga dan taman yang menghubungkan bangunan lama dan bangunan baru. Setelah beberapa menit mereka berjalan kini mereka sampai di ruang tamu dan mulai menunggu supir Aiera yang belum datang untuk menjemputnya. Sampai beberapa menit kemudian supir Aiera sudah sampai dan Aiera segera pamit kepada Yoona, Haru, dan Jina. Setelah itu Aiera segera masuk ke mobil dan pulang ke rumahnya.
"Nanti Jin kamu akan tidur di kamar Yoona?" tanya Haru yang masih duduk di sofa ruang tamu.
"Ya iya lah," jawab Yoona sedikit keras.
"Apakah ibumu memberikan kamu ijin untuk tinggal di rumah Yoona?" tanya Haru lagi.
"Ibu ku sudah memberikan ijin kok mau sampai kapanpun aku tinggal di rumah Yoona, ibu ku tidak keberatan untuk itu. Karena ibu ku sendiri selalu sibuk dengan pekerjaannya." Jelas Jina menatap Haru dan Yoona bergantian.
"Ya sudah yuk," ajak Yoona keluar karena supir sudah sampai.
Tiba-tiba...
.
Visual Karin
-
🌺Kayla
-
🌸Vily
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.
__ADS_1
-from Author🌺