
Tiba-tiba seorang nenek-nenek muncul di depan Yoona, Haru, dan Jin membuat Yoona berteriak karena terkejut.
"Aaaa..." teriak Yoona sambil menutup matanya.
"Tenanglah aku Nenek Jina," kata Nenek tersebut.
"Benarkah?" tanya Jina tidak percaya.
"Iya, maafkan nenek ya Jina baru muncul." Kata Nenek Jina menatap Jina sedih.
"Tidak apa-apa nek, Jina mau pamit ke rumah Yoona." Kata Jina sopan kepada Nenek nya.
"Iya, hati-hati di jalan." Kata Nenek Jina kemudian menghilang.
Jina, Yoona, dan Haru segera masuk ke mobil dan pergi menuju rumah Yoona. Sesampai di rumah Yoona mereka segera turun. Pertama kali membuka pintu Yoona dan Jina disambut oleh satu perempuan kecil dan satu laki-laki.
"Jina aku takut," kata Yoona sambil memegang lengan Jina.
"Kalian bisa melihat kami?" tanya anak perempuan.
"Iya, kami bisa melihat kalian kecuali dia." Jawab Jina sambil menunjuk Haru yang sudah sampai di atas.
"Lalu kenapa dia memeluk kamu seperti itu?" tanya anak laki-laki sambil menunjuk Yoona.
"Dia baru pertama kali melihat kalian," jawab Jina.
"Apa kalian hanya berdua?" tanya Yoona menatap ke dua anak kecil dengan mata yang gemetar.
"Tidak," jawab anak perempuan.
"Kalau begitu nama kalian siapa?" tanya Jina sambil jongkok untuk melihat anak perempuan tersebut lebih jelas.
"Nama ku Yuqi dan dia Felix," jawab Yuqi.
"Lalu siapa lagi yang lain?" tanya Jina kepada Yuqi dan Felix.
"Mereka ada di kamar kakak," jawab Felix menunjuk Yoona.
"Kalau begitu ikut ke kamar yuk," ajak Jina kepada Felix dan Yuqi.
Jina dan Yoona berjalan ke arah kamar milik Yoona diikuti oleh Yuqi dan Felix. Sesampai di depan pintu kamar ada Haru yang baru saja keluar dari kamar nya.
"Yoona, Jina," panggil Haru menutup pintu kamarnya dan berjalan ke arah kamar milik Yoona.
Yoona segera membuka pintu kamarnya sambil menutup mata. Karena Jina yang paling berani dan Haru yang tidak bisa melihat mereka segera masuk terlebih dahulu meninggalkan Yoona.
Jina menatap sekeliling kamar Yoona dan mencoba menemukan teman-teman Yuqi dan Felix.
"Mereka ada di mana?" tanya Jina kepada Yuqi.
"Tadi di sini kok kak," jawab Felix percaya diri.
"Kak Sanha, Kak Mina kalian ada di mana." Panggil Yuqi sedikit keras dan hanya bisa didengar oleh Yoona dan Jina.
Tidak lama muncul satu laki-laki yang umurnya sedikit lebih tua dari Yoona, Jina, dan Haru. Laki-laki ini sangat tampan membuat Yoona tidak takut lagi kepada mereka.
__ADS_1
"Kenapa memanggil?" tanya laki-laki tersebut.
"Kak Sanha dia dan dia bisa melihat kita," jelas Yuqi kepada Sanha sambil menunjuk Yoona dan Jina bergantian.
"Benarkah?" tanya Sanha menatap Yoona dan Jina bergantian.
"Tentu saja, kenal kan nama ku Jina dan dia yang lagi duduk di atas ranjang itu Yoona dan yang lagi bingung adalah Haru." Jelas Jina kepada Sanha.
"Kak Sanha di mana kak Mina?" tanya Yuqi.
"Lagi di taman belakang," jawab Sanha.
"Kalau kalian berdua bisa melihat kita kenapa dia terlihat begitu takut?" tanya Sanha menunjuk Yoona.
"Dia baru pertama kali," jawab Jina.
"Jin aku juga ingin melihat mereka," kata Haru memelas kepada Jina.
Jina segera berjalan ke arah Haru dan mulai membuka mata batin Haru supaya dia bisa melihat Sanha, Felix, dan Yuqi. Setelah beberapa detik mata batin milik Haru sudah terbuka dan kini dia bisa melihat Felix, Sanha, dan Yuqi.
Tampan sekali dia -batin Haru.
"Yoona kemari," ajak Jina mendekat kepada Sanha, Felix, dan Yuqi.
"Kenapa orang seperti dia bisa melihat kalau semisalnya dia sendiri takut," ejek Felix kepada Yoona.
"Felix..." panggil Sanha menatap Felix marah.
"Maafkan dia, dia tidak tahu apapun." Kata Sanha meminta maaf kepada Yoona.
"Tidak apa-apa kak Sanha memang Yoona saja yang terlalu takut dengan kalian." Kata Jina tidak enak.
"Kak Mina," panggil Felix memeluk Mina.
"Benarkah?" tanya Jina kepada Mina.
Mina mengangguk dan segera berjalan mendekat ke arah ranjang milik Yoona. Yoona yang masih duduk sambil menutup matanya tidak sadar kalau dia sedang didekati oleh seorang hantu anak kecil yaitu Mina.
"Hai kakak," sapa Mina ramah kepada Yoona.
"Kenapa kamu takut? Coba angkat kepala mu perlahan-lahan," suruh Mina kepada Yoona sambil memegang tangannya.
Perlahan-lahan Yoona mengangkatkan kepalanya dan mulai menatap Mina. Yoona menatap Mina dalam dan tidak lama Mina mulai merubah wajahnya menjadi hantu yang seharusnya hantu.
"Akhh..." teriak Yoona saat melihat wajah Mina yang begitu seram.
"Apakah ini menyeramkan?" tanya Mina sambil menatap Jina dan Haru yang sedari tadi memperhatikannya.
"Akhh...Jin tutup lagi Jin aku enggak mau lihat." Kata Haru kepada Jina dan bersembunyi di belakang Jina.
"Tidak terlalu buruk," jawab Jina kepada Mina.
"Baiklah aku akan merubah diri ku lagi," kata Mina segera merubah wajahnya menjadi semula.
"Maafkan mereka yang selalu iseng kepada kalian," kata Sanha meminta maaf kepada Yoona, Haru, dan Jina.
__ADS_1
"Tidak masalah untuk ku," jawab Jina sambil tersenyum.
"Tetapi kalau tidak begini dia tidak akan pernah berani kak," kata Mina kepada Sanha yang kini menatapnya tajam.
"Itu tadi cukup menambah keberanian ku," kata Haru kepada Mina supaya Mina tidak kena marah oleh Sanha.
"Nah kan," lanjut Mina percaya diri.
"Tetapi bagaimana dengan dia?" tanya Sanha menunjuk Yoona yang menangis dan gemetar karena kelakuan Mina.
"Baiklah kakak Yoona Mina minta maaf ya," kata Mina yang sudah ada di dekat Yoona.
"I-iya enggak apa-apa," jawab Yoona sambil menyeka air matanya.
"Loh... Bagaimana ya supaya membuat Yoona terbiasa," kata Jina merenung sambil menatap ke arah jendela.
"Aku akan memberitahukan cara kepadamu, tetapi aku juga tidak tahu cara ini berhasil atau tidak." Kata Sanha mendekati Jina.
"Bagaimana?" tanya Jina menatap Sanha dan mengikuti Sanha yang berjalan keluar dari kamar. Sedangkan Yoona masih berada di kamar ditemani oleh Haru, Mina, Yuqi, dan Felix.
"Apakah cara yang sedang direncanakan kakakmu?" tanya Haru sambil menenangkan Yoona.
"Entahlah aku juga tidak tahu karena kak Sanha selalu memiliki cara dan bisa saja cara itu akan berhasil. Bahkan dulu kak Sanha sangat pintar dan selalu menjadi juara kelas di sekolahnya." Jelas Mina bercerita masa lalu Sanha.
.
.
Felix
.
Yuqi
.
Mina
.
Sanha
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
__ADS_1
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ