Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Keberanian Yoona


__ADS_3

Di kamar Yoona hanya ada Yoona, Haru, dan Mina, sedangkan Felix dan Yuqi pergi keluar untuk bermain. Tidak lama Jina masuk ke kamar sambil membawa sebuah kotak bersama Sanha.


"Apa itu Jin?" tanya Yoona menatap Jina.


"Kami sudah tidak takut?" tanya Jina menatap Yoona.


"Ya bisa dibilang begitu, tetapi kalau mukanya kayak Mina tadi aku masih takut." Jawab Yoona kepada Jina.


"Kamu takut dengan film hantu?" tanya Jina.


"Tidak," jawab Yoona.


"Film paling seram?" tanya Jina lagi.


"Iya," jawab Yoona.


"Kalau begitu buktikan kepada kita," kata Sanha ikut duduk di ranjang.


"Haru apakah kamu takut dengan wajah Mina tadi?" tanya Jina menatap Haru.


"Awal sih takut tapi kemudian sudah tidak," jawab Haru sambil memakan camilan yang ada di kamar Yoona.


"Coba kamu seperti Haru Yoon," tutur Sanha.


"Maksud kakak?" tanya Yoona.


"Lihat filmnya terlebih dahulu saja," kata Jina memotong obrolan Sanha dengan Yoona.


Tidak lama film yang tadi dibawa oleh Jina segera dimulai. Jina segera berdiri dan mematikan lampu kamar Yoona. Jina juga mempercepat film karena kalau diputar semua maka akan selesai sampai malam. Yoona hanya memperhatikan film dan saat hantu yang berada di dalam film muncul dia tidak terlihat begitu takut.


Tidak begitu takut -batin Jina.


Jina menatap Sanha dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan Sanha hanya mengangguk sebagai tanda dia paham dengan maksud Jina.


Tidak lama film telah berakhir dan Yoona sama sekali tidak takut. Jina mendekati Yoona sedangkan Haru segera pergi ke kamarnya untuk segera tidur karena besok masih sekolah.


"Hari ini sampai di sini dulu besok kita lanjutkan," kata Sanha langsung menghilang diikuti Mina.


"Sekarang kita harus tidur karena besok masih harus sekolah, kamu bisa tidur kan Yoon?" tanya Jina kepada Yoona.


"Iya, tetapi jangan tidur terlebih dahulu dan biarkan aku tidur lebih dahulu," kata Yoona segera mencari posisi untuk dia tidur.


Beberapa menit kemudian Yoona sudah tertidur dan Jina belum tidur karena sudah terbiasa untuk Jina belum tidur tengah malam. Sampai jam menunjukkan pukul 12 tepat Jina belum tidur.


"Kamu belum tidur?" tanya Sanha yang tiba-tiba muncul.


"Belum," jawab Jina.


"Cepat tidur," suruh Sanha.


"Memang kakak siapa ku," jawab Jina tidak suka.


"Ayo lah Jina kamu besok harus sekolah, jadi cepat tidur." Kata Sanha memohon kepada Jina.


"Kamu menghilang lah maka aku akan tidur," kata Jina mulai mengambil posisi untuk tidur.


"Baiklah selamat malam," kata Sanha kemudian menghilang.


Selamat malam juga -batin Jina dan segera pergi ke mimpinya.


.

__ADS_1


.


Kini hari ke 2 MOS telah dimulai. Yoona, Haru, dan Jina baru saja sampai di sekolah dan segera masuk ke kelas. Sebelum itu mereka bertemu dengan Aiera yang juga baru saja datang.


"Pagi kalian," sapa Aiera pagi itu.


"Pagi," jawab Yoona, Haru, dan Jina bersamaan.


"Bagaimana dengan Yoona kemarin?" tanya Aiera.


"Ya begitulah," jawab Jina.


Setelah beberapa langkah berjalan kini Yoona, Haru, Aiera, dan Jina sampai di kelas. Semua terlihat tenang tetapi tidak dengan Yoona karena dia melihat beberapa dari mereka yang berada di kelas.


"Rara tukar tempat duduk ya, kasihan Yoona." Kata Jina kepada Aiera yang duduk di sebelah Yoona.


"Iya," jawab Aiera segera berdiri dan pindah ke tempat duduk Jina.


"Yoon santai saja kalau kamu takut maka anak-anak lain akan menganggap dirimu aneh," bisik Jina kepada Yoona.


"Tapi mereka wajahnya kayak Mina kemarin Jin," balas Yoona pelan.


"Tidak apa-apa, mereka juga tidak jahat." Kata Jina menenangkan Yoona.


"Pagi kalian," sapa Jinyoung yang baru saja datang bersama Shiro dan Jihoon.


"Pagi," balas Haru.


"Loh Yoona kenapa kok mukanya pucat?" tanya Shiro yang khawatir.


"Enggak apa-apa kok cuma sedikit kelelahan." Jawab Yoona bohong.


"Loh kok sudah kayak kenal lama sama Jina," kata Jinyoung kepada Jihoon.


"Teman SD," jawab Jihoon dan Jina bersamaan.


"Cie... Bersamaan awas jodoh loh," goda Jinyoung.


"Jangan lupa pajaknya," lanjut Aiera.


"Langsung aja KUA," lanjut Haru yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jina dan Jihoon.


"Iya, bawa ke UKS saja Jin kasihan pucat gitu," kata Shiro memperhatikan wajah Yoona.


"Cie... Perhatian sekali kakak," goda Jinyoung lagi.


"Jinyoung juga bawa saja Jin kayak nya dia juga sakit," suruh Shiro.


"Enak saja," balas Jinyoung.


"Ke UKS Yoon?" tanya Jina.


"Enggak usah," jawab Yoona sambil tersenyum supaya Shiro percaya kepadanya.


"Nah kan Yoona saja enggak mau, jadi lebih baik kalian duduk sana." Kata Jina mengusir Shiro, Jinyoung, dan Jihoon dari tempat duduknya.


Tidak lama bel berbunyi dan hari MOS ke 2 telah dimulai. Selama MOS berlangsung Yoona mencoba untuk tidak takut kepada mereka karena wajahnya bisa-bisa pucat dan membuat orang lain khawatir kepadanya.


Ayo lah Yoon kamu pasti bisa -batin Yoona kepada diri sendiri.


Semangat Yoona -batin Jina sambil melirik ke arah Yoona.

__ADS_1


Selama MOS berjalan para kakak kelas mengenalkan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengajak semua orang segera menentukan ekstrakurikuler mereka. Setelah beberapa jam kini bel istirahat berbunyi membuat Yoona sedikit bersyukur. Jina segera mengajak Yoona, Haru, dan Aiera untuk pergi ke kantin.


"Kalian ingin ekstrakurikuler apa?" tanya Aiera membuka pembicaraan.


"Belum tahu," jawab Haru dan Jina bersamaan.


"Yoon kamu enggak apa-apa?" tanya Aiera mengkhawatirkan Yoona.


"Eh iya enggak apa-apa kok Ra," jawab Yoona sambil tersenyum.


"Selamat makan," kata Haru segera memulai acara makannya.


"Selamat makan," balas Yoona, Jina, san Aiera bersamaan.


Yoona, Jina, Haru, dan Aiera segera memakan makanan masing-masing. Setelah makanan mereka habis barulah mereka melanjutkan mengobrol.


"Kalian mau ikut OSIS enggak?" tanya Aiera.


"Belum tahu sih," jawab Yoona.


"Ayo ikut," ajak Haru.


"Iya ayo Yoon, Ra sekali-kali kita ikut," kata Jina mengajak Aiera dan Yoona.


"Aku enggak ikutan karena ibu ku selalu melarang ku untuk ikut acara OSIS seperti itu, tapi kalau aku enggak ikut sendirian dong." Jelas Aiera menjadi bingung.


"Ya sudah ikutan saja Ra," balas Yoona.


"Kamu sendiri?" tanya Aiera menatap Yoona.


"Aku ikut kalian saja," balas Yoona.


"Ya sudah kalau begitu aku juga akan ikut." Kata Aiera pasrah yang membuat Haru dan Jina bahagia.


"Tapi katanya hanya beberapa murid yang akan diterima dan sisanya diundang," jelas Haru.


"Maksudnya?" tanya Jina.


"Anggota OSIS akan dipilih secara acak dan tidak sembarangan, karena itu banyak orang-orang yang ingin ikut OSIS." Jelas Haru kepada Jina.


"Aku tahu itu," balas Yoona.


"Kalau kita enggak dapat undangan bagaimana?" tanya Aiera.


"Ya sudah berarti kita belum beruntung untuk menjadi OSIS," balas Haru.


"Kita dapat undangan seperti apa?" tanya Jina.


"Semacam pesan kok," jawab Yoona.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.


-from Author🌺

__ADS_1


__ADS_2