Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Deja Vu Part 2 & Kebenaran


__ADS_3

Chan yang berada di ruangan Yoona terkejut saat melihat hantu gentayangan yang sebelumnya berada di kamar yang Yoona tempati. Dia sangat memperhatikan hantu tersebut dari atas hingga bawah. Tidak lama Jina masuk ke ruangan dengan suara pintu yang sangat keras. Jina berjalan ke arah hantu tersebut dan mencoba menanyakan apa yang membuat hantu tersebut berada di dekat Lia sebelumnya dan sekarang kenapa dia masuk ke ruangan Yoona. Hantu tersebut tidak menjawab dan malah mendekat ke arah Yoona. Dia mencoba ingin merasuki tubuh Yoona, tapi sayangnya dia tidak bisa karena adanya kalung dari nenek Yoona yang membuatnya tidak bisa merasuki Yoona.


"Kenapa kamu ingin merasukinya? tentu saja tidak bisa, karena dia memakai kalung dari neneknya. Kalau kamu mau kamu cukup bilang saja dan jelaskan semuanya," tutur Jina menenangkan hantu tersebut. Karena jika hantu tersebut tenang dan tidak dipenuhi dendam maka dia akan menjadi seperti Sanha, hantu tapi seperti manusia hanya saja pucat. Saat Jina mencoba mengobrol dengan hantu tersebut Lia berada di dekat pintu dan menatap Jina sedikit aneh, karena dia bingung sebenarnya Jina mengobrol bersama siapa.


"Kak Lia," Chan terkejut dengan kedatangan Lia yang kini menatap Jina dengan tatapan bertanya-tanya. Chan tidak ingin Lia menjadi rasukan untuk hantu yang berada di dekat Jina saat ini.


Lia berjalan mendekat ke arah Jina, semakin Lia mendekat semakin Chan khawatir dengan Lia. "Jina kamu mengobrol dengan siapa?" tanya Lia menatap Jina berharap bahwa Jina akan menjawab pertanyaan. Saat ini dipikiran Lia sangat banyak, sebenarnya dia juga ingin menanyakan berbagai hal kepada Jina. Tetapi dia mencoba mengerti pasti Jina akan pusing karena pertanyaan Lia.


Hantu yang berada di hadapan Jina menunjuk ke arah Lia dan mengatakan "teman." Jina mengerutkan alisnya sebagai tanda dia tidak paham dengan apa yang dimaksud hantu tersebut. Tiba-tiba hantu tersebut berjalan ke arah Lia dan saat dia berjalan mula-mula darah dibaju dan tubuhnya mulai menghilang sehingga dendam yang dia pendam semuanya hilang. Hantu tersebut memeluk Lia sehingga Jina dan Chan saling menatap dengan ekspresi bingung.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? dan kenapa aku tiba-tiba merinding begini, benar-benar jarang aku merinding seperti ini." Lia mencoba menggosok tangannya supaya bulu tangannya tidak berdiri dan membuatnya merinding. Hantu yang sedang memeluk Lia hanya tersenyum dengan ramah, senang, dan lainnya seakan dari awal dia memang baik. Jina dan Chan tidak menjawab perkataan Lia, karena mereka takut jika Lia mengetahui bahwa dia sedang diikuti hantu maka dia juga akan pingsan.


Hantu yang memeluk Lia segera melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Jina. Dia mengatakan bahwa Lia adalah temannya, lebih tepatnya kakak kelasnya. Hantu tersebut juga memberitahu Jina bahwa Nara adalah namanya. Nara meminta tolong kepada Jina maupun Chan untuk membantu menanyakan kepada Lia apakah Lia masih mengingatnya. Dia juga berjanji jika Jina dan Chan menanyakannya maka dia tidak akan merasuki tubuh Yoona maupun Haru. Jadi Jina menganggukkan kepala tanda setuju.

__ADS_1


Jina berjalan ke arah Lia dan menggandengnya ke arah sofa yang sedang diduduki oleh Chan. Lia hanya menurut, karena dia belum tau apapun untuk saat ini. "Kakak, apa kakak mengenal kak Nara?" Lia terkejut akibat pertanyaan dari Jina yang diucapkan secara tiba-tiba.


"Tentu saja, dulu kita seperti kakak adik padahal saudarapun bukan. Tapi hubungan kita tidak berlangsung lama, karena dia meninggal. Memangnya kenapa Jin?" tanya Lia kepada Jina dengan rasa ingin tau yang tinggi. Nara tersenyum dia menyuruh Jina untuk menjelaskan semuanya, karena menurut Nara Lia tidak takut dengan hantu mau itu nyata ataupun tidak.


"Kak Nara ada di sini lebih tepatnya berada di sebelah kakak. Memang kakak tidak bisa melihatnya, tapi aku, Chan, Yoona, dan Haru bisa melihatnya, tetapi Haru hanya sementara dan tidak selamanya. Kakak mau melihatnya?" Lia mengangguk semangat, lalu Jina lebih dekat ke Lia dan mulai membuka mata batin Lia.


Beberapa menit kemudian Lia mulai membuka matanya dan dapat melihat ada Nara yang tepat berada di sampingnya. Perlahan-lahan mata Lia berkaca-kaca karena dia benar-benar rindu dengan Nara. Dulu sebelum kelas 8 Lia sering dibully oleh teman-temannya, karena berita palsu yang tersebar tentang Lia. Karena berita itu Nara salah satu kakak kelas yang dulu terkenal dan menjadi ketua OSIS mulai mencoba mengeluarkan Lia dari lubang lumpur yang cukup banyak. Nara membantu Lia untuk lebih terbuka dan lebih percaya diri, tidak lupa juga Nara mengenalkan Lia kepada teman-teman terdekatnya. Dari dulu banyak para adik kelas termasuk teman-teman Lia yang sangat ingin berteman dengan Nara sang ketua OSIS. Tapi dengan berhati-hati Nara mengetahui sifat-sifat setiap adik kelas. Saat melihat Lia pertama kali Nara sudah sangat tertarik, jadi tidak lama dia berteman dengan Lia sehingga membuat para teman-teman Lia yang tiba-tiba menjadi baik. Saat mereka berpura-pura baik Nara mencoba menjauhkan Lia dari mereka perlahan-lahan, karena Nara tidak ingin Lia menjadi bahan bullying lagi.


Yoona yang sebelumnya pingsan sudah terbangun dan Haru yang juga sudah berada di kamar UKS yang ditempati oleh Yoona. Di sana mereka mendengarkan kisah Lia dan Nara dengan sangat seksama. Yoona dan Haru yang mudah tersentuh mereka menangis tanpa suara. Mereka sangat terharu akan persahabatan Lia dan Nara yang berakhir dengan mudahnya. Sebelumnya Nara yang bercerita kini berganti dengan Lia yang akan menceritakan bagaimana Nara bisa meninggal saat ulang tahun sekolah.


Perlahan-lahan orang tersebut mendekat ke arah Nara membuat Nara berjalan mundur. Tepat saat Nara sudah menyentuh dinding orang ini masih saja mendekat ke arah Nara. Lalu orang ini mengambil benda tajam yang sebelumnya mengikat rambutnya. Tentu saja orang ini berjenis kelamin perempuan dan benda tajam itu bagaikan pisau mulai mendekat tepat diwajah Nara. Perempuan ini melukis wajah Nara yang sudah dari awal cantik menjadi tidak tertata. Saat itu air mata Nara menangis, dia bingung kenapa semua bisa terjadi. Bahkan tidak ada tanda ataupun semacam teror seperti tahun ini, tapi saat itu benar-benar mendadak jadi tidak ada yang tau. Jari-jari Nara yang panjang sesuai dengan tinggi badannya dipotong menggunakan benda tajam itu. Saat Nara menangis perempuan dihadapannya malah tertawa puas, seperti harimau yang mendapatkan gajah untuk makanannya. Setelah jari dan wajah Nara rusak tidak rupawan, perempuan di depannya mulai memegang tangan Nara dan merusak nadi menggunakan benda tajam tersayangnya. Saat itu semua orang benar-benar tidak tau termasuk Lia yang hanya teman dekat Nara yang sudah dianggap Nara seperti adik sendiri.


Nara ditemukan oleh Ziro kakak Yena yang sedang berkeliling untuk mencari Nara bersama dengan temannya. Saat itu Ziro dan temannya menemukan tetesan darah yang mengarah ke ruang tari. Ziro bersama temannya masuk ke ruang tari dan di sana mereka menemukan Nara yang keadaannya benar-benar pucat. Ziro dan temannya segera memanggil guru, karena mereka tidak ingin jika kejadian itu tersebar luas. Orang tua Nara juga memberi informasi tentang Nara kalau Nara mengalami kecelakaan dan hanya Lia yang tau sebenarnya. Lia tau karena dia sering ke rumah sakit untuk menjenguk Nara yang mengalami koma dalam waktu yang lama. Sampai beberapa bulan Lia bangun untuk memberi informasi. Tepat saat itu Lia dan orang tua Nara sedang mengobrol bersama, karena hubungan Nara dan Lia sangat dekat jadi Lia juga dekat dengan orang tuanya. Nara menyampaikan pesan untuk Lia bahwa Lia harus menjaga diri baik-baik dan Nara juga menyuruh orang tuanya memberi tau kepada Ziro untuk menyuruh adiknya Yena berteman dengan Lia sampai mereka benar-benar menjalin persahabatan. Setelah menyampaikan semua pesan Nara menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang meneteskan air mata. Saat itu juga hati Lia benar-benar hancur berkeping-keping. Dia tidak tau harus bagaimana, tapi dia juga bisa memahami bahwa Nara juga pasti akan selalu ada di sampingnya. Kalau Lia sedih maka Nara juga akan sedih, jadi sekuat mungkin Lia tidak menangis saat Nara menghembuskan nafas terakhirnya, tapi tentu saja itu semua bohong. Semua orang pasti akan menangis jika ditinggalkan oleh orang yang sangat mereka sayangi. Meskipun menangis Lia mencoba sekuat mungkin untuk mengikhlaskan kepergian Nara yang dibunuh oleh seseorang. Dan dari sanalah Yena berteman dengan Lia juga.

__ADS_1


Lia menangis saat menceritakan masa lalu yang membuat hatinya benar-benar hancur. Jina dan Chan yang sebelumnya biasa sekarang mata mereka berkaca-kan seakan akan meneteskan air mata walaupun sedikit. Lia yang menangis dipeluk oleh Nara dengan penuh kasih sayang. Saat dipeluk Lia malah menangis lebih kencang dengan sangat berusaha Nara menenangkan Lia supaya Lia berhenti menangis.


"Jadi kita akan menunggu informasi berikutnya saja. Siapa tahu kita akan mendapatkan informasi maupun teror atau kode." Jina memecahkan suasana karena dia tidak mau terjatuh dalam masa lalu yang penuh dengan kesedihan. Saat Jina mencoba memecahkan masalah Sanha datang membuat Lia terkejut dan menutup matanya kembali.


Sanha yang sadar jika Lia dapat melihatnya, mencoba mengajak ngobrol santai. Perlahan-lahan Lia membuka matanya dan tampaklah wajah Sanha yang sangat tampan. Bahkan bagi Lia dia bisa saja lebih tampan dari pada Daniel. Sayang sekali Sanha hanya seorang yang tidak nyata lebih tepatnya tidak akan nyata, karena Sanha hanya seorang hantu dengan visual yang sangat keren daripada orang lain maupun artis terkenal. Dengan cepat Lia tidak takut dengan Sanha, karena sifat Sanha yang ramah, tampan, baik, dan sebagainya membuat Lia merasakan nyaman yang lebih cepat. Nara yang melihat Lia tersenyum bahagia, dia juga ikut bahagia melihat Lia.


"Jadi ini bagaimana kakak-kakak tercinta?" Jina geram karena sedari tadi mereka tidak ada yang fokus akan ada hal aneh. Yoona yang disadarkan oleh Jina baru ingat kalau dia pingsan mendapat petunjuk. Dan membuat Jina harus menyuruhnya untuk bercerita apa yang dilihat oleh Yoona selama dia pingsan.


Yoona bercerita saat dia pingsan dia merasakan suatu hal yang akan terjadi. Kejadian ini dia tidak bisa tau dimana tempat dia berada saat itu. Dia melihat seorang terbunuh dengan rambut yang sudah rusak, lusuh, dan tidak teratur dan jari-jari yang terletak di atas sebuah piano. Dia tidak melihatnya begitu jelas, tapi dia juga melihat bahwa anak ini satu angkatan dengannya. Dan saat mendengar suara tangisan Yoona menjadi bangun ke alam yang sebenarnya.


"Kita akan lihat seberapa persen itu akan terjadi. Kak Lia jangan beri tau siapapun termasuk kak Daniel dan kak Yena tentang kita yang bisa melihat mereka semua. Saat ini tenaga Yoona sedang terkuras karena dia melihat masa depan yang mungkin akan terjadi, jadi kita akan tetap berada di sini. Lagi pula UKS dekat dengan pintu utara dan dekat juga untuk kembali ke tenda. Jadi kita akan di sini sampai keadaan Yoona kembali baik," jelas Jina dengan kebijakan yang tiada tara. Dari dulu Jina memang bijak dan dia juga sudah sangat dekat dengan siapapun. Dia bisa dekat dan berteman dengan cepat bersama manusia maupun hantu seperti Sanha, Nara, maupun Mina yang masih kecil. Entah bagaimana bisa Jina sebijak itu, dia juga bersyukur dan akan melakukan seluruh yang dia bisa untuk melindungi semuanya dan mencari tau kebenaran dari setiap masalah.


Chan, Haru, dan Lia setuju akan usul dari Jina. Bagaimanapun Jina benar-benar dapat dipercaya oleh Lia sepenuhnya. Lia juga berniat akan menjadikan Jina menjadi ketua OSIS pada tahun ke depan. Semoga saja itu nyata karena memang hanya Jina yang paling bijak. Mereka kembali mengobrol bersama sambil menunggu Yoona yang tidur untuk mengumpulkan tenaganya yang terkuras cukup banyak sehingga rasa pusing dikepalanya terasa sangat jelas. Beberapa saat kemudian Lia mendapatkan informasi dari Daniel dan informasi ini cukup penting dan membuat Lia dan Jina harus segera menyusul Daniel dan yang lain. Tapi sebelum itu Jina menutup mata batin Lia dan Haru karena takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kejadian Haru sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung


Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.


__ADS_2