Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Mafia


__ADS_3

Kini sore telah tiba, Yoona yang sebelumnya tidur dengan Jina langsung bangun. Sebenarnya mereka masih tidur, tetapi setelah mendengar suara Haru mereka cepat-cepat bangun. Haru mengajak Yoona, Jina, dan Aiera untuk makan ke bawah karena ibunya sudah menyiapkan makanan.


Setelah itu Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera duduk san mulai makan. Mereka makan dengan sangat lahap dan sama sekali tidak bicara satu sama lain. Setelah makan Yoona, Jina, dan Aiera segera berterima kasih kepada ibu Haru karena sudah menyiapkan makanan sehingga mereka tidak lagi lapar.


.


Kini Yoona, Haru, Jina, dan Aiera berada di halaman belakang ditemani beberapa camilan yang sebelumnya dibawakan oleh Aiera. Di sini tidak hanya ada mereka tetapi Sanha, Mina, Yuqi, dan Felix juga ikut berkumpul. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain, termasuk cerita dari Jina yang membuat mereka tertarik untuk mendengarkan dengan seksama.


Sayangnya Jina tidak mau melanjutkan ceritanya membuat Haru merengek kepadanya. "Jina lanjutkan dong Jin ceritanya masa ke gantung sih," kata Haru memegang tangan Jina. Tetapi Jina tidak mendengarkan Haru yang terus memaksanya untuk melanjutkan ceritanya. Sehingga Mina mengajak Yoona, Haru, Jina, Sanha, Aiera, dan Felix untuk bermain mafia.


"Mafia?" tanya Aiera kepada Mina.


"Mafia itu mainan yang dimainkan oleh satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang dan satu moderator. Moderator ini akan memilih dua atau tiga orang untuk menjadi mafia, satu dokter, dan satu polisi. Sedangkan yang lain hanya warga biasa. Di dalam permainan ini para mafia akan bersaing dengan warga, dokter, dan juga polisi." Jelas Haru lebar kepada Aiera membuat Aiera hanya mengangguk-angguk tanda paham.


Sebelum bermain mereka memilih Sanha untuk menjadi moderator. Karena kata Mina Sanha sangat pandai memilih orang yang sesuai dengan peran. Tidak lama permainanpun dimulai dan Yoona, Aiera, Haru, Jina, Felix, Mina, dan Yuqi menundukkan kepala. Sedangkan Sanha berjalan di belakang mereka untuk memilih peran yang sesuai.


Sanha memilih Mina dan Haru untuk menjadi mafia, Jina menjadi dokter, dan Felix menjadi polisi. Setelah memilih dia segera memulai permainan dan menyuruh Yoona, Aiera, Haru, dan adik-adiknya untuk memperkenalkan diri. Saat perkenalan diri mereka harus menyembunyikan identitas mereka masing-masing. Perkenalan diri dimulai dari Jina, berlanjut ke Yoona, Haru, Aiera, dan para hantu kecil.


Setelah semua memperkenalkan diri Sanha langsung menyuruh mereka untuk menundukkan kepala atau tutup mata. "Mafia silakan bangun dan memilih mangsa," kata Sanha membuat Yuqi dan Mina segera mengangkatkan kepala dan memilih Aiera untuk dibunuh. Tidak lama Sanha menyuruh mereka untuk menundukkan kepala lagi dan kini menyuruh dokter untuk memilih siapa yang akan dia selamatkan. Jina memilih Aiera untuk diselamatkan karena Jina berpikir bahwa Aiera akan dibunuh karena dia belum tahu rinci permainannya. Kemudian Jina menundukkan kepala lagi dan kini polisi Felix mengangkatkan kepala dan memilih Haru untuk mengetahui identitasnya. Sanha menggelengkan kepala tanda bukan Haru mafianya dan membuat Felix menundukkan kepala lagi.


"Pagi sudah datang," kata Sanha membuat semua langsung mengangkatkan kepala.

__ADS_1


"Ada 2 warga yang sedang berkeliling di sekitar rumah mereka. Mereka berjalan melewati satu gang dan di sana mereka bertemu dengan pembunuh bayaran membuat salah satu dari mereka terluka. Setelah itu pembunuh bayaran ini pergi tanpa meninggalkan jejak sampai polisi tidak bisa mencari mereka, tetapi mereka tidak pergi sepenuhnya melainkan bersembunyi di dekat rumah warga. Tidak lama dokter datang dan langsung mengobati warga yang terluka akibat pembunuh bayaran tadi," jelas Sanha.


"Untuk mengetahui pembunuh bayaran ini siapa silakan untuk berdiskusi terlebih dahulu," kata Sanha lagi membuat adik-adiknya langsung ribut memilih siapa mafianya.


"Jina mafia?" tanya Haru kepada Jina yang hanya memperhatikan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Bukan ya, aku anak baik-baik." Jawab Jina tidak terima karena tuduhan Haru.


"Kak Yoona?" tanya Mina kepada Yoona.


"Berarti kakak Mina mafianya," kata Felix tiba-tiba membuat Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera menatap Mina.


"Apa maksudmu?" tanya Mina tidak terima.


"Jadi saya putuskan bahwa Mina adalah salah satu dari pembunuh bayaran tersebut," kata Sanha membuat Felix bahagia dan menjadi sangat ceria. Sedangkan Mina hanya menatap Felix tidak suka dan Sanha langsung melanjutkan permainan.


Di malam ini Yuqi mengangkat kepala dan memilih Felix untuk dibunuh membuat Sanha hanya mengangguk-angguk paham. Sanha menyuruh mafia kembali menundukkan kepala dan memanggil dokter untuk memilih siapa yang akan dia selamatkan. Jina mengangkat kepala membuat Mina terkejut tidak percaya, karena menurut Mina dokternya adalah Felix kalau tidak Haru tetapi dugaannya salah. Jina memilih diri sendiri untuk diselamatkan karena dia adalah seorang dokter yang tidak boleh langsung mati. Tidak lama Jina menundukkan kepala lagi dan Sanha mulai membuka suara.


"Pagi sudah datang dan semalam polisi ingin mencari siapa pembunuh bayaran yang lain. Sayangnya polisi malah terperangkap di rumah si pembunuh dan terbunuh mati sebelum dokter datang." Jelas Sanha sedikit berbeda supaya Yoona, Haru, Aiera, Jina, dan adik-adiknya menjadi bingung.


"Oke, sudah aku duga kalau aku bakalan mati." Kata Felix tidak suka dan memasang raut wajah sedih.

__ADS_1


"Silakan berdiskusi untuk memilih siapa mafianya," kata Sanha.


"Sudah," kata Jina percaya diri. Sanha segera menghitung mundur dari 3 dan Yuqi yang terpilih dengan 4 suara. 4 suara ini adalah Yoona, Haru, Aiera, dan Jina.


"Warga mulai mencari pembunuh bayaran tersebut dan mereka memutuskan untuk memeriksa rumah warga 1 per 1. Sampailah di sebuah rumah dan salah satu warga melihat mayat polisi yang belum sempat dibuang oleh si pembunuh dan warga segera bersembunyi dan meminta bantuan polisi yang lain. Sampai sore si pemilik rumah datang dan langsung ditangkap karena tuduhan pembunuhan. Hasil dari polisi ini adalah benar ternyata pemilik rumah tersebut adalah pembunuhnya." Jelas Sanha membuat Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera berpelukan karena kemenangan mereka. Sedangkan Felix juga bahagia dan berlari memeluk Sanha yang sudah bercerita, sehingga membuat dia menangis dan takut.


"Loh Felix kenapa kok nangis?" tanya Yoona melihat Felix menangis sambil memeluk Sanha erat.


"Tenang saja Felix tidak apa-apa, sekarang kalian mandi ya karena sudah sore menjelang malam." Suruh Sanha kepada Yoona, Aiera, Haru, dan Jina.


"Kita mau tahu dulu Felix kenapa," kata Jina tidak menghiraukan perkataan Sanha.


"Nanti akan aku beritahu di kamar Yoona," jawab Sanha segera menghilang bersama Felix diikuti Yuqi dan Mina. Setelah itu Yoona, Haru, Jina, dan Aiera kembali ke kamar dan segera mandi sesuai perkataan Sanha.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...

__ADS_1


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.


-from Author🌺


__ADS_2