Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Rumah Aiera


__ADS_3

Seusai membeli buku Yoona, Aiera, Jina, dan Haru diikuti para hantu segera masuk ke mobil untuk mengantar Aiera pulang ke rumahnya. Di dalam mobil mereka langsung membaca buku yang sempat mereka beli sebelumnya. Sedangkan para hantu hanya melihat salah satu dari Yoona dan teman-temannya untuk ikut membaca.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Aiera dan segera masuk karena mereka akan mampir untuk bermain sebentar. Di sana mereka langsung ke taman belakang untuk bermain, karena tas Aiera sudah dibawa oleh pembantunya untuk ditata rapi di lemari. Aiera, Yoona, Haru, Jina, dan para hantu bermain dengan 2 anjing dan 1 kucing.


"Permisi non, makanannya sudah siap." Kata pembantu Aiera sopan.


Dengan secepat mungkin Aiera memasukkan peliharaannya lagi dan mencuci tangan bersama teman-temannya. Seusai mencuci tangan mereka segera menuju ke meja makan yang di atasnya sudah tersedia makanan yang mampu membuat perut mereka ingin segera memakannya. Aiera, Haru, Jina, dan Yoona makan tanpa ada pembicaraan sama sekali, sehingga waktu mereka makan sangat sedikit.


Setelah makan mereka pergi ke kamar Aiera yang sangat luas bahkan lebih luas daripada kamar Yoona. Di sana Haru selalu bertanya kepada Jina mengenai hantu, adakah hantu yang tampan seperti sanha bisik Haru kepada Jina membuat Sanha langsung menoleh. Jina menggelengkan kepala tanda tidak ada membuat Haru langsung kecewa.


"Sekarang kita mau apa?" tanya Haru memecahkan suasana yang hening, tetapi dengan wajah sedih.


"Main tebak kata dan aku punya headphone, mau enggak?" tanya Aiera sambil mengusulkan.


"Tapi mereka enggak bisa main tahu Ra," jawab Yoona sambil menatap Sanha, Yuqi, Mina, dan Felix bergantian.


"Mafia?" tanya Sanha sambil fokus menonton televisi. Yoona, Jina, Haru mengangguk semangat sedangkan Aiera hanya mengikuti apa kemauan mereka.


Sanha, Yuqi, Mina, dan Felix langsung berhenti menonton televisi dan langsung membuat duduk dengan pola lingkaran. Moderator kali ini adalah Jina karena Sanha sudah bosan menjadi moderator. Beberapa detik kemudian permainanpun dimulai dan Jina mulai memilih dua orang untuk menjadi mafia. Jina memilih Yoona dan Sanha untuk menjadi mafia, Haru menjadi dokter, Yuqi menjadi polisi. Jina memanggil para mafia untuk melihat teman mafia mereka. Saat Yoona dan Sanha saling melihat wajah mereka menjadi merah membuat Jina ingin tertawa.


Di permainan kini pagi telah datang semua orang segera mengangkatkan kepala dan mulai memperkenalkan diri. Setelah memperkenalkan diri, Jina mengganti suasana permainan menjadi malam. Jina menyuruh para mafia bangun dan memilih siapa yang akan dibunuh pada malam pertama. Sanha menunjuk Felix sedangkan Yoona hanya mengikuti Sanha. Kemudian mereka kembali tidur dan kini dokter memilih seseorang untuk diselamatkan. Haru memilih dirinya sendiri karena dia tidak mau mati diawal permainan. Setelah dokter kini polisi yang bangun, Yuqi memilih Sanha untuk mencari tahu identitas yang asli membuat Jina mengangguk.


Di permainan pagi mulai datang lagi, "Maaf Felix kamu terbunuh," kata Jina langsung memberitahu Felix bahwa dia sudah gagal diawal permainan.


"Baru saja dimulai aku sudah mati duluan, pasti kak Sanha nih salah satu mafianya." Kata Felix curiga karena saat Sanha menjadi mafia Sanha selalu membunuh Felix terlebih dahulu.


"Silakan diskusi terlebih dahulu teman-teman," suruh Jina membuat Yoona, Haru, Aiera, Yuqi, Sanha dan Mina langsung berisik tetapi Jina sudah memasang earphone.

__ADS_1


"Pilih kak Sanha karena dia mafia benaran deh aku enggak bohong," kata Yuqi sambil menunjuk Sanha dengan raut muka yang sangat serius.


Tidak lama Jina langsung menyuruh mereka untuk menunjuk satu orang dan Sanha yang terpilih membuat semua orang langsung bahagia setelah mengetahui bahwa dirinya mafia. Sedangkan Yoona hanya berpura-pura ikut bahagia. Beberapa menit kemudian permainan kembali berlangsung.


.


Setelah 15 menit permainan mafia sudah selesai. Para warga yang memenangkan permainan ini dan mafianya kalah. Saat mengetahui bahwa Yoona dan Sanha adalah mafia membuat mereka menatap keduanya dengan tatapan jahil.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang dulu ya Ra," kata Yoona pamit untuk pulang membuat Rara hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Ayo aku antar sampai luar," kata Ar mulai berdiri dan berjalan keluar diikuti teman-temannya.


Setelah sampai di depan rumah sudah ada sebuah mobil dan tanpa berlama-lama Yoona, Jina, Haru, dan para hantu ikut masuk ke mobil. Beberapa detik mobil milik Yoona sudah terlihat jauh dari rumah Aiera dan Aiera segera kembali ke kamar untuk mandi, karena hari sudah sore.


.


"Sana Yoon sudah selesai," kata Jina membuat Yoona segera masuk ke kamar mandi.


"Kalian mau tidur?" tanya Sanha menatap Jina yang mulai menghempaskan diri ke ranjang.


"Iya ingin, tapi aku tidak bisa karena satu makhluk akan muncul." Kata Jina sambil menatap langit-langit kamar dan muncul Haru yang datang tidak diundang.


"Kak Ar pergi sana kasihan tahu kak Jina mau tidur," kata Yuqi mengusir Haru yang kedatangannya tidak diundang.


"Tidak mau, lagiankan ranjangnya masih luas jadi kenapa aku harus pergi," kata Haru yang ikut menghempaskan diri di atas ranjang dan mulai mengganggu Jina.


"Ar sudahlah kasihan Jina enggak bisa istirahat, jadi lebih baik kamu ke kamar siap-siap buku karenakan besok sekolah." Kata Sanha menasehati Haru membuat Haru langsung pergi dari kamar Yoona dan menutup pintu dengan keras sampai Yoona yang baru saja keluar dari kamar mandi ikut terkejut.

__ADS_1


"Kenapa Haru?" tanya Yoona berjalan ke ranjang sambil menatap pintu kamarnya yang baru saja ditutup oleh Haru dengan keras berharap pintunya baik-baik saja.


"Lupakan saja, selamat malam." Kata Sanha sambil menghilang diikuti Yuqi, Mina, dan Felix.


Sebelum tidur Yoona dan Jina menata buku karena mereka juga lupa kalau hari ini adalah hari minggu. Beberapa menit setelah menata buku mereka langsung naik ke ranjang, tidak lupa memasang alarm dan pergi ke mimpi masing-masing.


"Selamat malam Yoona, Jina," kata Sanha yang rupanya masih ada di dekat jendela kamar Yoona lalu segera menghilang karena Yuqi mengirimkan telepati kepadanya.


-


Halo semua...


Sebelumnya maaf ya author kita jarang up karena ada beberapa masalah dan seterusnya semoga saja cepat-cepat up supaya kalian bisa baca secepatnya -Jina


-


Dan ada beberapa visual yang harus author ganti karena aku yang minta mohon maaf ya readers -Haru


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.

__ADS_1


-from Author🌺


__ADS_2