Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Kerajinan


__ADS_3

Setelah Shiro, Jinyoung, dan Jihoon pulang kini Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera pergi berkumpul ke kamar Yoona.


"Untung saja tadi tidak ketahuan," kata Jina lega.


"Iya," jawab Yoona dan pergi mengambil cat yang berada di meja belajar nya.


"Mau apa Yoon?" tanya Haru.


"Mau aku kasih warna sedikit supaya biar terlihat lebih bagus saja," kata Yoona mulai menaruh cat ke palet.


"Yoon bagaimana sih cara menjadi rajin seperti kamu," kata Aiera kepada Yoona.


"Aku sebenarnya malas tetapi karena tidak ada pekerjaan saja," kata Yoona mulai mewarnai kerajinan.


"Tetapi kenapa aku tidak melihat para hantu," kata Jina mulai sadar saat dia melihat Haru dan Aiera bergantian.


"Ada apa?" tanya Sanha yang tiba-tiba muncul.


"Kakak lagi apa?" tanya Mina yang juga muncul.


"Lagi mewarnai kerajinan, memang kenapa? Jelek ya," kata Yoona sedikit sedih.


"Bagus kok kak," jawab Yuqi yang juga muncul.


"Iya itu sangat bagus," kata Felix yang juga ikut muncul.


"Terima kasih," jawab Yoona sambil tersenyum manis.


Jina menoleh ke arah Haru dan Aiera yang tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar apa yang di obrolkan Yoona dengan mereka. Jina segera membuka mata batin Haru dan Aiera supaya mereka juga bisa ikut mengobrol bersama dengan mereka.


"Pantas saja Yoona suka, orang kak Sanha saja sangat tampan begini," bisik Aiera kepada Haru.


"Benar kamu Ra," jawab Haru.


"Kalian sedang berbisik tentang apa?" tanya Sanha membuat Haru dan Aiera segera menjauh supaya Sanha tidak curiga.


"Kami tidak berbisik apa-apa kok cuma hal yang tidak penting saja," jawab Aiera sambil tersenyum canggung.


Yoona masih mewarnai kerajinan yang dibuat bersama dengan Shiro, Jinyoung, dan Jihoon. Sedangkan Jina sudah mandi dan sekarang dia tertidur.


"Yoon kita ke kamar dulu ya," kata Aiera ke kamar Haru sambil membawa tas miliknya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Haru tidak enak kepada Yoona yang mewarnai kerajinan sendirian.


"Iya, aku enggak apa-apa kok tenang saja," jawab Yoona sambil tersenyum.


"Ya sudah kita duluan ya Yoon," kata Haru mulai ke luar dari kamar Yoona.


"Semangat Yoon," kata Aiera menyemangati Yoona kemudian pergi ke luar dari kamar Yoona ke kamar Haru.

__ADS_1


Kini hanya tersisa Yoona, Mina, dan Sanha saja yang asik menonton televisi sedangkan Yoona masih mewarnai. Sanha yang melihat Yoona tidak tega mulai berdiri untuk memberikan bantuan untuk Yoona.


"Yoona mau aku bantu?" tanya Sanha sambil duduk di sebelah Yoona.


"Tidak usah, lebih baik kakak menonton televisi saja bersama Mina." Jawab Yoona sambil fokus mewarnai.


"Setidaknya memilih warna saja Yoon," kata Sanha memaksa Yoona supaya Yoona mau menerima sedikit bantuan dari dirinya.


"Ya sudah," kata Yoona memberikan beberapa warna.


Beberapa menit kemudian Yoona hampir selesai karena dibantu dengan Sanha. Sedangkan Mina yang tadi menonton televisi menghilang entah kemana. Tidak lama mereka sudah selesai bersamaan dengan Jina yang baru bangun tidur.


"Aduh... Baru saja bangun sudah diberi penglihatan romantis," kata Jina sambil menggosok-gosok matanya.


"Kak Sanha itu cuma membantu saja bukan ada maksud lain kok," jawab Yoona tidak terima.


"Berani taruhan kalau kakak suka sama kamu Yoon," kata Jina membuat Sanha segera menghilangkan diri sendiri.


"Maaf aku ada pekerjaan lain," kata Sanha langsung menghilang.


"Jina sih kasihan tahu kak Sanha kan dia sudah membantu," kata Yoona kesal dan segera menaruh kerajinan nya ke tempat yang menurut dirinya aman.


"Ya Yoon jangan marah," kata Jina saat melihat Yoona mulai pergi dari kamar.


"Aduh salah terus kan," kata Jina kesal kepada dirinya sendiri lalu kembali tidur dan tidak ikut makan malam.


"Loh mana Jina?" tanya Yoona.


"Enggak mau makan," jawab Yoona.


"Ya sudah kalau begitu kalian makan saja dulu. Bibi akan mengantarkan makanan kepada Jina siapa tahu dia mau makan," kata Ibu Haru mengambil makanan untuk Jina dan membawanya ke kamar Yoona.


"Kenapa Jina tidak mau makan Yoon? Kan biasanya dia selalu makan nomor satu," kata Haru kepada Yoona yang sedang makan.


"Aku enggak tahu juga," jawab Yoona disela-sela makan nya.


Yoona, Haru, dan Aiera segera menghabiskan makanan mereka masing-masing. Beberapa menit kemudian ibu Haru turun ke bawah.


"Sangat lapar ya," kata ibu Haru saat melihat Yoona, Haru, dan Aiera sudah menghabiskan makanan mereka masing-masing.


"Iya bi," jawab Aiera sambil tertawa canggung.


"Bu Jina jadi makan?" tanya Haru kepada ibunya.


"Jadi tadi sempat enggak mau, tetapi ibu tetap membujuk dia agar mau makan." Kata ibu Haru sambil menata piring yang sudah kotor untuk dicuci.


"Ya sudah, kita ke kamar ya bu." Kata Haru yang langsung ke atas.


"Terima kasih bibi sudah mau memasak kan untuk kita," kata Yoona berterima kasih.

__ADS_1


"Sama-sama, ya sudah sekarang kalian ke atas susul Haru sama Jina." Suruh ibu Haru kepada Yoona dan Aiera yang masih ada di bawah.


"Iya kita duluan ya bi," kata Yoona dan Aiera mulai pergi menuju kamar Yoona.


Sesampai di kamar terlihat Jina yang sedang makan ditemani Haru yang fokus menonton televisi.


"Besok jadi jalan-jalan kan?" tanya Aiera kepada Yoona, Haru, dan Jina.


"Tentu saja," jawab Jina sambil melanjutkan acara makan.


"Berarti besok ke tempat sepupu ku sebentar ya karena kan mau mengambil gelang. Tadi sepupu ku bilang kalau gelangnya sudah jadi semua," jelas Aiera kepada Yoona, Haru, dan Jina.


"Lalu ke taman ya soalnya sudah lama aku belum pernah ke sana," kata Haru memberikan usul.


"Boleh," jawab Jina.


"Terus siang nya kita di rumah dulu untuk rebahan sebentar lalu pergi ke mall sampai sore mau enggak?" tanya Yoona.


"Mau," jawab Haru semangat.


"Iya, berarti sekarang kita harus tidur supaya besok tidak bangun ke siangan." Kata Yoona memberikan usul.


"Ya sudah kita mau ke kamar," kata Haru mengajak Aiera pergi ke kamar sebelah.


"Selamat malam," teriak Yoona yang masih berada di ranjang miliknya.


"Selamat malam juga," jawab Haru dari luar kamar.


"Yoon minta maaf ya," kata Jina meminta maaf kepada Yoona.


"Jangan minta maaf kepada aku minta maaf kepada Kak Sanha itu yang benar," jelas Yoona kepada Jina.


"Iya, besok kalau bertemu aku akan meminta maaf," kata Jina setelah menghabiskan makanan nya dan segera mencari posisi untuk pergi ke alam mimpi.


"Selamat malam Jina," kata Yoona berbalik badan.


"Selamat malam Yoon," jawab Jina sambil segera mencoba untuk tidur.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.


-from Author🌺

__ADS_1


__ADS_2