
Hari ini adalah hari terakhir MOS dan penutupan MOS akan dilaksanakan hari ini. Yoona, Haru, dan Jina datang lebih awal dari pada biasanya. Karena mereka bangun terlalu pagi dan membuat mereka tidak bisa tidur lagi kalaupun mereka tidur lagi pasti akan bangun jam 8 dan akan membuat mereka tidak akan ke sekolah.
"Tumben datang pagi-pagi," kata Aiera yang baru saja datang.
"Iya, terbangun lebih awal," jawab Haru sambil menguap.
"Kalian tidur jam berapa? Kok masih ngantuk begini," kata Aiera memperhatikan satu per satu teman nya.
"Jam 8 malam," jawab Yoona sedikit mengantuk.
"Jam 8 malam? Lalu kenapa kalian masih mengantuk?" tanya Aiera lagi.
"Aiera tolong diam sebentar saja," kata Jina menyuruh Aiera diam.
"Ayo ke toilet kita cuci muka sekali lagi supaya tidak mengantuk begini," kata Aiera menarik teman nya satu per satu.
"Aduh Aiera, aku itu lelah," kata Jina malas.
"Ayo lah Jina," kata Aiera mencoba membangunkan Jina dari tempat duduknya.
Setelah itu Aiera mengajak Yoona, Haru, dan Jina ke toilet. Sesampai di toilet Aiera memberikan sabun cuci mukanya yang setiap hari berada di dalam tas miliknya.
"Ini pakai," suruh Aiera kepada teman-teman nya.
"Dari mana kamu dapat ini?" tanya Yoona saat Haru sedang memakainya.
"Aku membawanya," jawab Aiera sambil tersenyum manis.
"Tunggu kalau kita cuci muka otomatis bedak kita luntur dong," kata Jina baru sadar.
"Aku membawa bedak, sunscreen, toner, dan apapun lah pokoknya lengkap." Balas Aiera sambil mengangkat tas kecil yang dia bawa saat ingin ke toilet.
"Kamu seperti mau lomba kecantikan saja Ra," kata Haru setelah mencuci wajahnya.
"Jangan banyak bicara cepat pakai skincare nya," suruh Aiera yang risih karena mendapatkan ceramah dari teman-teman nya.
Seusai mencuci muka dan pakai skincare lainnya Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera kembali ke kelas yang tidak jauh dari toilet. Di perjalanan Haru tidak sengaja menabrak seorang perempuan yang sedang berjalan.
"Maafkan aku," kata Haru meminta maaf.
"Kalian itu bagaimana sih," balas perempuan tersebut.
"He Xin kenapa?" tanya salah satu teman nya.
"Aku tidak sengaja menabrak nya jadi maafkan aku," kata Haru meminta maaf lagi.
"Kalian itu kalau jalan pakai mata atau enggak sih," kata He Xin kesal.
"Teman kami sudah bilang minta maaf, kalau anda tidak mau memaafkan tidak apa-apa, kami duluan." Kata Aiera menarik Haru untuk pergi dari sana diikuti Yoona dan Jina yang berada di belakang.
Setelah beberapa langkah kini mereka sampai di kelas. Aiera segera memasukkan skincare nya ke dalam tas miliknya. Tidak lama Shiro, Jinyoung, dan Jihoon ikut mengobrol.
"Kenapa muka Haru seperti harimau yang waktu tidurnya terganggu?" tanya Jinyoung ingin tahu.
"Enggak perlu tahu bisa kan," jawab Haru sedikit keras.
__ADS_1
"Ar tenanglah kan dia hanya tanya," kata Aiera menenangkan Haru.
"Jadi tadi itu kita habis dari toilet terus Haru tidak sengaja menabrak orang. Haru sudah minta maaf tetapi orang ini malah terus menyalahkan Haru san membuat Haru semakin naik darah. Sebelum itu Aiera sudah menarik Haru terlebih dahulu," jelas Jina panjang lebar.
"Perempuan?" tanya Shiro.
"Iya," jawab Yoona.
"Namanya?" tanya Shiro lagi.
"He Xin kalau enggak salah sih," jawab Jina.
"He Xin?" tanya Jihoon memastikan.
Jina mengangguk, "Iya, kamu kenal dia?" tanya Jina.
"Tetangga, dulu dia itu tukang menghina tapi enggak tahu deh sekarang bagaimana karena sudah lama juga aku enggak ketemu sama dia karena pindah rumah." Jelas Jihoon panjang lebar.
"Ada apa ini, kenapa kamu yang dingin tiba-tiba meleleh begini? Apa karena Jina yang tanya?" goda Jinyoung.
"Memang kapan aku dingin?" tanya Jihoon balik.
"Begini nih kenapa sih kalau ditanya itu selalu saja nanya balik," kata Jinyoung kesal.
"Tapi tadi ada satu teman perempuan sepertinya sedikit tomboi," kata Jina.
"Rambut pendek?" tanya Jihoon yang mendapat anggukan dari Jina.
"Sepertinya Eunha," kata Jihoon lagi.
"Kamu sepertinya dekat sekali sama Jina ya Hoon, ada apa nih." Goda Jinyoung yang mendapat tamparan dari Jihoon.
"Iya, kalian juga dapat?" tanya Yoona.
"Iya," jawab Shiro.
"Rara jadi dapat enggak?" tanya Haru ingin tahu.
"Dapat kok," jawab Aiera yang mendapat pelukan dari Haru.
Tidak lama bel berbunyi dan kakak OSIS mulai masuk ke kelas. Mereka mengantar semua murid kelas 7 untuk pergi ke arah lapangan upacara. Sesampai di sana semua murid setiap kelas di tata secara rapi.
Setelah tertata rapi kakak-kakak OSIS terutama ketua OSIS memulai penutupan MOS ditemani oleh kepala sekolah. Acara penutupan MOS dilakukan sedikit meriah. Membuat para murid kelas 7 teriak heboh.
Acara penutupan tidak berlangsung lama dan kakak-kakak OSIS mengantar siswa kelas 7 untuk kembali ke kelas masing-masing. Setelah sampai di kelas kakak-kakak OSIS menunggu sampai wali kelas 7A datang ke kelas. Sampai 3 menit kemudian wali kelas masuk ke kelas 7A dan berkenalan kepada semua siswa kelas 7A. Beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi membuat seluruh siswa berteriak histeris.
"Ketua kelas kita namanya siapa?" tanya Jina yang sudah lupa.
"Lala dan wakilnya Nao," jawab Yoona.
"Sudah jangan bicara dulu sekarang kalian harus fokus makan," suruh Aiera memotong pembicaraan.
Yoona, Haru, Aiera, dan Jina fokus memakan makanan masing-masing. Setelah semua makanan habis barulah mereka melanjutkan pembicaraan. Baru beberapa menit mereka mengobrol ada seseorang yang tidak sengaja menabrak meja mereka karena keadaan kantin yang sangat ramai.
"Maaf," kata perempuan tersebut dan melihat ke arah meja yang sudah basah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa," jawab Yoona.
"Kamu sedang mencari tempat duduk?" tanya Jina yang melihat perempuan tersebut seperti mencari tempat.
"Iya," jawab perempuan tersebut.
"Berapa orang?" tanya Jina lagi.
"2," jawab perempuan tersebut.
"Di sini ada, silahkan duduk." Kata Jina menyuruh kedua perempuan tersebut duduk.
"Terima kasih," kata perempuan tersebut berterima kasih.
"Nama kalian siapa?" tanya Jina.
"Lala dan dia Nao," jawab Lala.
"Salam kenal aku Jina," kata Jina memperkenalkan diri.
"Kita sudah tahu kok, Jina, Haru, Yoona, dan Aiera kan?" tanya Lala sambil menunjuk Jina, Haru, Yoona, dan Aiera satu per satu.
"Bagaimana bisa kamu tahu?" tanya Haru mulai tertarik.
"Karena kalian dekat dengan Shiro dan teman-temannya yang membuat kalian bisa dikenal semua orang." Kata Nao kepada Yoona dan teman-temannya.
"Memangnya ada apa dengan Shiro dan teman-teman nya?" tanya Aiera.
"Semua orang bilang mereka sangat tampan dan membuat semua siswa menyukai salah satu diantara mereka terutama Shiro," Jawab Lala.
"Ohh... Begitu," kata Jina mengangguk-anggukan kepala tanda paham apa yang dikatakan oleh Lala.
.
He Xin
Eunha
Lala
Nao
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
__ADS_1
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ