
Kini Yoona, Haru, Jina, dan Aiera berada di dalam kelas. Mereka membicarakan tentang ekstrakurikuler yang akan mereka ikuti. Tidak lama Shiro, Jinyoung, dan Jihoon datang dan ikut mengobrol dengan teman-teman Yoona.
“Mengapa kalian di sini?” tanya Jina tidak suka.
“Terserah kita dong mau ke sini atau ke sana memang apa hakmu melarang-larang,” jawab Jihoon ketus.
“Cih laki-laki suka marah,” balas Jina sambil melirik Jihoon tidak suka.
“Awas nanti jadi cinta loh,” kata Aiera memecahkan suasana.
“Amit-amit,” balas Jina sambil melihat ke arah lain.
“Kalian jadi ikut ekstrakurikuler apa?” tanya Jinyoung.
“Kalian apa?” tanya Haru balik.
“Ditanya malah nanya balik,” balas Jinyoung menatap Haru datar.
“Lagi pula kenapa tanya-tanya,” jawab Haru sedikit keras.
“Sabar-sabar teman-teman,” kata Yoona menenangkan semuanya supaya tidak terlalu berisik dan menjadi pusat perhatian.
“Jadi kalian ikut apa?” tanya Haru lagi.
“Kita bertiga ikut basket,” jawab Jinyoung.
“Kalian sendiri?” tanya Shiro.
“Belum tahu,” jawab Yoona, Haru, Aiera, dan Jina bersamaan.
“Loh kok belum tahu,” balas Shiro sambil mengangkat salah satu alisnya.
“Tapi aku bakal ikut basket sih,” jawab Haru.
“Memang bisa?” tanya Jinyoung meremehkan Haru.
“Bisa dong, aku dulu pernah ya juara 1 lomba basket padahal lawan laki-laki,” jawab Haru menyombongkan diri.
“Sombong,” kata Jinyoung ketus.
“Awas nanti suka loh,” kata Jina.
“Ya sudah kita mau ke kakak kelas dulu,” kata Shiro menarik teman-temannya.
“Ya sudah pergi sana kalau bisa yang jauh enggak usah balik,” kata Haru mengusir Shiro, Jihoon, dan Jinyoung.
Tidak lama, “Ayo daftar,” ajak Jina kepada teman-temannya.
“Kamu sudah menentukan?” tanya Haru.
“Sudah, aku akan ikut PMR kan bisa menambah pengalaman.” Jelas Jina kepada teman-temannya.
“Aku akan ikut dance,” jawab Aiera percaya diri.
“Lalu Yoona?” tanya Haru membuat Yoona bingung.
__ADS_1
“Aku akan ikut paduan suara saja,” kata Yoona sedikit lemas.
Jina mengajak Yoona, Haru, dan Aiera untuk mendaftar kegiatan ekstrakurikuler. Jina, Haru, dan Aiera mengantar Yoona terlebih dahulu karena ekstrakurikuler yang diikuti oleh Yoona ada sepupu perempuan Jina yang juga mengikuti paduan suara.
“Kakak teman ku ingin mendaftar atas nama Yoona Alesa Naira dari kelas 7A, terima kasih.” Kata Jina kepada kakaknya kemudian membawa Yoona, Haru, dan Aiera pergi dari sana.
“Tadi itu siapa?” tanya teman sepupu Jina.
“Sepupu yang tidak jelas,” jawab sepupu Jina.
Kemudian Jina, Yoona, dan Aiera mengantar Haru ke lapangan basket untuk daftar ekstrakurikuler basket. Lalu mereka mengantarkan Jina dan Aiera untuk mendaftarkan ekstrakurikuler yang ingin diikuti oleh Jina dan Aiera. Setelah semua mendaftar Yoona mengajak Haru, Jina, dan Aiera untuk kembali ke kelas karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.
“Sudah daftar?” tanya Jinyoung saat Yoona, Haru, Jina, dan Aiera sampai di tempat duduk mereka.
“Sudah,” jawab Yoona.
“Jadi ikut apa?” tanya Shiro.
“Aku tetap basket, Aiera dance, Jina PMR, dan Yoona paduan suara,” jelas Haru kepada Shiro.
“Rara yakin mau ikut dance?” tanya Shiro.
“Ya yakin saja,” jawab Aiera.
“Memang kenapa Ro?” tanya Jina.
“Tidak apa-apa karena dance latihannya kan terkadang lama,” jawab Shiro.
“Benarkah?” tanya Aiera tidak percaya.
“Kalau aku ya enggak apa-apa kan memang namanya juga ekstrakurikuler,” lanjut Aiera kepada Shiro.
Pasti ada yang disembunyikan –batin Jina.
Tidak lama bel masuk berbunyi membuat seluruh murid termasuk Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera duduk ke tempat masing-masing. Beberapa menit kemudian kakak-kakak OSIS mulai masuk dan MOS pun berlanjut sampai bel pulang sekolah berbunyi.
“Aku duluan ya,” kata Aiera kepada Yoona, Haru, dan Jina.
“Hati-hati di jalan,” kata Haru saat melihat Aiera yang mulai jauh.
Setelah kepergian Aiera mobil Yoona sampai di sekolah dan Yoona, Haru, dan Jina segera naik ke mobil untuk pulang ke rumah Yoona. Di dalam mobil Haru menjelaskan tentang pemilihan OSIS lagi karena cara pemilihan nya sangat menarik perhatian Haru.
“Sepertinya pemilihan nya nanti malam deh karena dari sosial media para OSIS diumumkan nanti malam,” jelas Haru sambil memperhatikan handphone nya.
“Jadi itu bagaimana sih Ar aku enggak paham sama sekali,” kata Yoona lemas.
“Jadi nanti atau setelah kita sampai rumah kalau salah satu dari kita bertiga ini mendapatkan pesan dari akun sosial media OSIS sekolah kita nanti dia akan menjadi anggota OSIS dan nanti jam 7 malam akan diumumkan secara publik supaya semua siswa jadi tahu siapa saja yang akan menjadi OSIS,” jelas Haru panjang lebar.
“Begitu, lalu kalau tidak ada pesan?” tanya Yoona lagi.
“Ya berarti kita belum beruntung,” jawab Haru.
Beberapa detik kemudian Yoona, Haru, dan Jina sudah sampai di rumah dan segera turun. Saat mereka turun disambut oleh Felix dan Yuqi yang tadinya sedang bermain dan langsung berhenti saat melihat mobil milik Yoona berhenti.
“Hai kakak,” sapa Yuqi ramah kepada Yoona dan Jina.
__ADS_1
“Hai,” sapa Yoona balik.
“Kakak sudah tidak takut lagi?” tanya Felix ragu-ragu.
“Sudah tidak, di mana kak Sanha dan Mina?” tanya Yoona.
“Kami tidak tahu,” jawab Yuqi.
“Kenapa Yoon?” tanya Haru yang tidak bisa melihat dan mendengarkan pembicaraan Yoona dengan Yuqi dan Felix.
“Tidak apa-apa,” jawab Yoona.
“Ya sudah ayo masuk,” ajak Jina kepada Yoona, Haru, Yuqi, dan Felix.
“Kakak duluan saja karena aku dan Felix masih mau bermain,” jawab Yuqi.
“Ya sudah, selamat bermain.” Kata Yoona dan Jina meninggalkan Yuqi dan Felix berdua.
Haru segera masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih sebentar lalu menghampiri Yoona dan Jina yang berada di kamar Yoona. Di dalam kamar terlihat Yoona dan Jina yang sedang menonton televisi berdua. Tidak lama muncul Mina dengan wajah seram nya yang sekarang membuat Yoona tidak takut lagi.
“Loh tumben tidak takut?” tanya Mina mendekat ke arah Yoona masih dengan wajah seram nya.
“Karena di sekolah aku sudah melihat semuanya,” jawab Yoona yang kini menatap Mina.
“Ya sudah,” jawab Mina merubah wajahnya menjadi semula.
“Jin buka kan dong,” kata Haru mendekat ke Jina.
“Selalu deh,” kata Jina sambil memegang pelipis Haru malas.
Tidak lama, “Akhirnya aku tidak menjadi orang yang tidak akan tahu apa-apa lagi,” kata Haru setelah mata batinnya dibuka oleh Jina.
“Maksud kakak?” tanya Mina kepada Haru yang ucapannya sulit dimengerti.
“Dari tadi kan Yoona selalu berbicara dengan dirimu tapi aku tidak paham dan tidak tahu apa yang kamu jawab dari ucapan Yoona membuat ku menjadi orang bodoh,” jelas Haru membuat Mina hanya mengangguk-angguk tanda paham.
“Jadi sekarang Yoona tidak takut lagi ya,” kata Sanha.
“Ya begitulah aku sudah tahu pasti kalau akan menjadi seperti ini,” kata Jina ikut bahagia.
“Selamat ya Yoona akhirnya kamu tidak takut lagi,” kata Mina mengajak Yoona untuk berjabat tangan.
“Aku tidak mau berjabat dengan hantu yang tidak tahu sopan santun,” jawab Yoona membuat Mina langsung menarik tangannya lagi.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.
-from Author🌺
__ADS_1