Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Rencana


__ADS_3

Tepat saat Jina di uks rapat OSIS telah berlangsung dan semua anggota OSIS sangat memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Lia. Lia membagi tugas untuk setiap para anggota OSIS. Setelah membagi tugas Lia menjelaskan tentang apa yang harus disiapkan oleh masing-masing anggota. Setelah itu Lia memilih salah satu orang untuk pergi ke ruang radio dan membuat pengumuman bahwa besok sekolah akan pulang lebih cepat.


"Kak Lia bolehkah aku dan Yoona ke sana?" tanya Haru saat Lia akan memilih orang untuk membuat pengumuman.


"Tentu saja, silakan ke ruang radio nanti sebelum istirahat," ujar Lia kemudian melanjutkan membagi tugas untuk setiap anggota.


.


Di sisi lain, Jina sedang makan disuapin oleh Jihoon. Sebelumnya atau lebih tepatnya saat mereka berpelukan perut Jina tiba-tiba berbunyi dan membuat Jihoon tertawa lalu segera mengambilkan makanan untuk Jina. Karena Jina masih lemas jadi Jihoon memutuskan untuk menyuapi Jina dengan sangat hati-hati.


"Terima kasih ya Hoon," kata Jina disela-sela makannya dan Jihoon yang masih menyuapinya.


"Makan dulu sampai selesai, baru nanti bicara. Tidak-tidak setelah makan kamu harus tidur lagi," kata Jihoon yang terus menyuapinya Jina.


Setelah beberapa suapan, "Sudah kenyang," kata Jina menahan tangan Jihoon.


"Tinggal sedikit Jin," kata Jihoon sambil memohon kepada Jina supaya Jina masih mau makan, tapi sayangnya Jina tetap tidak mau. Dengan terpaksa Jihoon merapikan kembali piring yang masih ada makanannya walaupun tinggal sedikit, sedangkan Jina minum obat yang sebelumnya diberikan petugas uks kepada Jihoon.


"Aku ke belakang sebentar," kata Jihoon sambil membawa piring dan gelas yang kotor untuk dia cuci.


Tetapi dengan cepat Jina memegang tangan Jihoon, "Tetaplah di sini," kata Jina sambil beraegyo kepada Jihoon.


"Baiklah," kata Jihoon kembali duduk di dekat ranjang Jina. Mereka mengobrol bersama sampai jam istirahat ke dua akan dimulai.

__ADS_1


.


Di lain itu, kini Yoona, Haru, Aiera, Chan, Shiro, dan Jinyoung berjalan ke arah ruang radio. Mereka akan memberitahukan pengumuman bahwa besok akan pulang lebih cepat dan seluruh ekstrakurikuler yang besok ada jadwal diliburkan. Karena Yoona adalah salah satu orang yang punya suara merdu, jadi dia yang berbicara. Dia membacakan apa yang sebelumnya sudah ditulis oleh Lia untuk dia bacakan.


Selesai membacakan pengumuman, mereka pergi ke uks untuk memeriksa Jihoon dan Jina. Saat mereka sampai di uks semuanya menjadi tertawa, karena Jina yang sedang tidur dan Jihoon juga tidur sambil bersandar ke pinggir ranjang seperti adegan drama.


"Untung saja setiap ruangan ada pintu ya, kalau enggak ada pasti orang-orang akan berpikiran yang tidak-tidak tentang mereka." Kata Aiera sambil berjalan mendekati Jihoon dan Jina yang masih tertidur dengan nyenyaknya.


"Harus diabadikan," kata Haru mulai mengeluarkan handphone miliknya dan memotret Jina dan Jihoon yang masih tertidur, lalu dia menyimpan fotonya saat Jina sudah sadar.


Karena Jihoon dan Jina tertidur, semua orang kini pergi ke kantin untuk makan terlebih dahulu. Mereka sudah bisa menduga kalau Jihoon dan Jina sudah makan, karena ada piring kotor yang terletak di ruangan uks yang mereka tempati. Yoona, Haru, Aiera, Chan, Shiro, dan Jinyoung makan di kantin seperti biasanya tanpa ada pembicaraan sedikitpun.


Seusai mereka makan, mereka membelikan beberapa camilan untuk Jihoon dan Jina. Kini Jihoon sudah bangun sedangkan Jina masih tertidur karena pengaruh obat yang dia minum. Yoona yang membawa camilan memberikannya kepada Jihoon.


"Dia baik-baik saja, cuma ada satu perasaan yang mengganjal dipikirannya. Aku tidak berani menanyakan kepadanya karena takut dia tidak akan mau menjelaskannya, jadi aku memilih untuk diam. Nanti kalau kalian bersama coba tanyakan kepadanya," jelas Jihoon kepada teman-temannya.


"Memang apa yang terjadi?" tanya Aiera mulai khawatir dengan Jina yang masih tertidur pulas.


"Coba nanti tanyakan saja kepadanya langsung," balas Jihoon sambil memakan camilan karena dia begitu lapar.


Saat semua orang mengobrol tanpa mereka sadari Jina sudah bangun dan membuat teman-temannya langsung memeluk Jina. Jina yang baru sadar langsung menanyakan tentang rapat OSIS yang dilaksanakan, tetapi Haru menyuruh Jina untuk tidak menanyakan hal tersebut. Kemudian mereka mengobrol dengan berbagai topik sampai tanpa ada jeda.


Setengah jam telah berlalu, kini mereka kembali ke kelas termasuk Jina. Karena dia termasuk orang yang tidak akan betah kalau ditinggal sendirian, jadi dia memutuskan untuk mengikuti pelajaran. Mereka mengikuti pelajaran seperti biasa tanpa ada apapun yang spesial. Sampai jam pulang sekolah tiba membuat seluruh murid teriak bahagia.

__ADS_1


"Aku duluan ya teman-teman," kata Aiera pamit kepada Yoona, Haru, Jina, dan Chan karena mereka tinggal di rumah Yoona. Setelah kepergian Aiera mereka segera naik ke mobil dan mobil berjalan menuju rumah.


Sesampai di rumah Haru, Chan, Yoona dan Jina pergi ke kamar masing-masing. Saat ini Yoona masih belum ingin bertanya kepada Jina, karena masih mengingat kondisi Jina yang belum begitu pulih. Dia menyuruh Jina untuk tidur lagi dan dia akan pergi mandi terlebih dahulu. Saat Yoona mandi, Jina berada di atas ranjang berpura-pura tidur tetapi dia tidak jadi tidur karena kedatangan tamu yang tidak diundang.


"Halo kak Jina," sapa Mina semangat sambil tersenyum kepada Jina. Mina datang bersama Sanha yang berada di belakangnya.


"Jina, kamu sakit?" tanya Sanha memperhatikan Jina yang masih pucat karena dia benar-benar seperti tanpa ada tenaga sedikitpun.


"Kakak, boleh aku bertanya mengenai indra?" tanya Jina pelan sangat pelan tetapi masih terdengar oleh Sanha.


"Tentu saja," jawab Sanha sambil tersenyum hangat. Lalu Jina mulai bertanya kepada Sanha bahwa jika seseorang yang telah melihat masa depan akan membuat orang tersebut begitu lemas, dan berbagai pertanyaan lainnya. Dengan sabar Sanha menjelaskan kepada Jina, jika seseorang telah melihat masa depan mau itu disengaja atau tidak sengaja mereka akan merasakan tubuh yang begitu lemah dan membuat orang ini sangat lelah walaupun awalnya orang tersebut baik-baik saja. Lalu Sanha juga menjelaskan kejadian yang dilihat bisa saja akan benar-benar terjadi dan tidak, karena semua itu bisa berubah setiap kurun waktu. Satu hal lagi yang Sanha jelaskan, walaupun kejadian yang telah dilihat mereka tidak bisa melakukan apapun, karena memang sudah seperti itu beda lagi kalau akan ada suatu keajaiban yang akan terjadi. Maka semua yang telah dilihat kemungkinan 45% akan berubah dengan sendirinya, tetapi itu hanya akan bersifat sementara. Begitulah Sanha menjelaskan segalanya kepada Jina, sedangkan Jina yang mendengarkan penjelasan Sanha menganggukkan kepala tanda dia paham.


"Apa aku boleh bercerita sama kakak?"


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.

__ADS_1


-from Author🌺


__ADS_2