Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
AP 2


__ADS_3

Saat ini Jina, Yoona, Haru, Aiera, dan para kakak kelas serta teman-teman yang lain ikut mencari tempat kejadian ke 2. Jina menyuruh mereka untuk berpencar, tapi Daniel berpendapat jika berpencar maka akan ada korban dari kita. Yoona yang hanya menyimak, tiba-tiba menjadi pusing dan pingsan. Shiro yang berada di sampingnya langsung menangkap Yoona supaya dia tidak jatuh. Nara menggunakan kesempatan ini, jadi dia masuk dan mulai berlari ke arah suatu ruangan dengan tubuh Yoona, membuat semua orang bingung. Tapi Jina hanya menyuruh semua orang hanya mengikuti kemana Yoona pergi dan dia akan menjelaskan semuanya jika sudah tepat pada waktunya.


Seseorang perempuan berada di suatu ruangan yang sangat gelap. Dia mendapatkan pesan jika ada orang yang ingin menemuinya, jadi dia segera ke ruangan ini meskipun dia tidak tau siapa orangnya. Dia datang ke sini, karena dia diancam dengan orang tersebut. Padahal dia tidak sengaja melihatnya, melihat saat orang itu memasangkan ember tepat dititik mana jika para kakak kelas akan menari. Jadi karena mengetahui rencananya kini dia yang berada dalam masalah.


"Sungguh sangat polos sekali, baik, penurut dan sebagainya. Tapi maafkan aku, karena aku tidak akan terpengaruh dengan kebaikanmu itu. Justru kebaikan mu membuatku muak dan aku juga sangat rindu dengan darah dari warga sekolah ini. Tentu saja kamu tidak akan tau kenapa aku sangat rindu dengan darah, tapi kamu sudah mengetahui semua rencanaku sehingga membuatku harus menutup mulutmu itu. Jangankan menutup mulutmu tapi aku akan membuatmu hanya bisa memainkan piano di panggung yang sangat tidak nyata, kamu pahamkan. Sudahlah karena aku tidak mau basa-basi," kata orang tersebut dan mulai memainkan senjata yang dia bawa yaitu panah. Dia menggunakan panah untuk membunuh gadis yang sekarang berada di depannya ini. Sanha yang melihat kejadian itu berharap Yoona, Jina, dan yang lain segera datang untuk membantu gadis ini. Satu anak panah sudah tertancap di tubuh gadis ini membuat darah bercucuran. Lalu seseorang ini berganti senjata menjadi peluru yang akan membuat semua kenangan gadis itu hilang.


Dor!


Tepat, pelurunya kini berada di kepala gadis ini. Dia mulai menaruh surat di dekat piano, lebih tepatnya di sebelah gadis ini. Lalu dengan sangat suka dia mulai mengacak-acak rambutnya yang sebelumnya sangat tertata rapi. Setelah boneka baginya selesai dia segera pergi tanpa meninggalkan jejak satupun.


Brak!

__ADS_1


Yoona, Jina, Haru, Aiera, dan yang lain baru saja sampai. Mata mereka semua tertuju pada gadis yang berada di depan mata mereka dan membuat mereka jijik. Daniel segera menelepon guru yang dia kenal, sedangkan Yena segera menelepon kakaknya Ziro yang merupakan anggota organisasi paling dekat dengan guru-guru.


Tes!


Lia yang merasa bersalah menangis, karena dia gagal dalam menjalankan tugasnya. Yoona yang masih dirasuki Nara segera memeluk Lia dan mencoba menenangkannya. Tiba-tiba seseorang masuk dengan membuka pintu cukup keras membuat Yoona, Jina, Haru, dan yang lain menoleh.


Yoona, Jina, Haru, dan Aiera sangat tidak suka saat melihat orang itu masuk. "He Xin," panggil orang tersebut membuat Yoona, Jina, Haru, Lia, Daniel, dan Aiera terkejut. Di sisi lain Yoona sebenarnya sadar jadi dia bisa syok saat mengetahui bahwa orang yang terbunuh adalah He Xin. Tepat setelah Eunha masuk, kakak Yena Ziro baru saja sampai. Dia juga terkejut saat melihat kejadian yang membuatnya ingin muntah, karena dia sangat phobia terhadap darah. Tapi dia mencoba untuk baik-baik saja dan mulai mendekat pada He Xin yang keadaannya sudah tidak karuan.


Ziro mengambil sebuah surat dan memberikannya kepada Lia, karena di kertas itu tercantum nama Lia. Lia segera membuka isi surat itu dan mulai membacanya. 'Astaga padahal aku sudah memberikan petunjuk yang banyak, tapi mengapa kalian tidak secepat itu. Maafkan aku jika aku telah membunuh teman kalian dan sampai jumpa lagi dilain waktu' Jina yang membaca surat itu menoleh ke arah Yoona yang dirasuki Nara dan menamparnya cukup keras.


Daniel dan Jina yang memulai dan memimpin rapat kali ini. Kini mereka semua merasa gagal untuk menolong orang yang tidak seharusnya mati begitu saja. Mereka segera membahas mengenai siapa dalang dibalik kejadian ini. Jina sangat ingin memeriksa cctv, tetapi sayang sekali tidak ada cctv di ruang musik. Jadi mereka tidak bisa mendapatkan satu petunjuk.

__ADS_1


"Jangan khawatir semua akan dibereskan oleh kakak ku, karena dia juga mengenal semua orang di sini. Mulai dari seluk beluk orang tersebut," Yena mencoba memecahkan suasana yang sangat kaku.


"Tapi menurutmu Jin dari mana orang itu akan keluar masuk?" tanya Jihoon yang sedari tadi dia sangat ingin menanyakannya, tetapi takut Jina akan mengamuk juga padanya.


Jina menatap Jihoon tajam membuat Jihoon langsung menutup mulutnya sedih membuat Jina sangat ingin mencubitnya. "Tentu saja lewat jendela.. Nah itu dia," Jina baru sadar segera berlari ke arah bawah tepat dengan ruang musik berada. Dia diikuti Sanha, Yoona, Nara, dan Lia yang baru saja hendak ke ruang OSIS, tapi saat melihat Jina keluar dia segera mengikutinya.


Jina berhenti sejenak, kini dia berpikir kira-kira bagaimana dalang itu akan turun. Pasti orang tersebut ahli parkour sehingga dengan mudah dia bisa masuk dan keluar tanpa meninggalkan jejak satupun. Karena lawan ahli parkour Jina tiba-tiba ingin mendalami kembali kegiatan parkour yang dulu sempat dia lakukan juga.


"Jina," panggil Yoona membuat Jina menoleh ke belakang. Yoona bisa menduga saat Jina tersenyum, berarti dia bisa menyelesaikan ini. Lalu Lia juga baru saja datang dengan nafas yang tidak teratur karena dia berlari dari ruang UKS ke ruang OSIS lalu menyusul Jina yang berlari ke arah tempat kejadian. Di atas sana sudah ada para polisi yang datang dan salah satu polisi tersebut ada kakak sepupu Lia yang sudah lulus dan dapat membanggakan orang tua sekaligus keluarga Lia.


Bersambung

__ADS_1


Kira-kira bagaimana ya kisah selanjutnya?


Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.


__ADS_2