Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
D-Day


__ADS_3

Yoona, Jina, Chan, dan Haru kini sedang bervideo call bersama Lia, Yena, Daniel, Aiera, Jihoon, Jinyoung, dan Shiro. Mereka berdiskusi mengenai pembagian kelompok untuk berjaga-jaga dan berpatroli. Sebelumnya Jina sudah membuat beberapa kelompok untuk berjaga-jaga termasuk menjadi staff, jadi dia memberikan pendapatnya kepada Lia.


Untuk berjaga-jaga disetiap sisi, mereka hanya memilih anggota biasa. Lalu untuk berjaga di ruang bintang tamu dan menjadi staff, mereka tidak melakukannya karena para guru yang akan mengurus hal tersebut. Pastinya guru yang masih muda dan di sekolah Yoona sangat banyak guru-guru yang masih muda. Lalu untuk menjaga pintu utara mereka menyuruh Haru dan Jinyoung berjaga dan sebelah selatan Jina dan Jihoon. Kemudian untuk bergantian yang utara Daniel dan Lia, sedangkan selatan Yena dan Chan. Karena Aiera masih sakit jadi mereka hanya akan mengajak Aiera berpatroli takut Aiera kenapa-napa.


"Ide yang bagus, Li jadiin ketua OSIS aja deh dijamin enggak nyesel." Daniel sambil memberi jempol untuk ide Jina yang begitu cemerlang. Lia menatap Daniel sinis karena perbuatan Daniel yang sedikit seenaknya saja.


"Aku terima saran mu Jina, bagaimana dengan yang lain?" Lia menerima saran Jina dengan senang hati karena saran Jina ide yang cemerlang. Sebelumnya Jina membuat saran ini bersama dengan Shiro yang banyak membantunya. Dia juga berencana untuk mengajak Shiro ke acara sekolahnya tersebut. Bukannya Jina yang mengajak Shiro, tetapi Shirolah yang ingin ikut ke acara tersebut dan mau tidak mau Jina menyetujuinya. Hanya Chan, Haru, dan Yoona saja yang tau dan mungkin nanti Aiera juga akan tau, karena mereka akan pergi bersama.


"Nah, kalau begitu aku akan memberitahu semua orang untuk pembagian tugasnya ya. Mereka kecuali kalian akan membantu para guru dengan bergantian, karena mereka juga harus ikut bersenang-senang pastinya." Daniel membuka suara dan mulai membuka ponselnya yang dia pakai untuk sekolah. Daniel mulai mengetik beberapa pembagian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Jina. Setelah mengetik pesan yang cukup panjang Daniel segera mengirimkannya ke grup OSIS supaya dapat dibaca oleh semua orang.


"Ya sudah sih itu saja, kalau begitu aku tutup teleponnya ya?" tanya Lia karena dia harus menggunakan ponselnya untuk kegiatan yang lain.


Lia memutuskan panggilan dan diikuti oleh Yena, Daniel, Jihoon, Jinyoung, Shiro, dan Aiera. Kini diskusi bersama Lia sudah selesai, tetapi ada yang masih mengganjal dihati Yoona entah apapun itu. Dia masih ingin berdiskusi dengan cukup panjang, tetapi dia tidak tau apa yang harus dibicarakan.


"Yoon masih ada yang mengganjalkan?" tebak Jina tiba-tiba membuat Yoona sedikit terkejut. Yoona mengangguk tanda bahwa memang ada sesuatu yang mengganjal.

__ADS_1


"Kita tidak akan membuat rencana?" tanya Haru kepada teman-temannya sambil berharap akan ada sesuatu yang dapat menarik perhatiannya.


"Tidak, biarkan saja dulu apa yang akan dilakukan oleh mereka sampai kita benar-benar mendapatkan petunjuk." Jina tersenyum dan segera naik ke ranjang untuk segera tidur.


Saat melihat Jina naik ke ranjang, mau tidak mau Haru dan Chan harus keluar dari kamar Yoona. Mereka berdua juga lelah jadi harus segera istirahat di kamar masing-masing. Setelah Chan dan Haru keluar Yoona segera naik ke ranjang dan mencari posisi ternyaman untuk tidur.


Kini hari sudah berganti, jam sudah menunjukkan pukul 4. Alarm kamar Yoona berbunyi membuat pemiliknya terbangun dari mimpi. Yoona segera membuka matanya dan duduk untuk mengumpulkan nyawanya kembali. Jina yang tadinya tidur kini juga ikut terbangun.


"Siapa yang akan mandi?" Yoona mengambil ponselnya untuk mengecek notifikasi. Sedangkan Jina segera masuk kamar mandi dan secepatnya harus selesai sebelum jam setengah lima pagi.


"Kakak akan kemana berpenampilan rapi seperti ini?" Mina melihat pakaian yang digunakan oleh Sanha, dari atas hingga bawah. Dia benar-benar ingin tau kemanakah Sanha akan pergi.


Tepat dengan saat itu Jina selesai mandi dan Yoona segera masuk ke kamar mandi. Jina menanyakan kepada Sanha apakah para bocah tau tentang hal ini. Sanha menggelengkan kepala tanda tidak tau. Karena Sanha dan Jina saling mengirim sinyal, Mina yang juga berada di situ ikut terabaikan bagaikan angin yang lewat.


"Tolong jangan abaikan aku seperti ini. Kalau kalian benar-benar mengabaikan ku maka kalian benar-benar sangat jahat," kata Mina sambil menciutkan bibirnya membuat Jina gemas ingin mencubit, tapi bagaimanapun Jina juga tidak bisa memegang sembarang hantu.

__ADS_1


Shiro menyenggol lengan Jina dan berkata, "tolong jelaskan kepadanya." Jina hanya menghela nafas berat karena dari kemarin saja dia sudah lelah berbicara apalagi menjelaskan cerita yang cukup panjang dan menarik baginya. Jina segera menceritakan semuanya kepada Mina yang sangat ingin tau. Setelah menceritakan Mina justru ingin ikut juga, tapi dengan cepat Jina melarang Mina. Karena dia tidak mau merepotkan hantu sedikitpun, jadi dia menyuruh Mina untuk tetap di rumah menjaga Yuqi dan Felix. Tepat saat itu Yoona keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut yang basah.


Yoona bertanya-tanya apa yang telah terjadi hingga suasana di kamarnya menjadi canggung begini. Sebelum Yoona menanyakan Mina sudah pergi begitu saja pasti dengan cara yang kurang sopan. Shiro dan Jina hanya menggelengkan kepala lemas memaklumi hantu anak kecil tersebut yang sangat ingin keluar dari rumah Yoona setidaknya hanya beberapa waktu saja. Kemudian tidak lama datanglah Haru dan Chan yang juga berpenampilan rapi seperti Jina dan Yoona.


"Tumben banget kamu rapi seperti ini, tapi tidak apa-apa karena tapi lebih baik daripada berantakan." Kata Jina kepada Haru yang benar-benar menarik perhatian Jina dari awal. Tidak biasa bagi Jina mengetahui Haru yang benar-benar berpakaian rapi seperti ini. Dari lantai bawah terdengar teriakan mama Haru menandakan makanan sudah siap untuk dimakan.


Secepatnya Yoona, Haru, Jina, dan Chan segera turun ke bawah dan segera makan dengan lauk yang lebih banyak daripada nasi. Beberapa menit setelah makan mereka segera berpamitan kepada ibu Haru dan segera pergi ke rumah Aiera untuk menjemputnya. Karena dari awal mereka sudah memutuskan akan berangkat bersama-sama seperti biasanya. Saat perjalanan Jina membuka mata batin Haru supaya Haru dapat melihat keadaan Shiro yang berpenampilan rapi.


"Bagaimana bisa kamu sangat tampan," kata Haru membuat orang yang dipuji hanya terpaku malu dan kembali mengobrol dengan Chan mengenai suatu hal.


Suatu hal apakah itu?


Bersambung


Tunggu updatean selanjutnya ya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2