
Setelah mengantar Lia pulang Yoona, Haru, Jina, Chan, dan Sanha segera pulang ke rumah. Mereka tidak sadar jika ada satu hantu yang mengikuti mereka. Hantu ini masih berlumuran darah membuat Yoona, Haru, Jina, dan Chan segera membalik badan untuk melihat siapa yang berada di belakang mereka.
"Huaaa..." Haru teriak karena dia sangat takut dengan hantu yang menyimpan dendam. Ya, sekarang yang berada di belakang mereka adalah hantu pendendam. Menurut Sanha dia adalah hantu yang baru saja meninggal. Sanha segera memberitahu Jina tentang apa yang ada dipikirkannya.
"He Xin," Jina tidak sengaja memanggil nama He Xin membuat hantu yang berada di depannya segera melihat ke arah Yoona, Jina, Haru, Chan, dan Sanha. Mendadak hantu itu menjadi seperti Sanha dan darah yang berada di tubuhnya mulai menghilang. Saat melihat He Xin Yoona, Jina, Haru terkejut karena mereka tidak pernah membayangkan jika yang sekarang dihadapan mereka adalah He Xin. Tanpa banyak bicara Jina menyuruh He Xin untuk ikut ke rumah Yoona yang lumayan jauh dari rumah Lia. Di dalam mobil He Xin duduk di sebelah Jina karena dia tidak mau Yoona dan Haru takut kepadanya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai rumah. Tanpa berlama-lama mereka pergi ke kamar masing-masing dan segera bersih-bersih diri. Di kamar Yoona saat ini yang mandi terlebih dahulu adalah Yoona karena dia masih takut dengan He Xin yang menjadi hantu gentayangan sebelumnya. Kini Jina mengecas ponselnya serta milik Yoona sambil menanyakan kepada He Xin kenapa dia ingin menemui mereka. Karena dulu He Xin sangat tidak suka dengan Yoona, Jina, dan Haru. Tapi sebelum He Xin menjawab Yoona selesai mandi dan kini giliran Jina. Yoona tidak berani jika hanya ada He Xin di kamarnya jadi dia memanggil Shiro, Mina, Felix, dan Yuqi.
Sambil menunggu yang lain Yoona bertanya kepada Sanha mengapa Sanha serta adik-adiknya tidak bisa menghilang seperti Nara. Sanha menjelaskan bahwa dia, Mina, Yuqi, dan Felix bukanlah hantu biasa. Mereka akan menghilang jika mereka ingin segera ke akhirat dan menghabiskan masa hidupnya di sana. Karena selama di bumi mereka juga mendapatkan tugas dari para malaikat untuk membantu orang-orang yang kesulitan dan tugas itu sudah terselesaikan sejak dulu. Mereka menjadi hantu spesial karena hadiah dari malaikat. Yoona yang hanya bisa memahami hanya menangguk kepala tanda dia paham padahal sebenarnya tidak.
__ADS_1
Kriet!
Haru dan Chan datang ke kamar Yoona dengan sopan. Entah ada angin apa mereka menjadi sopan seperti ini. Dan saat itu juga Jina keluar setelah menyelesaikan mandinya. Saat ini mereka langsung mendengarkan cerita dari He Xin tentang apa yang terjadi.
"Aku tidak ingat," He Xin memegang kepalanya yang sangat terasa pusing. Sanha menjelaskan kepada Yoona, Jina, Haru, dan Chan bahwa saat menjadi hantu mereka tidak akan mengingat tentang apa yang terjadi, tetapi mereka tetap mengingat kenangan bersama temannya. Jika mereka mencoba mengingatnya itu akan membuat tubuh para hantu sakit, jadi Sanha langsung menghentikan He Xin yang berusaha memikirkan apa yang terjadi sebelumnya. Sanha yang sebelumnya juga melihat kejadian, dia tidak bisa melakukan apapun karena seseorang itu memakai topeng. Dia juga tidak bisa membukanya secara langsung.
Jina yang mendengarkan penjelasan Sanha hanya bisa menghela nafas kasar. Dia benar-benar tidak suka, karena jadi hantu cukup banyak peraturan juga. Sekarang bagi Jina tidak ada yang mudah di dunia ini. He Xin meminta Jina, Yoona, Haru untuk mengajak Eunha untuk menjadi teman. Karena bagi He Xin Eunha sangatlah tertutup sehingga dia tidak begitu dekat dengan banyak orang. He Xin sangat memohon kepada Yoona, Jina, dan Haru bahkan sampai bersuju. Jina membantu He Xin berdiri, dia sebenarnya bisa saja menjadikan Eunha sebagai sahabat mereka. Itu sangatlah mudah baginya, tapi semuanya kembali kepada Eunha apakah Eunha mau untuk berteman dengan Yoona, Jina, Haru, dan juga Aiera. He Xin menyuruh Jina untuk membukakan mata batin Eunha supaya dia bisa tenang dan segera ke akhirat. Jadi mau tidak mau Jina memberikan ponselnya dan memberikannya kepada He Xin untuk meminta nomor Eunha.
Kriet!
__ADS_1
Pintu kamar Yoona terbuka kembali menampakkan Haru, Aiera, dan satu orang yaitu Eunha. Eunha membawa koper yang berisi sangat berat. Jina dan Yoona terkejut, mereka tidak mempunyai pikiran kenapa Eunha bisa membawa koper dan penampilan yang sangat kacau. Di mukanya ada satu bekas tamparan, mata yang habis nangis, rambut yang sudah tidak karuan. Yoona dan Jina melihat ke arah Aiera dan mencoba untuk meminta penjelasan. Yoona yang mempunyai kamar segera mengambil kotak p3k yang berada di kamarnyadan segera mengobati luka Eunha. Tidak lama ibu Haru membawakan minuman untuk Yoona, Haru, Jina, Chan, Eunha, dan Aiera yang datang ke rumah sebagai tamu.
Aiera menceritakan semuanya sambil makan camilan yang disiapkan ibu Haru. Aiera bercerita bahwa sebenarnya Eunha adalah tetangganya. Saat itu di rumah Eunha dan He Xin sebenarnya Eunha adalah anak angkat sehingga saat He Xin meninggal Eunha diusir dari rumah dan membuatnya menangis karena tidak tau harus kemana. Tepat saat itu Aiera baru saja ingin masuk ke rumah dan dia melihat Eunha yang acak-acakan segera menghampirinya. Sebenarnya boleh saja Eunha tinggal di rumah Aiera, tapi Aiera takut Eunha akan diperlakukan lebih buruk oleh orang tua He Xin, jadi Aiera membawa Eunha ke rumah Yoona.
"Jadi kita harus berbagi rumah lagi begitu?" Jina menatap Aiera dengan tatapan yang bertanya-tanya sekaligus tidak ingin. Tapi Yoona segera mencoba mendinginkan suasana saat melihat Eunha meneteskan air matanya kembali. "Jangan menangis, aku akan menanyakan kepada ibu ku dulu. Dan akan aku usahakan supaya kamu tetap tinggal di sini dan dianggap seperti anak sendiri, jadi tenang saja." Eunha yang merasa bersalah saat membenci Yoona, Jina, dan Haru langsung memeluk Yoona dan mengucapkan terima kasih. Jina menarik lengan Eunha dan membuka mata batin Eunha supaya Eunha bisa melihat He Xin yang akan segara menghilang untuk ke akhirat.
Beberapa menit kemudian tangisan Eunha mulai pecah saat melihat He Xin sebagai hantu. "Eunha jangan menangis, kamu tau kalau kamu menangis terlihat sangat bodoh. Tunjukkan kepada Yoona, Jina, Haru, dan Aiera kalau kamu itu tidak cengeng. Aku harus segera pergi, jadi kamu harus mengikhlaskan ku. Coba buka hatimu untuk berteman dengan Yoona, Jina, Haru, dan Aiera mereka kan baik. Itu saja ya Eunha, pesanku banggakan Yoona, Jina, Haru, dan Aiera serta keluarga Yoona jika kamu bisa tinggal di sini. Jangan pernah membuat mereka kecewa. Yoona, Jina, Haru, dan Aiera terima kasih sudah mau membuka hati untuk Eunha.". Eunha semakin mengeratkan pelukannya. Semua orang tidak mau jika orang yang mereka sayangi pergi, tapi mereka juga memang harus mengikhlaskannya. Tidak lama He Xin mulai menjadi debu dan Eunha semakin menangis. Saat itu Yoona mengijinkan Eunha untuk tinggal di rumahnya. Dan di sini dia bisa satu kamar dengan Yoona maupun Haru. Eunha tidak begitu dekat dengan Haru jadi dia lebih memilih Yoona. Sebelumnya saat He Xin dan Eunha mendrama Yoona menelepon ibunya dan meminta ijin dengan cepat. Dengan sangat mudah ibu Yoona mengijinkan Eunha untuk tetap tinggal di rumahnya. Jadi Eunha satu rumah dengan para musuhnya. Tapi semua itu tidak berlangsung lama karena Yoona, Jina, Haru, dan Aiera mengajaknya untuk menjadi sahabat mereka. Dengan senang hati Eunha menjadi sahabat Yoona, Jina, Haru, dan Aiera sehingga sekarang 4 Mysha menjadi 5 Mysha.
Beberapa menit kemudian Yoona membantu Eunha untuk membereskan barang-barangnya. Sedangkan Haru membantu Jina untuk memindahkan barang-barangnya ke kamar Haru. Mereka berberes-beres dibantu oleh Chan yang membantu Yoona dan Aiera yang membantu Haru. Mereka menghabiskan waktu selama dua jam lebih lima belas menit untuk menyelesaikan semuanya. Setelah semua selesai Yoona, Eunha, Haru, Aiera, Chan, dan Jina bersiap-siap untuk ke luar berjalan-jalan dan menenangkan pikiran mereka masing-masing. Sebelumnya mereka juga mengajak Jihoon, Jinyoung, dan Shiro untuk pergi ke sebuah restoran dan makan-makan serta jalan-jalan bersama.
__ADS_1
Bersambung
Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.