
Kini bel pulang sekolah telah tiba dan semua murid segera keluar kelas. Yoona, Haru, Aiera, dan Jina berjalan ke arah ruang latihan. Di sana siswa yang mengikuti ekstrakurikuler berkumpul menjadi satu. Sampai di ruang latihan Jina tidak sengaja melihat He Xin dan Eunha.
"Menurut kalian mereka ikut enggak sih?" tanya Jina membuat Haru, Aiera, dan Yoona bingung.
"Mereka siapa Jin?" tanya Yoona.
"He Xin dan Eunha," kata Jina kemudian menunjuk ke arah He Xin dan Eunha berada.
"Kita lihat saja nanti," kata Aiera.
Kakak kelas termasuk perwakilan dari ekstrakurikuler dance segera memanggil semua siswa kelas 7 untuk berkumpul. Mata Jina fokus ke He Xin yang tiba-tiba berjalan seakan dia ikut dance.
"Sepertinya He Xin ikut dance," kata Jina.
"Mana? Mana?" tanya Haru heboh sambil mencoba mencari He Xin.
"Itu," kata Jina sambil menunjuk ke arah He Xin yang berdiri tidak jauh dari Aiera.
"Iya sepertinya begitu," kata Haru mengangguk-angguk.
"Yoona kamu tidak berkumpul?" tanya Jina.
"Belum kakak kelas belum datang," jawab Yoona.
Sambil menunggu kakak kelas yang belum datang Yoona bersama Jina dan Haru menonton Aiera yang sedang latihan dibantu dengan beberapa kakak kelas. Kakak-kakak kelas begitu takjub dengan kesungguhan Aiera yang memang dari dulu Aiera jago dalam dance. Tidak lama kakak kelas datang dan menyuruh siswa ekstrakurikuler paduan suara untuk segera berkumpul.
"Aku mau ke ruangan sebelah dulu ya," kata Yoona mulai berdiri.
"Semangat Yoona," kata Haru memberikan semangat untuk Yoona.
"Iya Yoon semangat biar cepat bertemu dengan kak Sanha," kata Jina membuat Yoona malu.
"Astaga Jin kamu jahat banget kalau nanti Yoona enggak fokus bagaimana," kata Haru memukul Jina pelan.
"Enggak-enggak Yoona itu enggak akan gagal fokus," kata Jina percaya diri.
"Kalau iya bagaimana?" tanya Haru.
"Ya sudah berarti dia benar-benar suka dengan kak Sanha," kata Jina sambil tertawa pelan.
Setelah beberapa menit Haru dan Jina menonton Aiera yang sedang latihan kini mereka berganti menonton Yoona yang sedang menyanyi dengan suaranya yang indah.
"Yoona pintar menyanyi ya," kata Jina kepada Haru.
"Iya, aku juga baru tahu kalau Yoona pintar menyanyi. Padahal selama ini dia tidak pernah bernyanyi," kata Haru saat melihat Yoona yang bernyanyi dengan ekspresi.
"Dan ekspresi wajahnya itu loh seperti orang yang sudah lama jago bernyanyi dan sudah pernah ikut lomba menyanyi." Kata Jina memuji Yoona sambil memandang Yoona penuh takjub.
Saking fokus nya dengan Yoona Jina dan Haru tidak sadar kalau Aiera kini berada di sebelah mereka.
"Yoona sejak kapan pintar menyanyi seperti ini?" tanya Aiera memperhatikan Yoona juga.
"Entahlah kita berdua juga enggak tahu," jawab Haru tanpa sadar.
__ADS_1
"Kok bisa enggak tahu," kata Aiera sedikit kesal.
"Loh Aiera sejak kapan kamu berada di samping Haru?" tanya Jina terkejut.
"Dari tadi cuma kalian saja yang tidak sadar," kata Aiera sedikit marah.
"Ya jangan marah dong Ra," kata Jina merasa bersalah karena sudah meninggalkan Aiera latihan.
"Iya Ra, kita berdua minta maaf ya Ra." Kata Haru memasang wajah sedih.
"Ya ya aku maafkan," kata Aiera.
"Tadi bagaimana latihannya?" tanya Jina.
"Ya sudah begitu Jin memang mau bagaimana lagi," kata Aiera dengan wajah datar.
"Lalu He Xin?" tanya Haru.
"Dia seperti tidak kenal saja, karena dia seperti itu aku juga sama seperti tidak kenal dengannya." Jelas Aiera dengan wajah datar nya.
"Kalau lagi mengobrol tentang seseorang itu jangan di belakang seperti ini," kata He Xin yang tiba-tiba datang.
"Ini kamu datang," kata Haru sambil menunjuk He Xin yang berada di depannya.
"Terserah kalian saja," kata He Xin kemudian pergi untuk mencari tempat duduk yang sedikit jauh dari tempat duduk Aiera, Jina, dan Haru.
"Loh itu bukannya Eunha?" tanya Haru sambil menunjuk seseorang yang sedang bernyanyi.
"Iya," jawab Jina.
"Benar banget, tetapi suaranya juga sedikit bagus lah." Kata Jina mengakui suara Eunha yang sedikit merdu.
"Iya, tapi tetap bagus suara Yoona yang bahkan mampu mengalahkan Billie." Kata Haru bangga terhadap Yoona.
Haru, Jina, dan Aiera menunggu Yoona sampai selesai latihan. Setelah Yoona selesai Aiera segera menghubungi supirnya untuk minta dijemput sekarang, begitu pun Haru yang menelpon supir pribadi Yoona dan dirinya sendiri.
"Ayo nunggu di depan," ajak Yoona kepada Haru, Jina, dan Aiera yang sibuk dengan handphone masing-masing.
"Iya ayo," kata Haru segera berdiri dan memasukkan handphone miliknya ke saku.
"Yoon sejak kapan kamu pintar menyanyi seperti tadi?" tanya Haru di tengah-tengah perjalanan.
"Aku hanya bernyanyi seperti biasa," jawab Yoona.
"Seperti biasa? Itu bukan seperti biasa lagi Yoon," kata Hari gemas kepada Yoona.
"Ya sudah lah Ar lupakan saja," kata Yoona mengakhiri pembicaraan.
"Aku duluan ya," kata Aiera pamit kepada Haru, Yoona, dan Jina.
"Hati-hati di jalan Rara," teriak Haru.
"Iya," jawab Aiera saat berada di dalam mobil.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mobil Yoona sudah sampai. Yoona, Haru, dan Jina segera masuk dan beristirahat sebentar di dalam mobil. Hari ini mereka sangat lelah sampai mereka tertidur di dalam mobil.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, seperti biasa mereka disambut oleh Yuqi dan Felix yang selalu berada di depan pintu masuk rumah. Tidak seperti Sanha dan Mina yang selalu berkeluyuran seperti penjahat yang mencari target mereka.
"Hai kakak," sapa Yuqi dengan senyum ramah nya.
"Hai Yuqi," sapa Jina balik sambil menguap.
Tidak mau berlama-lama Yoona, Haru, dan Jina segera masuk ke dalam rumah untuk pergi mandi. Sampai di kamar Yoona ada Sanha yang sedang mencoba bermain piano.
"Yoon lihat itu kak Sanha," bisik Jina pelan.
"Kakak," panggil Yoona membuat Sanha langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf Yoona aku tidak bermaksud untuk membuat piano milikmu rusak," kata Sanha meminta maaf.
"Aku mau mandi dulu ya Yoon," kata Jina segera pergi meninggalkan Sanha dan Yoona berdua saja.
"Sekali lagi aku minta maaf Yoon," kata Sanha yang ingin pergi.
"Tidak apa-apa kak," kata Yoona terlebih dahulu.
Membuat Sanha segera menoleh ke arah Yoona.
"Maksudnya?" tanya Sanha.
"Tidak apa-apa kalau kakak ingin bermain piano itu terserah kakak. Aku tadi hanya memanggil kakak saja," kata Yoona segera duduk ke atas ranjang.
"Benarkah?" tanya Sanha tidak percaya.
"Iya," jawab Yoona mencoba mencari posisi untuk tidur.
"Tapi kenapa kamu pulang terlambat? Apa kamu sudah makan?" tanya Sanha kepada Yoona.
Tidak ada jawaban dari Yoona, membuat Sanha berjalan mendekat ke arah Yoona.
Ternyata tidur -batin Sanha.
"Silakan pergi kalau tidak ada keperluan," kata Jina tiba-tiba datang membuat Sanha terkejut.
"Ya sudah aku pergi," kata Sanha kemudian menghilang.
Yoona... Yoona... -batin Jina sambil menatap Yoona yang sedang tertidur.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
__ADS_1
-from AuthorπΊ