
Setelah mandi Haru dan Aiera segera pergi ke kamar Yoona. Di kamar ada Yoona, Jina, Sanha, Felix, Mina, dan Yuqi yang sedang duduk disofa. Haru dan Aiera segera duduk ke sebelah Yoona dan Jina. Tidak lama kemudian Sanha mulai menjelaskan mengenai Felix yang menangis secara tiba-tiba.
.
Sanha menjelaskan bahwa Felix mempunyai beberapa masa lalu dan salah satu masa lalunya mirip dengan apa yang diceritakan Sanha saat bermain mafia. Awalnya Sanha tidak tahu mengenai hal tersebut, terutama Felix adalah anak yang pemalu. Jadi Sanha memutuskan untuk membawa Felix dan menyuruh Felix bercerita saat sedang bersamanya. Setelah mendengar cerita Felix Sanha cepat-cepat meminta maaf karena dia tidak tahu kalau Felix mempunyai masa lalu seperti apa yang dia ceritakan. Sanha menjelaskan semua hal yang diceritakan oleh Felix sebelumnya kepada Yoona, Haru, Aiera, dan Jina.
Sesuai dengan cerita yang Sanha ceritakan saat bermain mafia tentang 2 orang yang bekerja sebagai pembunuh bayaran. Di masa lalu Felix salah satu orang tersebut ada ayahnya yang juga bekerja sebagai pembunuh bayaran. Sehingga membuat ayahnya mendapatkan hukuman yang membuat nyawa ayahnya tidak bisa lagi berada di samping Felix. Saat itu Felix masih bayi dan karena ayahnya yang meninggal dunia ibu Felix menjadi kehilangan akal. Sampai terpaksa Felix harus dirawat dengan neneknya yang kini juga sudah meninggal. Di rumah neneknya Felix mendapat kasih sayang yang sangat penuh dan dengan harta yang bisa dibilang sangat cukup banyak karena paman, tante, bibi Felix bekerja dengan gaji yang cukup tinggi. Sejak kecil keinginan Felix selalu dipenuhi oleh neneknya yang masih bisa merawatnya dengan sangat baik.
Beberapa bulan kemudian nenek Felix jatuh sakit dan membuatnya tidak bertahan lama lagi. Setelah neneknya dimakamkan Felix dirawat oleh pembantu rumah yang dulunya sangat dipercaya oleh neneknya. Tetapi sungguh kejam keluarga dari pembantu yang dipercaya ini haus harta sehingga membuat Felix disekap dan paman, bibi, tantenya harus membayar uang sebanyak mungkin karena saat neneknya meninggal semua harta dikembalikan kepada tante, paman, dan bibinya.
Sampai suatu hari Felix dibangunkan oleh pembantunya dan membuka ikatan Felix. Pembantunya ini sangat baik bagi Felix karena dia sudah membuat Felix pergi dari tempat yang menyeramkan bagi anak seumurnya. Pembantu ini mengantarkan Felix dan mencarikan Felix mobil untuk pergi ke rumah tantenya. Tidak lupa semua sertifikat diberikan kepada Felix saat dia berada di dalam mobil. Beberapa detik kemudian mobil berjalan ke arah rumah tante Felix. Sebelum bahagia selalu saja ada kesengsaraan yang terjadi. Felix dan supir mobil mengalami kecelakaan dan membuat Felix meninggal.
Saat menjadi hantu Felix tidak sedih karena dia sudah bahagia melihat tante, paman, dan bibinya yang tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menyelamatkan dia. Mungkin ini takdir pikir Felix. Selain itu Felix juga sudah membaca surat yang sudah dibuat oleh neneknya. Surat ini berisi bahwa Felix harus jaga kesehatan dan rajin belajar sampai menjadi seperti pamannya bukan ayahnya, karena nenek Felix tidak mau Felix haus harta seperti ayahnya. Dan di dalam surat ini neneknya mengucapkan terima kasih kepada Felix karena sudah merawatnya dengan sangat baik yang membuat Felix menangis saat membaca surat tersebut.
.
"Aiera sudah Ra ceritanya sudah habis," kata Jina menenangkan Aiera yang masih menangis setelah mendengarkan cerita masa lalu Felix yang diceritakan oleh Sanha.
"Tapi kasihan banget Felix, padahalkan dia tidak tahu apa-apa." Kata Aiera sambil mengusap air matanya yang sebelumnya jatuh karena mendengarkan cerita Felix.
"Yoona juga nangis?" tanya Sanha menatap Yoona yang sedang mengusap matanya mengunakan sweater yang kebesaran.
__ADS_1
"Enggak kok cuma kelilipan saja," jawab Yoona sambil tersenyum. Sedangkan Haru dan Jina tidak menangis tetapi mereka juga tahu betapa sakitnya saat menjadi Felix yang meninggal tanpa dosa.
"Eh iya, Yoon ayo makan malam pasti ibu sudah menunggu." Ajak Haru memecahkan suasana yang sebelumnya penuh drama.
"Ya sudah kalian makan saja dulu, sedangkan Mina, Felix, dan Yuqi biar di sini saja menonton televisi." Kata Sanha yang ikut fokus memperhatikan televisi bersama Yuqi, Mina, dan Felix yang matanya sedikit bengkak.
Tidak lama Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera turun untuk makan malam takut kalau ibu Haru menunggu terlalu lama. Sesampai di sana mereka langsung mengambil makanan secukupnya dan langsung makan. Beberapa menit kemudian Yoona, Jina, dan Aiera berterima kasih karena sudah menyiapkan makan malam dan membuat ibu Haru sadar kalau mata Aiera sedikit bengkak karena menangis terlalu lama.
"Loh Rara kenapa kok matanya bengkak?" tanya ibu Haru mendekat kepada Aiera.
"Tidak apa-apa kok bibi tadi habis lihat film yang terharu jadi menangis deh," kata Aiera berusaha meyakinkan ibu Haru supaya ibu Haru tidak khawatir.
"Benar? Bukan sakit?" tanya ibu Haru sekali lagi untuk memastikan.
"Selamat malam," jawab ibu Haru sedikit keras.
-
Kini Yoona, Haru, Aiera, dan Jina berada si kamar Yoona bersama Sanha, Yuqi, Mina, dan Felix. Aiera dan Haru memilih jadwal untuk besok karenakan besok hari minggu dan mereka harus jalan-jalan. Sedangkan Yoona dan Jina ikut menonton televisi bersama Sanha, Yuqi, Felix, dan Mina. Haru dan Aiera sangat berisik membuat Jina marah-marah kepada mereka dan mereka langsung diam karena tidak berani membalas perkataan Jina.
"Jadi besok kita akan kemana?" tanya Yoona memecahkan suasana karena Jina yang masih marah.
__ADS_1
"Ke toko buku saja karenakan tadi enggak jadi," jelas Aiera sambil memakan popcorn yang ada di kamar Yoona.
"Mau beli buku?" tanya Sanha.
"Iya, buku pelajaran sekalian novel." Balas Haru percaya diri bahwa dia akan belajar dengan buku setelah dia membeli bukunya.
"Kalau begitu sekarang kalian tidur saja. Aku, Yuqi, Mina, dan Felix akan pergi," kata Sanha mulai berdiri diikuti Felix, Yuqi, dan Mina.
"Selamat malam," kata Sanha, Felix, Yuqi, dan Mina.
"Selamat malam," jawab Yoona, Haru, Aiera, dan Jina bersamaan. Setelah Sanha, Felix, Yuqi, dan Mina pergi Haru dan Aiera juga segera ke kamar Haru untuk tidur. Sebelum tidur Yoona membereskan kamarnya yang sedikit kotor karena perbuatan Haru dan Aiera yang sama sekali tidak memperhatikan kebersihan kamar Yoona. Saat bersih-bersih Yoona dibantu dengan Jina supaya cepat selesai. Beberapa menit kemudian mereka segera naik ke atas ranjang dan pergi ke alam mimpi masing-masing, tidak lupa mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu yang hanya mengeluarkan sedikit cahaya.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
__ADS_1
-from AuthorπΊ