Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Minta Maaf


__ADS_3

Sudah beberapa menit Sanha menghabiskan waktunya untuk mencari dimana Yoona berada sekarang. Dia sudah mencari ke seluruh ruangan, tetapi tidak menemukan Yoona. Dengan terpaksa Sanha mencoba bertanya kepada Haru yang sedang berada di kamarnya.


“Kakak ada apa?” tanya Jina saat melihat Sanha tiba-tiba muncul membuat Haru dan Aiera ikut menoleh.


“Ada apa kak?” tanya Haru.


“Dimana Yoona?” tanya Sanha kepada Haru.


“Aku tidak tahu,” jawab Haru sambil bermain handphone miliknya.


“Bagaimana bisa tidak tahu bukankah kamu sahabatnya sejak dulu,” kata Sanha kesal.


“Aku memang sahabatnya bahkan yang pertama, tetapi bukankah setiap orang berhak mempunyai privasi mereka sendiri?” tanya Haru kepada Sanha.


“Sebenarnya Yoona itu termasuk orang yang sedikit tertutup,” kata Haru kepada Sanha.


“Apa maksud dari perkataanmu?” tanya Sanha.


“Aku tahu kalau kakak seperti ini, kakak baru sadarkan kalau ternyata kakak suka sama Yoona.” Kata Jina mulai membuka mulut.


“Kalian tahu apa tentang ku,” jawab Sanha.


“Jangan emosi kakak kalau kamu emosi maka tubuhmu akan menjadi transparan sepenuhnya,” kata Jina memperingatkan.


“Bagaimana kamu tahu?” tanya Sanha.


“Itu tidak penting yang terpenting adalah kita harus menemukan Yoona, bukankah itu yang kakak inginkan?” tanya Jina kepada Sanha.


“Jadi menurut kalian dimana Yoona berada sekarang?” tanya Sanha mulai menurunkan emosi yang ada dalam dirinya.


“Tadi ibuku bilang kalau Yoona sedang berada di tempat yang aman dan kalau aku, Aiera, dan Jina ingin ke toko buku terlebih dahulu tidak apa-apa,” jelas Haru kepada Sanha.


“Itu tidak penting untukku,” jawab Sanha.


“Dasar kalau bicara dengan orang yang sedang jatuh cinta selalu saja salah,” kata Haru.


“Lanjutkan,” suruh Sanha kepada Haru untuk melanjutkan ceritanya.


“Tetapi kita tidak akan pergi tanpa Yoona karena bagaimanapun juga ini rumah milik Yoona. Di rumah ini kita semua di mata ibu Yoona adalah orang asing, jadi mereka keluarga Yoona sangat tertutup. Saat ini yang berada di pikiran ku hanyalah Yoona berada ditempat yang aman bahkan sangat aman karena ibu Yoona sendiri yang bilang. Di rumah ini ada satu ruangan yang tidak pernah diketahui oleh siapapun termasuk sahabat Yoona, teman ibu Yoona, bahkan saudara Yoona pun tidak tahu.” Jelas Haru kepada Sanha yang sedari tadi memperhatikan cerita tersebut dengan seksama.


“Ya sudah kalau begitu,” kata Sanha kemudian segera menghilang dari hadapan Haru, Jina, dan Aiera.


“Menurut kalian dia akan pergi kemana?” tanya Jina kepada Haru dan Aiera.


“Mungkin akan mencari Yoona lagi,” jawab Aiera.


“Tapi aku berpikir kita seperti orang jahat yang sudah berbuat jahat kepadanya,” kata Haru dengan tatapan kosong.


“Ya aku juga berpikir seperti itu,” jawab Jina dan Aiera bersamaan.


Sanha mencoba mencari Yoona ke segala ruangan, tetapi dia sama sekali tidak menemukan Yoona. Tidak lama muncul Yuqi dan Felix sambil membawa seorang nenek.


“Yuqi, Felix nenek ini siapa?” tanya Sanha kepada Yuqi dan Felix.

__ADS_1


“Kamu kenapa, apakah ada masalah?” tanya nenek tersebut.


“Kakak dia adalah nenek kak Yoona,” kata Yuqi membuat Sanha terkejut.


“Nenek benar nenek Yoona?” tanya Sanha.


“Iya, lalu kamu kenapa wajahmu seperti ada masalah berat?” tanya nenek Yoona.


“Yoona bisa melihat kita semua, apakah nenek tahu tentang hal itu?” tanya Sanha sopan.


“Iya, nenek baru saja tahu.” Jawab nenek Yoona.


“Nenek baru saja tahu? Tahu dari siapa?” tanya Sanha sopan.


“Dari Yoona langsung,” jawab nenek Yoona.


“Nenek tahu dimana Yoona berada?” tanya Sanha.


“Tahu kok, kamu mau bertemu dengan dia?” tanya nenek Yoona.


“Iya," jawab Sanha sopan.


“Kalau begitu kamu tunggu di kamar Yoona saja, nenek akan memberitahu kalau kamu mencarinya.” Kata nenek Yoona segera menghilang.


“Nenek jangan beritahu kalau aku yang mencarinya,” kata Sanha sebelum nenek Yoona menghilang.


“Iya, nenek tidak akan memberitahunya kok.” Jawab nenek tersebut kemudian menghilang pergi, sedangkan Sanha pergi ke kamar Yoona.


“Ya, kita sendiri lagi,” kata Yuqi sedih.


.


Yoona terbangun karena nenek nya membangunkan Yoona.


“Ada apa nek?” tanya Yoona seperti orang bangun tidur.


“Kamu sedang ditunggu di kamarmu,” kata nenek Yoona.


“Siapa nek?” tanya Yoona.


“Nanti juga kamu tahu, sekarang cepat ke sana.” Suruh nenek Yoona kemudian menghilang.


Siapa yang mencari sih –batin Yoona.


Karena nenek Yoona yang menyuruh Yoona segera ke kamarnya, jadi dia hanya akan menuruti permintaan nenek nya. Yoona berjalan beberapa menit sampai akhirnya dia sampai di kamar miliknya sendiri. Sebelum masuk Yoona mencoba mengintip kamar milik Haru dan terlihat Aiera, Haru, dan Jina yang sedang tidur.


Lalu siapa yang mencari ku, apakah bibi tapi tidak mungkin karena kan aku sudah memberitahu ibu –batin Yoona.


Tanpa berpikir panjang Yoona segera pergi dan masuk ke kamarnya. Terlihat Sanha yang sedang berdiri dan menatap ke arah jendela. Perlahan-lahan Yoona mendekat untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya.


“Kakak,” panggil Yoona.


“Sudah datang ya,” kata Sanha saat melihat Yoona yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


“Ada apa kakak mencari ku?” tanya Yoona kepada Sanha.


Bukannya menjawab justru Sanha duduk di dekat Yoona.


“Aku minta maaf Yoona,” bisik Sanha tepat di telinga Yoona.


Sampai beberapa detik kemudian Yoona segera menarik diri untuk sedikit jauh dari Sanha.


“Kakak tidak punya salah kenapa harus minta maaf,” kata Yoona kepada Sanha.


“Sudah ku duga kalau kamu akan menjawabnya seperti ini,” kata Sanha kepada Yoona.


“Maksud kakak apa?” tanya Yoona.


“Tidak apa-apa,” jawab Sanha.


Tidak lama terdengar suara pintu kamar Yoona terbuka dan terlihat ada Jina yang masuk ke kamar.


“Aku salah kamar ya,” kata Jina segera berputar balik.


“Tidak Jin,” jawab Yoona.


Tiba-tiba Jina berputar balik dan berlari memeluk Yoona.


“Yoona aku minta maaf ya,” kata Jina sambil memeluk Yoona erat.


“Kamu juga tidak salah Jina,” jawab Yoona membalas pelukan Jina.


“Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya,” kata Sanha pamit.


“Loh kok pergi kak, bukannya kakak tadi mencari Yoona?” tanya Jina membuat Sanha menatapnya tajam.


“Maksudnya?” tanya Yoona kepada Jina.


“Tidak apa-apa kok Yoon, ayo tidur.” Ajak Jina segera menarik Yoona ke ranjang.


“Selamat tidur siang,” kata Sanha kemudian menghilang dari pandangan Yoona dan Jina.


“Terima kasih kak,” jawab Yoona berterima kasih kepada Sanha.


“Yoona ayo tidur,” kata Jina kepada Yoona yang masih ingin bersama Sanha.


“Iya ayo,” ajak Yoona ikut naik ke ranjang dan segera tidur bersama Jina.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.

__ADS_1


-from Author🌺


__ADS_2