
Kini Yoona, Jina, Haru, dan Lia sudah sampai di rumah sakit. Lia yang paling tua menanyakan kamar Daniel kepada resepsionis. Setelah mendapatkan petunjuk mereka segera ke kamar Daniel. Mereka berjalan melewati beberapa kamar dan lorong rumah sakit. Di sana Yoona dan Jina dapat melihat beberapa hantu yang bisa terbilang cukup banyak.
"Ini kamarnya," kata Lia sambil menunjuk pintu kamar dan membuka pintu kamar dengan hati-hati.
Lia masuk ke kamar diikuti Haru, Jina, dan Yoona. Di dalam kamar ada seorang laki-laki yang ditemani dengan ibunya yang merupakan bibi Haru. Haru, Lia, Yoona, dan Jina sangat terkejut saat melihat luka yang terdapat pada dahi sebelah kiri dan lengan yang diperban hingga beberapa lapis.
"Teman mu sudah datang, ibu akan keluar dulu. Haru lama tidak bertemu dengan mu," kata Ibu Daniel sambil tersenyum, segera berdiri dan hendak keluar. Tidak lupa Haru juga menyapa bibinya dengan penuh kasih sayang dan ramah.
Setelah ibu Daniel keluar kini tinggal Daniel, Yoona, Jina, Haru, dan Lia. Saat Daniel memanggil Lia, Lia segera memberikan buah-buahan yang dia bawa serta beberapa makanan sehat lainnya.
"Aku baik-baik saja," kata Daniel terlebih dahulu sebelum Lia menanyakan kabarnya. Daniel tidak mau membuat Lia ikut sakit dengan apa yang dialaminya.
"Kakak, kakak mau memecahkan masalah?" tanya Haru mencoba menarik perhatian Daniel yang sangat suka dengan teka-teki.
Lia segera mencubit lengan Haru, "Dia sedang sakit bagaimana kamu menceritakan itu," bisik Lia sambil melirik Haru sinis. Sedangkan Daniel yang melihat tingkah Lia tertawa dengan bahagia dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.
"Memang ada masalah apa?" tanya Daniel yang sudah terlanjur pingin tau. Dengan senang hati Haru menjelaskan semuanya dan juga tidak lupa mengenalkan Yoona dan Jina yang sedari tadi diam tanpa membuka suara sedikitpun.
.
Setelah 30 menit bercerita Haru berhenti dan bergantian dengan Lia. Karena dari awal Lia tidak bercerita kepada semua orang sepenuhnya. Lia termasuk orang yang sulit percaya kepada orang lain karena itu dia tidak mau terburu-buru mengambil tindakan.
__ADS_1
Lia melanjutkan penjelasan yang belum sempat dia jelaskan. Dia bercerita bahwa seseorang yang menerornya bukan orang biasa melainkan seseorang yang berada di sekolahnya. Dia menceritakan juga mengenai surat yang dia dapat dengan atas namanya dan tercoret dengan pena berwarna merah seperti darah.
"Lia jangan menangis, tenanglah di sini kamu tidak sendiri," ujar Daniel mencoba menenangkan Lia yang menangis setelah bercerita.
"Aku boleh membuka suarakan?" tanya Jina kemudian diangguki oleh Haru dan Daniel. Jina menjelaskan bahwa saat berada di ruang OSIS dia tidak sengaja melihat papan tulis juga. Baginya di sana dia seperti mendapat kode bahwa pelakunya memberi tau mereka petunjuk kapan permainan akan dimulai. Saat melihat tulisan Jina sudah bisa memastikan bahwa permainan akan dimulai nanti malam dan juga besok. Lalu tidak sengaja dia memperhatikan gambar yang terdapat dipapan tulis.
"Menurutmu bagaimana dengan gambarnya Yoon?" tanya Jina kepada Yoona yang bisa menebak sesuatu dengan melihat gambar saja.
Yoona menjelaskan ada berbagai banyak gambar dan yang menarik perhatiannya hanya satu gambar yang sangat jelas. Gambar tersebut adalah seorang anak kecil yang terpanah. Dari situ Yoona bisa memastikan bahwa seseorang atau beberapa akan mengalami luka entah luka yang bisa membuat mereka meninggal ataupun tidak. Lalu tidak sengaja Haru memotong pembicaraan Yoona. Haru menjelaskan bahwa dia melihat beberapa kumpulan angka beserta huruf yang membentuk sebuah kalimat. Kalimat yang terbentuk adalah 'Bunglon' Haru tidak tau maksudnya dan dia menyerahkan kepada Jina kembali. Jina langsung menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan bunglon adalah seseorang yang baik diluar dan bisa saja busuk didalam.
"Kalian cocok kalau jadi detektif tanpa harus sekolah," kata Daniel memotong penjelasan Jina dengan menatap Haru, Yoona, Jina dengan kagum.
Jina mengambil buku kecil yang selalu dia bawa seperti biasa dan mulai menyusun rencana bersama Yoona. Haru, Lia, dan Daniel hanya menatap mereka berdua dengan kagum karena mereka kalah cepat untuk memecahkan masalah ini. 5 menit kemudian Jina dan Yoona menjelaskan tentang perubahan rencana. Untuk berjaga-jaga mereka menyuruh 2 orang supaya tidak ada salah satu dari murid yang keluar dari gedung sekolah. Kemudian mereka membagi beberapa orang untuk terus memperhatikan orang-orang dari setiap pojok sisi halaman yang setiap sisi halamannya hanya 2 orang saja. Lalu karena masih ada beberapa sisa mereka akan dijadikan dua untuk berpatroli keliling di seluruh penjuru dan mengatur acara.
"Rencana yang hebat," kata Lia memuji kepintaran Jina dengan baik dan penuh ramah.
"Lalu kalian terutama yang ada di sini yang termasuk anggota dapat dipercaya kalian benar-benar harus waspada. Aku bahkan tidak mengingat siapa yang memukul ku karena kepala ku sempat terbentur dan membuatku hilang ingatan sebentar," jelas Daniel kepada Yoona, Jina, Haru, dan Lia.
"Kita juga mengajak teman yang kita percaya bolehkan?" tanya Haru kepada Daniel membuat Daniel mengerutkan alisnya.
"Aiera dan Chan, mereka juga harus ikut entah kenapa firasat ku tidak enak," kata Yoona kepada Lia dan Daniel.
__ADS_1
"Jinyoung, Jihoon, dan..." tiba-tiba perkataan yang belum selesai dikatakan Jina terputus saat dia hendak menyebut nama Shiro. Lia menyetujui pendapat Jina dan Yoona, dia segera membagi beberapa orang untuk setiap tugas. Lia mencoba membagi dengan insting dari Haru yang bisa menebak kelemahan dan kelebihan setiap orang. Setelah itu mereka segera membagi waktu untuk bergantian mengecek semua anggota OSIS.
"Jika kalian menemukan sesuatu atau sebuah petunjuk coba tanyakan kepada ku. Aku akan menjawab dengan senang hati dan tidak merasa keberatan, dan Haru juga kamu harus menelpon ku setiap berpatroli atau acara akan dimulai, kamu mengerti?" tanya Daniel kepada Haru dan Haru mengangguk dengan semangat.
Setelah semua rencana diubah, Yoona, Haru, Jina, dan Lia berpamitan kepada Daniel untuk segera kembali ke sekolah. Tidak lupa mereka juga berpamitan kepada ibu Daniel yang berada di luar. Lalu mereka pun mencari mobil Lia yang mereka pakai saat pergi ke rumah sakit dan segera kembali ke sekolah.
.
"Aku penasaran apa yang akan mereka lakukan untuk mencegah kita," kata seseorang dengan tertawa yang sangat bahagia dan tersenyum tidak sabar untuk segera memulai permainan.
"Pasti akan menjadi seru, kita lihat saja siapa yang akan memenangkan permainan ini."
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ
__ADS_1