
Saat ini Jina, Yoona, Lia, dan Daniel sedang diwawancarai oleh Zaydan seorang polisi termasuk kakak sepupu Lia. Lia menyuruh kakaknya untuk pergi ke suatu tempat yang hanya diketahui oleh Lia, Daniel, dan Yena. Di sekolahnya ada suatu tempat yang sangat tidak diketahui oleh semua orang termasuk para anggota OSIS lainnya. Jina, Yoona, Lia, dan Daniel sedang menunggu di ruangan tersebut dengan penjelasan dari Jina untuk rencana kedepannya.
Kriet!
Pintu terbuka menampakkan kakak Lia yang baru saja selesai mengatur semuanya. Sebelumnya Lia menyuruh Yena, Jihoon, Haru, Aiera, Chan, dan yang lain untuk mengatur acara supaya acara sekolah tetap berjalan. Dan saat polisi datang mereka semua sempat heboh dan berpikiran tentang polisi yang datang ke sekolah mereka dengan sangat tiba-tiba. Saat ini Lia menegenalkan teman-temannya kepada kakaknya. Dengan senang hati kakaknya bekenalan dengan Yoona dan Jina. Lalalu Lia mulai menjelaskan semuanya kepada kakaknya. Mulai dari teror, petunjuk, hingga kejadian ini terjadi. Pertengahan cerita Zaydan kakak Lia memotong Lia bercerita, dia benar-benar terkejut saat adiknya menceritakan cerita yang sudah terjadi.
“Apa paman tau menegenai ini Lia?” tanya Zaydan keceplosan sehingga mata Lia melotot dan menatapnya tajam.
“Paman? Ayah kakak Lia?” Jina mulai curiga kepada Lia saat Zaydan mengatakan paman dan dengan terang-terangan Lia menatap Zaydan tajam.
__ADS_1
Lia menghembuskan nafas, menghirup nafas dengan sangat dalam. Mungkin dia hanya akan bercerita kepada Yoona, Jina, dan Daniel saja. Karena biodata tentangnya tidak perlu diketahui oleh semua orang. Lia mulai bercerita bahwa sebenarnya dia adalah anak dari pemilik sekolah ini, termasuk kepala sekolah. Tapi saat dia ulangan, masuk ke sekolah ini itu semua benar-benar usahanya untuk mendapatkan nilai yang bagus. Dia sangat jujur dalam mengerjakkan tugas ataupun hal lainnya. Setelah bercerita Yoona, Jina, dan Daniel hanya menutup mulut karena mereka masih terkejut dengan Lia yang merupakan anak dari pemilik sekolah ini.
Pantas saja saat aku minta maaf untuk mencabut laporan mengenai perbuatan Haru kepada temannya, kak Lia dengan mudah memaafkan ku dan dia juga tidak akan membiarkan itu terjadi –batin Jina saat ini.
Zaydan yang tertua saat ini menenangkan adiknya serta teman-teman adiknya supaya mereka bisa beristirahat. Tapi Jina segera menghentikan perbuatan kakak Lia itu, dia bertanya kepada Zaydan apakah ada tempat untuk berlatih parkour. Saat Jina menanyakan hal itu membuat Daniel, Lia, dan Zaydan terkejut dengan perbuatan Jina yang sangat menguji nyawanya. Entah angin apa yang merasuki Jina sehingga saat ini dia sangat ingin berlatih parkour lagi.
Beberapa jam kemudian acara sekolah mereka selesai dan saat ini waktu mereka untuk berberes-beres. Yena, Haru, Aiera, Jihoon, Jinyoung, Chan, dan Shiro yang mendapatkan tugas untuk membersihkan jalan untuk ke bazar segera berjalan ke arah bazar. Yoona, Jina, Lia, Daniel, dan anggota OSIS yang lain membereskan bagian panggung serta belakang panggung. Mereka menghabiskan waktu sekitar satu jam lebih tiga puluh menit untuk menyelesaikan semuanya.
Setelah semua selesai Lia menyuruh para anggota OSIS berkumpul untuk diabsen. Tdak lupa Lia juga berterima kasih kepada adik-adik kelasnya serta teman-temannya atas semua usaha yang mereka lakukan hari ini. Setelah semua selesai Lia juga memberitahu bahwa besok khusus untuk para anggota OSIS libur, sedangkan murid yang bukan OSIS tetap masuk. Setelah mendengar pengumuman itu adik-adik kelas Lia serta teman-temannya menampilkan wajah yang sangat bahagia. Hanya itu pengumuman dari Lia lalu mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
Tapi kini hanya Lia, Yoona, Haru, Chan, dan Jina yang masih ada di sekolah. Mereka masih di sini karena mereka harus melakukan perpisahan kepada Nara yang akan pergi ke alam yang lain. Sebelum itu Jina dan Chan memebuka mata batin Haru dan Lia supaya mereka dapat melihat Nara yang akan pergi ke akhirat dan meneruskan hidupnya di sana. Saat ini Nara hanya tersenyum dan berterima kasih kepada Jina, Yoona, Haru, Chan sekaligus meminta maaf saat dia merasuki Haru dan Yoona. Dia benar-benar meminta maaf atas semua kegiatan yang sudah dilakukan. Sebelum Nara pergi Jina mencoba bertanya kepada Sanha bahwa apakah Nara bisa tetap berada di sini. Karena dia sangat ingin Nara tetap di dunia ini walaupun Lia tidak bisa melihatnya. Sanha menggelengkan kepala karena menurut Sanha saat ini adalah waktunya Nara ke akhirat karena sudah satu tahun dia tetap di dunia ini. Dia tetap di sini karena ada satu hal yang masih ingin dia lakukan jadi karena itulah dia masih di sini. Nara menjelaskan tentang pembunuhannya tahun lalu dan sebenarnya dia sangat ingin mencari tau siapa dalangnya. Tapi waktu di dunia ini sudah habis untuknya, jadi masalah ini dia serahkan kepada Lia yang sangat dekat dengannya.
Lia berlari memeluk Nara yang sudah mulai transparan,"kak Nara maafkan aku atas semua yang telah aku lakukan. Aku sudah membuat kakak berada dalam masalah besar, karena ku kakak jadi terbunuh. Jika aku tidak bisa menemukan dalangnya tolong maafkan aku kakak." Lia menangis di pelukan Nara yang sudah mulai menghilang. Untuk terakhir kalinya Nara mencium kening Lia dan mengatakan, "tidak apa-apa, kamu punya adik-adik kelas yang sangat hebat. Tidak mungkin kamu tidak akan menemukan mereka, aku pergi ya Lia dan jaga diri baik-baik." Nara mulai menghilang dan menjadi serpihan debu yang sangat cantik. Saat itu Lia malah menangis lebih kencang, dia benar-benar ingin supaya Nara tetap berada di sisinya. Jadi Yoona, Haru, Chan, Jina, dan Sanha membawa Lia ke mobil untuk mengantarnya pulang.
Dari tempat duduk depan dekat supir ada satu hantu yang mengikuti naik ke mobil Yoona.
Bersambung
Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.
__ADS_1