
Setelah berjam-jam berada di sekolah kini jam pulang sudah tiba. Yoona, Haru, dan Jina sedang menunggu jemputan bersama Chan karena Chan akan tinggal di rumah Yoona. Saat mereka menunggu jemputan tiba-tiba sebuah mobil mewah melintas dan berhenti tepat di depan mereka. Perlahan-lahan kaca mobil turun menampakkan wajah ibu Chan yang sedang menyetir dan menyuruh Yoona, Haru, Jina, dan Chan segera masuk ke mobil. Di dalam mobil ibu Chan mencoba bergaul dan berbicara dengan asiknya bersama Haru dan Yoona, tidak lupa Yoona mengenalkan Jina yang sedari tadi diam tanpa mengeluarkan sekata pun.
"Nah sudah sampai," kata ibu Chan yang selesai menyetir dan turun bersama Yoona, Haru, Jina, dan Chan.
Saat mereka masuk di ruang tamu ada ibu Haru yang sedang menonton televisi, jadi ibu Chan bergabung dengan ibu Haru. Sedangkan Haru, Yoona, Jina, dan Chan pergi ke kamar. Sebelum pergi ke kamar Yoona dan Haru mengantar Chan terlebih dahulu untuk ke kamarnya yang dulu sempat dia tempati dan sampai sekarang masih bersih. Setelah mengantar Chan barulah Yoona dan Haru pergi ke kamar masing-masing.
"Loh Jina mana?" tanya Yoona kepada Sanha yang berada di kamarnya sambil menonton televisi.
"Barusan saja masuk kamar mandi. Tadi itu siapa Yoon?" tanya Sanha dengan rasa ingin tahunya.
"Nanti akan aku jelaskan," jawab Yoona sambil menata bukunya dan menyiapkan mata pelajaran untuk besok.Tidak lama Jina keluar dari kamar mandi dan Yoona segera mandi.
Setelah beberapa menit kemudian Yoona selesai mandi dan saat dia keluar ada Chan dan Haru yang sudah berada di kamarnya. Kemudian Yoona duduk di antara Haru dan Jina. Dengan sengaja Sanha memanggil nama Jina dan dia ingin Jina menanyakan apakah Chan bisa melihat Sanha atau tidak. Saat ingin menanyakan Chan sudah menjawab terlebih dahulu, jadi dia juga bisa melihat apa yang bisa dilihat oleh Jina dan Yoona.
"Ceritakan semuanya," kata Yoona singkat dan pasti dipahami oleh Chan membuat Chan segera menceritakan semuanya.
.
Chan bercerita setelah kepindahannya di Amerika, ia disuruh ibunya untuk menjadi seorang model karena ketampanan yang terdapat pada wajahnya. Awalnya Chan mencoba menolak keinginan ibunya, tetapi ibunya membuat janji bahwa kalau Chan sukses menjadi model ibunya akan mempertemukan ia dengan Yoona. Karena itulah dengan terpaksa Chan menerima tawaran ibunya dan ia menjadi seorang model.
Setelah berbulan-bulan Chan mengingatkan ibunya akan janji yang dulu ibunya buat. Ia selalu berbicara dengan ibunya bahwa ia sangat merindukan Yoona dan juga Haru. Sampai kelas enam ibunya menyuruh Chan supaya belajar dengan rajin karena tidak mudah untuk pindah sekolah baginya kalau ia mendapatkan nilai rendah.
.
__ADS_1
Setelah Chan menjelaskan semuanya ia pergi ke kamarnya yang letaknya tidak jauh dan memberikan hadiah untuk Yoona dan Haru. Saat menerima hadiah Haru langsung membuka kotak hadiahnya yang ternyata berisi baju beserta aksesorisnya.
"Terima kasih Chan," kata Haru sambil memeluk Chan dengan rasa percaya dirinya dan tanpa malu sedikit pun.
"Iya," jawab Chan mencoba melepaskan pelukan karena Haru memeluknya terlalu erat.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ada ibu Chan yang menyuruh Yoona, Haru, Jina, dan Chan untuk segera turun dan makan. Karena ibu Haru sudah memasak dari tadi takut kalau makanannya akan jadi dingin. Sebelum Yoona keluar Sanha sudah menghilang terlebih dahulu.
.
"Terima kasih ibu," ucap Haru saat ibunya mengambilkan makanan untuknya. Tanpa berlama-lama lagi Haru segera memakan makanannya.
Kali ini Haru, Yoona, Jina, Chan beserta ibu Haru dan ibu Chan makan bersama tanpa ada siapa yang makan terlebih dahulu. Tidak lupa mereka juga mengobrol tentang bagaimana sekolah kepada Chan, karena hari ini hari pertama Chan dan dia sudah jadi OSIS secara langsung.
.
Mereka semua belajar sampai tidak ingat waktu dan jam kamar Yoona sudah menunjukkan pukul 8 malam. Bukannya selesai dan pergi tidur mereka bahkan main game dan belajar. Jadi Sanha mengajak Yoona, Haru, Jina, dan Chan untuk bermain satu permainan dan permainan ini akan ada hubungannya dengan matematika. Jadi mereka belajarnya biar lebih paham dan tidak akan pusing. Selama satu jam mereka selesai dan kini mereka akan segera tidur.
"Ya sudah ini sudah malam lebih baik kalian tidur sekarang atau besok kalian akan terlambat," ucap Sanha kepada Yoona, Haru, Jina, dan Chan yang masih asik bermain permainan matematika.
"Bentar kak masih nanggung tau," balas Jina sambil mencoba memenangkan permainan.
"Enggak ada tapi-tapian sekarang tidur. Haru dan Chan kalian pergi ke kamar kalian dan cepat tidur," suruh Sanha kepada Haru dan Chan yang sudah merasa bosan dengan permainan.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama lagi Haru dan Chan segera keluar dari kamar Yoona dan tidak lupa mengucapkan selamat malam untuk Yoona dan Jina. Setelah Haru dan Chan pergi Yoona dan Jina segera ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok gigi. Terkadang mereka berdua melakukan ini saat ingin pergi ke mimpi masing-masing, tapi mereka juga termasuk orang yang malas. Setelah semua selesai Yoona dan Jina menyiapkan buku tulis dan buku pelajaran untuk besok.
"Jin besok kan kita ada panggilan OSIS, yakin mau bawa semua mata pelajaran?" tanya Yoona sedikit ragu-ragu.
"Iya bawa saja siapa tahu nanti kita enggak ada OSIS," kata Jina memberikan usul yang baik.
Setelah itu mereka segera naik ke ranjang untuk tidur. Beberapa menit kemudian Yoona sudah tertidur sedangkan Jina masih menonton televisi karena dia belum bisa tidur. Tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat Jina sedikit terkejut. Di sana ada Chan yang memeriksa apakah mereka sudah tidur atau belum, karena dia disuruh ibunya.
"Cepat tidur," kata Chan singkat lalu kembali menutup pintu kamar Yoona. Setelah kepergian Chan dari kamar Yoona Jina segera tidur, karena dia sendiri juga sangat mengantuk tidak lupa dia juga mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu yang nyala hanya disekitar ranjang.
.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ
__ADS_1