Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Double C


__ADS_3

Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera menoleh ke asal suara.


“Shiro itu siapa?” tanya Sanha yang tiba-tiba muncul dengan wajah sedikit marah.


“Aduh... Aku lupa untuk mengisi daya baterai handphone milikku. Sebentar ya Yoon,” kata Haru segera pergi keluar dari kamar Yoona.


“Aku mau kemas-kemas karena tadi kan belum sempat aku kemas, sebentar ya.” Kata Aiera ikut pergi dari kamar Yoona.


“Aku mau bantu Ra,” teriak Jina segera ikut pergi dari kamar Yoona tidak lupa menutup pintu kamar.


“Yoona,” panggil Sanha.


“Ada apa kak?” tanya Yoona sambil menatap Sanha.


“Aku tanya sekali lagi siapa Sanha?” tanya Sanha mendekat kepada Yoona.


“Teman satu kelas kok,” jawab Yoona polos.


“Benar-benar,” kata Sanha sambil memegang pelipis nya dan berjalan menjauh dari Yoona.


“Kakak kenapa?” tanya Yoona mulai khawatir.


“Tidak apa-apa,” jawab Sanha dingin kemudian menghilang dari pandangan Yoona.


Aku salah apa lagi sih –batin Yoona.


Yoona segera keluar dari kamarnya sendiri lalu pergi menuju kamar Haru. Dia seegra membuka pintu kamar Haru dan terlihat Aiera yang sedang kemas-kemas dibantu oleh Jina dan Haru.


“Kalian tadi kenapa pergi semua?” tanya Yoona dengan wajah datar nya.


“Ya kan kita lagi membantu Aiera,” jawab Jina.


“Memang ada apa Yoon?” tanya Haru mengubah topik pembicaraan.


“Tidak apa-apa, aku tidak ikut ke toko buku.” Kata Yoona kemudian keluar dari kamar.


“Ya Yoona marah,” kata Aiera.


“Kalian sih kenapa pakai ikut-ikutan pergi,” kata Haru kesal kepada Jina dan Aiera.


“Aku enggak mau terjebak lagi,” jawab Aiera sambil menata bajunya.

__ADS_1


“Kira-kira ke mana Yoona akan pergi?” tanya Jina.


“Mungkin ke kamar,” jawab Aiera melanjutkan menaruh bajunya ke lemari yang kosong.


“Tidak mungkin,” jawab Haru sambil menatap ke jendela dengan tatapan kosong.


“Lalu dia akan kemana?” tanya Jina lagi.


“Ke tempat dimana hanya dia saja yang tahu, bahkan ibu ku juga tidak tahu.” Jawab Haru menoleh ke arah Jina dan Aiera.


“Maksudnya?” tanya Jina tidak paham


Sebenarnya aku ini kenapa sih –batin Sanha.


Kini Sanha sedang berada di sebuah alam berbeda dan manusia juga pasti tidak akan menemukan dirinya. Hanya seperti mereka saja yang bisa berada di sini. Sanha merenung sendiri sampai dia tidak sadar kalau Mina berada di dekatnya.


“Kakak kenapa?” tanya Mina kepada Sanha.


“Entahlah aku juga tidak tahu,” jawab Sanha sambil merenung.


“Kok bisa enggak tahu, coba cerita sama Mina siapa tahu Mina bisa menemukan jalan keluar.” Kata Mina sambil memeluk Sanha dari samping.


“Anak kecil memang tahu apa,” kata Sanha meremehkan Mina membuat Mina menatapnya kesal.


“Tapi tentang apa dulu?” tanya Mina.


“Yoona,” jawab Sanha membuat Mina tertawa terbahak-bahak.


“Kok kamu malah tertawa,” kata Sanha menatap Mina sedikit kesal.


“Enggak apa-apa silakan bercerita kakak,” kata Mina kepada Sanha.


“Kemarin Yoona bersama Haru, Jina, dan Aiera sedang berada di kamar karena mereka sudah selesai kerja kelompok jadi aku menemui mereka. Lalu sebelum aku terlihat, mereka membahas tentang satu teman kelas Yoona bernama Shiro. Seperti namanya menurutku dia laki-laki, saat mereka membahas Shiro selalu ada kaitan nya dengan Yoona. Lalu tiba-tiba perasaan ku seperti ingin marah kepada Yoona. Awalnya aku berpikir kenapa aku harus marah, tetapi saat ini juga aku tidak bisa marah kepadanya dan membuat dia pergi, jadi aku ingin mencarinya.” Jelas Sanha kepada Mina yang mendengarkan ceritanya dengan seksama.


“Aku bisa menyimpulkan intinya kak, tetapi mungkin kakak tidak akan percaya denganku.” Kata Mina menatap Sanha yang sudah penasaran.


“Tidak apa-apa katakan saja,” kata Sanha tidak sabar mendengar ucapan Mina.


“Kakak sedang jatuh cinta sama kak Yoona,” kata Mina sambil tersenyum.


“Bagaimana bisa? Kamu salah mungkin,” kata Sanha kepada Mina.

__ADS_1


“Sekarang begini saja deh kalau kakak dekat sama kak Yoona kakak merasa bahagia bukan?” tanya Mina sambil memainkan satu alis nya.


“Bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Sanha.


“Ya, karena kakak sedang jatuh cinta sama kak Mina.” Kata Mina meyakinkan Sanha.


“Tidak mungkin,” jawab Sanha.


“Percaya atau tidak itu terserah sama kakak. Dan satu lagi cara saat kakak melihat kak Yoona itu berbeda dengan cara kakak kalau memandang kak Haru atau pun kak Jina.” Kata Mina kepada Sanha sambil mencoba untuk berdiri.


“Selamat kakak sudah mengalami double C yaitu jatuh cinta dan yang saat ini kakak alami adalah cemburu karena kak Yoona di jodoh-jodoh kan dengan orang lain dan orang lain itu bukan kakak.” Kata Mina kemudian menghilang dari hadapan Sanha.


“Masa iya? Kalaupun iya apa aku bisa menjadi pacar Yoona,” tanya Sanha kepada dirinya sendiri.


Saat ini Yoona berada di tempat rahasianya sejak kecil. Tempat ini adalah kamar nenek nya dulu yang selalu merawat dan menyayangi Yoona sepenuh hati. Kamar nenek Yoona sangat suci sehingga mereka tidak bisa menginjakkan kaki untuk kemari dan hanya nenek nya saja yang bisa kemari. Sayangnya nenek Yoona telah meninggal saat Yoona berada di kelas 5 dan membuat Yoona kesepian meskipun sudah ada Haru yang selalu berada di sampingnya. Kamar nenek nya juga jauh dari kamar atau pun ruangan lainnya karena kamar nenek Yoona berada di lantai bawah tanah dan hanya Yoona dan ibunya saja yang tahu.


“Yoona,” panggil nenek nya.


“Nenek,” panggil Yoona sambil meneteskan air mata.


“Kamu bisa melihat nenek?” tanya nenek nya.


“Tentu saja, untuk selamanya aku bisa melihat nenek dan mereka yang lain.” Kata Yoona menatap nenek nya bukan berupa manusia.


“Tetapi Yoona kenapa kamu menangis seperti ini?” tanya nenek nya mendekat ke arah Yoona.


“Entahlah nek,” jawab Yoona.


Kalau Yoona sedang marah atau rindu dengan nenek nya dia pasti selalu pergi ke kamar nenek nya. Saat di kamar nenek nya dia selalu merasa nyaman, karena tidak kesepian lagi. Di kamar nenek Yoona semua sudah lengkap mulai dari dapur, ruang tamu, dan kamar yang cukup besar, tidak lupa peralatan yang juga lengkap karena jika Yoona merasa bosan dia akan selalu pergi ke sini. Di kamar ini juga banyak camilan yang sempat Yoona bawa kalau akan ke kamar ini dan menyimpannya lagi karena tidak lama atau beberapa hari kemudian pasti dia akan ke kamar ini lagi.


Semua orang tidak tahu tentang kamar ini termasuk letak kamar ini dimana mereka tidak pernah tahu. Saat ini Yoona segera naik ke ranjang dan mencoba menutup matanya, sebelum itu dia mengirim pesan ke ibunya bahwa dia berada di kamar nenek nya karena hanya ibu Yoona saja yang tahu kalau Yoona tidak ada di seluruh rumah pasti dia berada di kamar nenek nya dan supaya ibu Yoona segera memberitahu ke ibu Haru kalau Yoona sedang berada di tempat yang aman.


“Tidurlah sayang nenek mau pergi dulu,” kata nenek Yoona kemudian menghilang.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...

__ADS_1


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.


-from Author🌺


__ADS_2