Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Kerja Kelompok #2


__ADS_3

“Jadi begini Ro ibuku dan ibu Haru sudah berteman sejak lama dan Haru selama ini tinggal di rumah ku. Kalau Aiera dan Jina mereka hanya aku ajak menginap karena kan besok libur,” kata Yoona menjelaskan dengan sedikit berbohong.


“Iya karena itu aku mau kemas-kemas sebentar menaruh barang ke kamar Haru karena Jina sudah satu kamar dengan Yoona.” Kata Aiera sambil membawa tas miliknya.


“Ya sudah kalau begitu kalian beres-beres dulu saja, kita akan membuat rencana untuk tugas kerajinan nya.” Kata Jihoon sambil mengambil bukunya yang berada di dalam tas nya.


“Ya sudah kita mau ke kamar dulu jangan kemana-mana takutnya tersesat,” kata Haru sedikit menghina.


“Sepertinya mereka sudah lama bersahabat ya,” kata Shiro saat melihat Yoona, Haru, Jina, dan Aiera keluar dari ruangan.


“Ya aku juga berpikir seperti itu,” kata Jinyoung sambil mengambil bahan-bahan an alat-alat yang akan digunakan.


Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera berlari ke arah kamar yang letaknya cukup jauh. Jadi kalau salah satu dari Shiro, Jinyoung, dan Jihoon keluar dari ruangan dan ingin menyusul Yoona atau teman-temannya maka mereka harus melewati beberapa pintu dan lorong. Setelah melewati semuanya kini Yoona, Haru, Jina dan Aiera sudah sampai di depan kamar Yoona. Mereka segera masuk ke kamar Yoona.


“Aku taruh di sini dulu ya Yoon,” kata Aiera menaruh tas miliknya di atas ranjang Yoona.


“Iya, kak Sanha,” panggil Yoona.


Beberapa detik kemudian Sanha muncul bersama Mina, Yuqi, dan Felix.


“Ada apa?” tanya Sanha.


“Kalian tetap di sini dulu ya,” kata Yoona memohon kepada Sanha, Mina, Yuqi, dan Felix.


“Memang nya kenapa?” tanya Sanha.


“Karena teman kita lagi berada di rumah ini, jadi kita mohon kalian tetap di kamar saja jangan kemana-mana dulu.” Kata Jina ikut memohon kepada Sanha, Mina, Yuqi, dan Felix.


“Iya,” jawab Sanha.


“Terima kasih, di sini kalian mau apapun ambil saja.” Kata Yoona seakan-akan mereka adalah manusia.


“Kakak berniat baik atau menghina sih,” kata Mina membuat Yoona bingung.


“Mina,” panggil Sanha sambil menatap tajam ke arah Mina.


“Ya sudah kita mau keluar dulu,” kata Yoona menyusul Aiera, Haru, dan Jina yang sudah berada di luar pintu kamar.


“Ya, semangat mengerjakan tugas.” Kata Sanha menyemangati Yoona.


Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera kembali menyusul Shiro, Jinyoung, dan Jihoon. Saat kembali mereka berlari sepanjang tiga per empat jarak dari kamar Yoona ke ruangan yang saat ini dibuat untuk kerja kelompok.


Karena saat seseorang yang belum sangat dekat dengan mereka tidak boleh mengetahui kamar Yoona dan kamar lainnya secara sembarangan, kalau tahu maka dengan terpaksa pemilik kamar akan dipindahkan ke kamar yang lainnya. Karena ibu Yoona hanya memiliki anak perempuan yaitu hanya Yoona saja, jadi ibu Yoona berusaha sebaik mungkin untuk menjaga Yoona.


Setelah menempuh tiga per empat jarak dari kamar Yoona ke ruangan kerja kelompok kini Yoona, Haru, Aiera, dan Jina kembali mengatur nafas mereka supaya Shiro, Jinyoung, dan Jihoon tidak ada yang curiga kalau kamar Yoona jauh dari tempat mereka berada. Setelah itu mereka segera masuk ke ruangan yang dibuat untuk kerja kelompok.


“Maaf ya lama,” kata Yoona meminta maaf.

__ADS_1


“Iya santai saja,” jawab Shiro sambil tersenyum.


“Jadi kita membuat apa?” tanya Jina langsung duduk.


“Rumah dari stik es krim mau enggak?” tanya Jinyoung.


“Boleh, tapi kan membuatnya sedikit lama atau lebih tepatnya lama,” kata Aiera lesuh.


“Nanti kalau belum selesai akan aku selesaikan dibantu sepupu ku. Karena sepupu ku pandai membuat kerajinan seperti ini,” kata Jihoon mengusulkan.


“Tidak apa-apa? Nanti malah kasihan sepupumu,” kata Jina tidak enak.


“Enggak apa-apa kok nanti aku tinggal mentraktir sepupu ku makan saja pasti mau,” kata Jihoon sambil tersenyum.


“Ya sudah kalau begitu biar aku yang bayar saja ya,” kata Jina memberikan beberapa lembar uang.


“Enggak usah Jin,” kata Jihoon tidak enak.


“Ayo lah Hoon kan kamu nanti juga membantu,” kata Jina memaksa Jihoon untuk menerima uangnya tetapi Jihoon tetap tidak mau.


“Tolong jangan lama-lama bermesraan,” sindir Haru.


“Young kode itu,” jawab Jina membuat wajah Haru menjadi merah.


“Aduh Haru malu,” goda Aiera.


“Ar jangan lama-lama di kamar mandi nanti Jinyoung jadi rindu sama kamu,” lanjut Jihoon sedikit teriak.


“Maaf aku enggak dengar,” kata Haru dari dalam kamar mandi.


“Ya sudah kita lanjut saja,” kata Shiro membuka bukunya.


“Ya sambil menunggu Haru,” kata Jinyoung tiba-tiba.


“Sudah aku bilang kalian itu kalau bertemu bertengkar terus tapi kalau enggak bertemu malah saling mencari,” kata Jina sambil memegang pelipis kepalanya.


“Tolong jangan bahas itu dulu,” kata Shiro menatap Jina dan Jinyoung datar.


“Iya iya lanjutkan,” jawab Jinyoung.


“Nah ini contoh desain nya, menurut kalian bagaimana?”  kata Shiro sambil menunjukkan gambar yang sempat dia buat saat Yoona, Haru, Jina, dan Aiera keluar dari ruangan.


“Kapan kamu membuatnya?” tanya Yoona.


“Tadi,” jawab Jihoon sambil menata bahan-bahan.


“Ya sudah langsung kita mulai saja ya,” kata Haru tiba-tiba datang.

__ADS_1


“Laki-laki membuat rumah sedangkan yang perempuan mulai menata hiasan untuk halaman luar,” kata Shiro bijak.


Dengan segera Yoona, Haru, Jina, dan Aiera segera membuat halaman luar rumah sesuai dengan gambar desain yang sudah dibuat Shiro. Sedangkan Shiro, Jinyoung, dan Jihoon mulai menata stik dan memotong nya dengan rapi lalu ditempel menjadi rumah yang sudah sesuai dengan gambar. Kini mereka


fokus dengan tugas masing-masing sampai beberapa jam telah berlalu.


“Nah sudah,” kata Haru saat halaman luar sudah selesai beserta pagar yang sudah menempel dengan rapi.


“Ini kalian minum dulu kalau mau makan jajan makan saja enggak apa-apa,” kata Yoona membawakan minuman dan beberapa camilan untuk dirinya sendiri dan semua orang yang berada di dalam ruangan.


“Ro sini makan dulu,” ajak Jinyoung yang mulai makan camilan.


“Iya sebentar,” kata Shiro yang masih menata kerajinan rumah.


Tidak lama Shiro bergabung dengan Yoona, Haru, Jina, Aiera, Jinyoung, dan juga Jihoon yang sudah menghabiskan beberapa camilan milik Yoona. Setelah kenyang dengan camilan kini mereka melanjutkan membuat kerajinan rumah lagi.


“Nah sudah jadi,” kata Shiro melihat rumah dari stik es krim yang sudah jadi.


“Nanti aku akan menghias nya tidak apa-apa kan?” tanya Yoona kepada Shiro.


“Iya enggak apa-apa kok asal tidak merubah nya saja,” kata Jihoon.


“Ya sudah kalau begitu kita pulang ya,” kata Shiro mengemasi barang-barangnya diikuti Jihoon dan Jinyoung.


“Loh sudah dijemput?” tanya Jina.


“Sudah mungkin,” jawab Jinyoung yang sedikit tidak yakin.


“Ya sudah biar kita antar ke depan saja,” kata Haru semangat.


“Bahagia banget Ar,” kata Jinyoung segera berdiri.


“Tentu saja, karena setelah ini aku akan menghabiskan waktu ku untuk tidur sampai besok pagi.” Kata Haru yang pastinya berbohong tetapi Shiro, Jinyoung, dan Jihoon mengira Haru jujur.


Setelah sampai di depan pintu rumah ada tiga mobil yang sudah tersedia. Shiro, Jinyoung, dan Jihoon segera pamit lagi kepada Yoona, Haru, Jina, dan Aiera lalu mereka segera naik ke mobil untuk pulang ke rumah masing-masing.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.


-from Author🌺

__ADS_1


__ADS_2