Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
AP 1


__ADS_3

Saat ini penampilan dari ekstrakurikuler tari dimulai. Tapi hanya kakak kelas saja yang pentas, karena kalau adik kelas ikut maka akan terlihat aneh dan gagal karena mereka baru saja masuk ke sekolah. Yoona, Lia, Daniel, dan yang lain berjaga-jaga di tenda OSIS dan mencoba untuk tetap berada di sana.


Tring!


Ada sebuah pesan masuk dari hp Lia dengan nomor yang belum dikenal oleh Lia. Jina langsung berpikir pasti itu adalah salah satu petunjuk yang diberikan. Lia segera membuka pesan tersebut, 'gerakan kalian, aku benar-benar tidak menyukainya. Maafkan aku, karena aku harus menghentikan kalian dengan sedikit sakit dan selebihnya adalah malu. Aku sangat tidak suka dengan kalian, tapi kalian juga teman ku jadi aku harus bagaimana, aku juga bingung sama seperti kalian.' Sebelum selesai membaca Lia langsung memberikan ponselnya ke Jina, karena dia tidak suka dengan orang yang terlalu panjang mengirimkan pesan dan lagipula Lia juga tidak akan paham apa yang dimaksud orang tersebut.


Jina membaca pesan tersebut dengan sangat teliti bahkan sampai tidak berkedip. Sanha yang ingin tau juga ikut membaca dari belakang. Daniel, Lia, Haru, Aiera, dan yang lain sangat bingung dan menantikan penjelasan dari Jina. Mereka juga ingin tau apa yang dimaksud dengan pesan tersebut, tapi sayang sekali otak mereka terlalu kurang untuk memahaminya sehingga mereka hanya berharap kepada Jina. Jina yang merasa diperhatikan oleh teman dan kakak kelasnya mulai risih. "Jangan melihatku seperti itu kakak-kakak, kalian juga" Jina sinis menatap teman-temannya yang hanya melihat wajahnya sambil makan.


Sanha yang berada di belakang Jina mulai menemukan petunjuk, jadi Sanha cepat-cepat memanggil Jina. Karena Jina kesal jadi dia menjawab Sanha seperti manusia dengan manusia membuat Daniel, Yena, dan teman-temannya bingung sehingga menjadi hening. Untung saja dengan cepat Lia membantu Jina menghilangkan rasa penasaran itu, jadi mereka kembali fokus ke pesan yang terkirim ke nomor ponsel Lia. Selagi semua membaca, Sanha dan Jina lagi memikirkan jawaban untuk mendapatkan sebuah petunjuk lagi.


"Apa maksudnya si lawan tidak suka dengan rencana kita? tapi bagaimana mereka bisa tau tentang rencana kita?" Daniel menjelaskan apa yang terlintas diotaknya. Tepat saat itu terdengar suara jeritan yang sangat keras dari arah panggung membuat Yoona, Haru, Jina, Aiera, dan yang lain segera berdiri untuk melihat apa yang terjadi. Jihoon berpikir jika hanya menatap dengan berdiri pasti tidak akan kelihatan, jadi Daniel segera menarik Jina yang memiliki penglihatan cukup jernih dan menggendong Jina sehingga Jina dapat melihat apa yang sedang terjadi.


Bruk!


Jina melompat dari gendongan Jihoon sebelum Daniel, Lia, Yena, dan yang lain menjadi menggodanya. Saat ini Jina lagi ingin serius tanpa ada bercanda atau apapun itu. Jina memberi tau kepada Lia bahwa beberapa orang harus ke sana, karena masalah ini berhubungan dengan pesan yang berada diponsel milik Lia. Lia segera memilih beberapa orang dan yang dia pilih adalah Jina, Yoona, Shiro, dan Jinyoung, sedangkan yang lain tetap berada di tenda. Jika ada suatu hal mereka harus memberitahu lewat handy talky. Sesegera mungkin Lia bersama adik-adik kelasnya berjalan melewati kerumunan yang cukup ramai.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sampai di belakang panggung dan kini mereka segera melihat apa yang terjadi. Lia, Yoona, Jina, Jinyoung, dan Shiro benar-benar sangat terkejut sekaligus melihat dengan tatapan yang tidak bisa di deskripsikan. Di atas panggung terpampang para penari kelas 8 yang dikelilingi oleh beberapa ember yang berisikan cacing. Salah satu guru memanggil Lia dan mencoba meminta penjelasan. Jadi kini hanya tinggal Jina, Yoona, Shiro, dan Jinyoung. Bijaknya Jina memberitahu kepada Daniel dan meminta tolong untuk menyuruh 3 orang untuk menyusul ke panggung. Segera mungkin Daniel, Haru, dan Jihoon berlari ke arah panggung. Lebih awal karena Yoona seorang paduan suara dia segera naik dan memberitahukan kepada semua orang untuk bubar terlebih dahulu. Yoona juga menyanyikan satu lagu sebagai ganti dari para penari, dan juga dia membantu para kakak kelas yang sebelumnya akan tampil untuk mengantar turun ke panggung. Dengan berat hati Yoona harus menyelesaikan nyanyinya sampai lagu benar-benar habis. Saat Yoona bernyanyi anggota OSIS yang mendapat tugas membantu guru mulai membersihkan panggung sampai benar-benar bersih lagi.


Di bawah panggung tepatnya ruang peserta, Jina, Haru, Jihoon, Jinyoung membantu kakak kelas untuk membersihkan cacing yang memenuhi baju, sepatu, dan seluruh badan mereka. Mereka mengambilkan cacing-cacing tersebut sampai tidak ada satu yang tersisa saat itu juga para kakak kelas menangis, karena pertunjukkan yang seharusnya mereka beri tau kepada semua orang gagal total. Tidak lama Lia kembali dan masuk ke ruangan tersebut dengan muka yang khawatir terhadap teman-temannya.


Teman-temannya Lia yang merupakan penari hanya melirik Lia sinis, "puaskan? puas enggak melihat kita sengsara. Dari dulu seharusnya kamu tidak ada berada di sini." Kata-kata itu benar-benar mengiris hati Lia lagi. Mata Lia mulai berkaca-kaca seakan ingin menangis. Saat itu Nara dan Sanha berada di sana juga. Nara yang melihat Lia menangis karena dibully dia menjadi benci dan dendam kepada para manusia semakin bertambah membuat Nara berubah menjadi hantu pendendam dengan wajah dan seluruh tubuh seperti sebelumnya. Untung saja hanya ada Jina yang bisa melihatnya, jika Haru dan Yoona bisa melihatnya maka kejadian sebelumnya akan terulang dan menjadi tambah rumit. Sanha mencoba menenangkan Nara sehingga Nara berubah menjadi normal. Sedangkan para penari ini malah terus-terusan membully Lia sampai air mata Lia mulai menetes.


Plak!


Haru yang tidak tahan menampar para penari tersebut, "maafkan aku kakak, aku tidak menamparmu terlalu keraskan? aku hanya ingin kakak tetap tenang dan jangan menyalahkan orang lain untuk hal seperti ini. Kakak juga tidak tau apa yang kami lalui saat kakak sedang latihan nari dengan perasaan bahagia. Aku sungguh menghargainya, tapi kakak juga tidak boleh menyalahkan orang lain seperti ini dan membullynya sembarangan, kita semua juga melakukan yang terbaik." Haru terlalu muak dengan kakak kelasnya sehingga dia sangat ingin memaki-maki kakak kelasnya, namun sayangnya dia tidak akan pernah bisa melakukannya. Hati Haru sama lembeknya seperti hati Yoona, saat mereka ingin marah dan ingin mengatakan kata-kata yang sangat mengiris mereka tidak bisa melakukannya.


Haru melepaskan tangannya dari genggaman Yoona dan Jinyoung, "lepaskan aku, kalau tidak mau juga tidak apa-apa. Oh iya kakak tadi bilang apa? melaporkan? menyebalkan, saat inikan kakak yang salah, karena kakak suda membully kak Lia tanpa ada bukti bahwa kak Lia melakukan itu sengaja. Kalau kakak ingin melaporkan ku laporkan saja tidak apa-apa, karena..." Haru menghentikan ucapannya sebentar dan berjalan ke arah beberapa vas dan mengambil sesuatu. Dia mengambilnya dan menunjukkannya kepada kakak kelasnya. Itu adalah sebuah kamera yang sedari tadi merekam segalanya, termasuk perbuatan kakak kelasnya yang cukup kurang ajar. Saat itu juga amarah dari kakak kelasnya semakin memuncak seperti orang kerasukan sekaligus membuat peserta lain takut dan segera keluar.


Jinyoung yang merasa Haru sudah keterlaluan menyeret Haru dan membawanya keluar. Dengan senyum penuh kemenangan Haru hanya mengikuti Jinyoung dan dari belakang diikuti Jina. Saat Haru keluar bersama Jinyoung, Jihoon dan Lia meninggalkan kakak kelasnya sendiri dengan penampilan yang sudah tidak teratur.


"Kenapa kamu berubah Ar?" Jinyoung segera melepaskan gandengannya dengan sedikit keras. Haru tidak menjawab melainkan menatap langit yang sedang menampilkan matahari beserta awan-awan yang indah.

__ADS_1


Haru menikmati udara siang ini, "entahlah," katanya sambil menatap langit dan Jinyoung bergantian dengan senyum yang seakan dia sudah puas bisa mengeluarkan semua yang ada didalam hatinya.


Plak!


Jina yang baru saja datang menampar Haru sampai dia memegang pipinya. "Maafkan aku Ar," kata Jina dengan penuh kasih sayang sampai Jinyoung juga bisa merasakannya. Dari samping terdapat Nara yang sebelumnya merasuki Haru sampai Haru tidak bisa mengendalikan tubuhnya.


"Jinyoung pergilah dan bawalah Haru ke tenda OSIS. Jangan lupa obati dia dengan obat yang berada di tas milikku," usir Jina dengan nada dingin membuat Jinyoung bergidik dan segera pergi bersama Haru. Saat ini Jina yang bergantian marah, karena dia tidak suka jika salah satu temannya dirasuki seperti kejadian Haru saat ini.


"Maafkan aku, aku benar-benar sudah tidak tahan jika Lia dibully seperti itu. Kamu juga pasti tidak suka kan?" Nara meminta maaf kepada Jina yang sekarang menjadi jijik kepadanya. Jina hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan pergi kembali ke tenda OSIS. Saat ini dia benar-benar kesal dengan sifat Nara kakak kelasnya. Dia juga berpikir bahwa dia tidak sopan, tapi siapa yang mau jika temannya dirasuki dengan hantu dan sifatnya berubah drastis seperti itu. Jina juga takut jika Haru benar-benar akan dilaporkan dengan kakak kelasnya, untung saja Jina juga membawa kamera yang sebelumnya diambil Haru saat dirasuki oleh Nara. Jina mengambil memori yang terpasanag dan menyimpannya untuk berjaga-jaga lalu dia membawa kameranya ke tenda OSIS untuk berdiskusi lagi sekaligus membahas hal yang akan terjadi ke depannya. Dia juga berniat mengembalikan kameranya, tapi dia tidak mengenal satu kakak kelas pun jadi dia membawanya dan berniat memberikannya kepada Lia, Yena, atau pun Daniel yang mungkin mengenal pemilik kameranya. Saat di jalan Jina bertemu dengan Yoona, Shiro, dan Daniel yang baru saja mengalihkan perhatian semua orang. Untung saja suara Yoona benar-benar merdu dan sebelumnya dia berduet dengan Shiro sehingga membuat semua orang baper.


Di lain sisi beberapa orang tertawa bahagia, karena rencana yang mereka buat telah berhasil. "Baru saja menggunakan satu anak panah, tapi sudah banyak saja yang menancap. Lanjut ke rencana berikutnya," kata orang tersebut dan segera menyiapkan rencana berikutnya bersama temannya.


Bersambung


Tetap ikutin ceritanya ya teman-teman, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2