
Di saat asik mengobrol Lia mendapatkan informasi bahwa Daniel mendapatkan teror lagi sekaligus petunjuk. Segera mungkin Lia langsung pergi menyusul Daniel yang masih berada di tenda OSIS. Dia tidak pergi sendiri, tapi dia ditemani oleh Jina. Saat ini Lia juga sudah tidak bisa melihat Nara, tetapi apa yang ingin disampaikan Nara akan disampaikan melewati Jina. Jina dan Lia segera keluar dari UKS dan segera menyusul yang lain. Chan dan Haru masih berada di UKS untuk menjaga Yoona sampai tenaganya pulih.
Saat ini Lia dan Jina hampir sampai di tenda OSIS. Dari titik mereka berada saat ini dapat dilihat Daniel yang mondar-mandir karena terlalu lama menunggu kedatangan Lia. Lia dan Jina berlari secepat mungkin dan menerobos keramaian yang cukup penuh untuk mereka sampai di tenda OSIS.
"Daniel," nafas Lia terputus-putus karena kelelahan saat mencoba menerobos keramaian. Tapi itu semua sudah biasa bagi Lia, karena pasti jika ada acara maka tentu saja tempat tersebut akan dipenuhi beberapa orang.
Daniel memberikan tas Lia ke pemiliknya dia juga menyuruh Lia untuk membukanya lebih tepatnya membuka buku diary Lia. Lia segera membuka buku diarynya dan dilembar dapat dilihat ada tulisan 'Serigala mulai mengaum, menurut kalian apakah maksudnya? Kejadian ini juga termasuk seperti kejadian tahun lalu, tahun yang benar-benar penuh drama' mata Lia membuka lebar. Dia benar-benar tidak percaya tentang apa yang dia baca, karena dari tulisannya cukup mirip dengan Lia. Lia takut akan dicurigai oleh teman-temannya, dia juga takut jika tidak akan ada orang yang percaya dengannya. Nara yang ikut berada di sana segera mengajak Jina mengobrol. Nara menyuruh Jina untuk menenangkan Lia, karena Lia pasti sedang khawatir sekaligus takut. Saat Jina melakukan tugasnya Lia terkejut, karena bagaimanapun juga perasaan Lia saat ini benar-benar tercampur aduk. Sehingga Lia menjadi bingung tentang apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1
Saat ini matahari tepat di bawah mereka, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah satu. Tapi bagi Lia, Jina, Yena, dan teman-temannya yang lain saat ini sudah seperti menunjukkan pukul 7 malam dan menurut mereka permainan akan segera dimulai.
"Serigala mulai mengaum? itu seperti mengisyaratkan permainan akan segera dimulai atau kalau tidak target musuh sudah terpilih. Jadi target musuh sudah terpilih dan permainan akan segera dimulai," Jina dengan kepintarannya yang memecahkan teka-teki tersebut. Shiro langsung menganggukkan kepala tanda setuju dengan perkataan Jina yang sangat jelas, rinci, dan mudah untuk siapapun yang ingin memahaminya.
Saat semuanya sedang berpikir kapan permainan akan dimulai, tidak jauh dari mereka Yoona, Chan, Haru, dan Sanha berjalan mendekat. Jina yang melihat Chan dan Yoona langsung menanyakan tentang teka-teki kepada mereka. Sanha yang termasuk hantu juga bisa mendengarkan perkataan Jina. "Itu dia, sekarang jam menunjukkan pukul setengah satu dan permainan akan segera dimulai pukul satu tepat saat siswa lain menampilkan pertunjukkan." Jina yang mendengarkan perkataan Sanha langsung mengangguk-angguk tanda dia baru saja paham mengenai hal tersebut. Jina mulai menjelaskan kepada Lia, Daniel, Yena, dan teman-temannya tentang apa yang telah dikatakan oleh Sanha. Dia juga menambahi pendapat bahwa masalah pertama mungkin akan berhubungan dengan acara penampilan para siswa. Kemudian jika itu berhasil maka kemungkinan mereka akan mengacaukan acara saat ulang tahun dan saat potong kue dimulai. Daniel dan Yena menganga lebar karena penjelasan Jina yang membuat mereka seakan mulutnya tertutup.
Di sisi lain, ada 2 orang yang sedang bersiap-siap untuk menjalankan rencana. Mereka juga sudah mendapat mangsa lain, yaitu kejadian yang akan membuat semua orang tercegang dan panik sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi. 2 orang ini sudah mulai bersedia menjalankan rencana mereka dan mereka melakukan rencana ini saat orang-orang pintar sekaligus bijak sedang tidak bersama temannya.
__ADS_1
Kini Yoona, Lia, Daniel, dan Jina sudah berada di pintu utara, di sana ada orang yang sedang ditahan seperti penjahat. Yoona, Lia, Jina, dan Daniel sudah berada di sana dan kini mereka meminta penjelasan yang lebih mendalam mengenai orang tua anak tersebut yang katanya sakit mendadak. Anak ini bernama Minju, seorang anak kelas 7 yang setara dengan Yoona dan Jina. Minju mulai menjelaskan tidak begitu panjang, tetapi cukup untuk dipahami supaya mendapatkan ijin untuk pulang. Karena takut adik kelasnya terluka saat dijalan Lia menelpon supirnya yang sangat jago dalam hal apapun untuk mengantar Minju ke rumah sakit. Lia benar-benar tidak ingin jika kejadian tahun lalu harus terulang kembali, jadi sebaik mungkin dia menjaga semua warga sekolah, teman-temannya, adik-adiknya, bahkan kakak kelasnya. Beberapa menit kemudian mobil Lia beserta supirnya datang dan Lia menyuruh Minju segera berangkat ke rumah sakit. Sebelum mobil berangkat Lia meminta tolong kepada supirnya supaya berhati-hati selama di jalan dan jangan biarkan orang lain menyentuh barang milik Lia, mobil sekaligus adik kelasnya. Setelah Lia selesai berbicara supirnya segera masuk ke mobil dan mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
“Semoga saja mereka baik-baik saja dan tidak mengalami kejadian ataupun hal buruk.” Jina, Yoona, dan Daniel menyetujui perkataan Lia. Setelah itu Daniel menyuruh temannya untuk mencatat nama Minju dan Daniel mengajak Yoona, Jina, dan Lia segera kembali ke tenda OSIS untuk menyusul yang lainnya.
Kemarin Lia sudah memilih beberapa orang untuk menemani kepala sekolah mereka saat memotong kue berlangsung. Lia memilih orang-orang yang sangat dibenci oleh Yoona, Jina, Haru, dan Aiera yaitu He Xin dan Eunha. Merekalah yang akan menemani kepala sekolah sekaligus berada di panggung bersama kepala sekolah, padahal mereka masih kelas 7. Kurang beberapa menit lagi jam akan menunjukkan pukul satu dan permainan akan segera dimulai dengan siap Jina, Yoona, Haru, Aiera, dan teman-temannya sekaligus kakak kelasnya akan menyelesaikan permainan ini dibantu dengan Sanha dan Nara berupa hantu yang tidak akan diketahui oleh para lawan mereka.
Bersambung
__ADS_1
Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.