Incident On The 3rd

Incident On The 3rd
Penjelasan Jina


__ADS_3

Kini Jina, Yoona, Haru, dan Aiera sedang berada di sebuah gazebo dekat perpustakaan. Jina menyuruh Yoona, Haru, dan Aiera untuk segera duduk di gazebo terlebih dahulu dan dia akan pergi sebentar mengambil sesuatu.


Tidak lama Jina telah kembali membawa sebuah kotak. Yoona, Haru, dan Aiera yang tadi mengobrol dengan asik kini melingkar dan fokus kepada Jina, karena ingin tahu apa isi dari kotak yang dibawa oleh Jina.


"Itu apa Jin?" tanya Haru.


"Benda yang akan menjelaskan semuanya," jawab Jina menatap kotak tersebut.


"Kenapa kamu membawa kita ke sini? Katanya kamu ingin ke toilet," tanya Yoona polos.


"Aku hanya berbohong kepada mereka, karena yang akan aku jelaskan kepada kalian bersifat rahasia. Yang boleh tahu hanya kita bertiga, jadi aku sudah memutuskan kalau aku akan menjelaskan semua yang aku ucapkan tadi pagi di rumahku saja." Jelas Jina kepada Haru, Yoona, dan Aiera.


"Ya tertunda lagi dong," kata Haru sedih.


"Nanti akan aku jelaskan di rumahku Ar, jadi nanti sepulang sekolah kalian harus ke rumahku sekalian mengerjakan tugas bersama," Kata Jina.


"Jadi sekarang kalian ijin ke orang tua masing-masing. Bilang saja akan mengerjakan tugas bersama," suruh Jina kepada Yoona, Haru, dan Aiera.


"Lalu kotak itu isinya apa?" tanya Haru penasaran. Sedangkan Yoona memberitahu ibu Haru bahwa dia dan Haru akan ke rumah Jina terlebih dahulu jadi tidak perlu dijemput ke sekolah, begitu pun Aiera yang juga memberitahu ibunya.


Jina segera membuka kotak yang dia ambil dari kelas tadi. Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah buku tanpa judul dan isinya berupa gambar semua.


"Ini apa Jin?" tanya Haru.


"Aku juga tidak tahu," jawab Jina.


Kring!!!


Bel masuk berbunyi membuat Jina segera menutup kotaknya. Yoona, Haru, Aiera, dan Jina segera kembali ke kelas untuk melanjutkan MOS. Sesampai di kelas Jina memasukkan kotak yang sempat dia bawa ke dalam tas dan menjaganya supaya tidak ada yang mengambilnya.


MOS terus berlanjut sampai jam pulang sekolah tiba. Jina mengajak Yoona, Haru, dan Aiera ke mobilnya untuk segera ke rumahnya. Membutuhkan waktu 3 menit untuk sampai di rumah Jina. Jina dan temannya segera turun dari mobil dan mengajak temannya ke kamarnya.


"Aku akan bersih-bersih sebentar," kata Jina segera ke kamar mandi.


Ting! Tong!


Bel kamar Jina berbunyi membuat Yoona segera membuka pintu kamar Jina. Di depan pintu ada pembantu rumah Jina yang membawakan makanan dan minuman untuk Jina dan teman-temannya.

__ADS_1


"Terima kasih bibi," kata Yoona menerima makanan dan minumannya.


"Sama-sama Non," jawab bibi tersebut dan segera pergi.


Yoona kembali ke kamar sambil membawa makanan. Dia menaruh makanan di tengah-tengah meja yang ada di kamar Jina. Tidak lama Jina datang dengan membawa catatan dan buku yang sempat dia perlihatkan kepada teman-temannya tadi.


"Akan aku mulai ya," kata Jina serius.


"Kalian harus mendengarkan dengan baik-baik," kata Jina lagi membuat teman-temannya mulai serius untuk mendengarkan setiap kata yang akan dia ucapkan.


"Saat tanggal 3 Maret tahun ini, aku berada di luar negeri karena pekerjaan ayahku. Di sana aku sekolah seperti biasa, tetapi aku menemukan buku ini di dalam tas ku. Aku sama sekali tidak pernah melihat buku ini. Saat aku ingin membukanya tiba-tiba aku menjadi pingsan dan saat pingsan aku bisa melihat Yoona dan Haru berada di kelas seperti kejadian pagi ini. Setelah melihat kejadian seperti pagi ini aku menemukan sebuah pintu dan pintu itu seakan menarik diriku untuk masuk ke dalam." Jina menghentikan ucapannya sebentar.


"Jadi aku memutuskan untuk masuk ke pintu tersebut. Di dalam aku menemukan sebuah kertas dan aku segera membukanya. Tulisan di kertas itu membuatku terkejut... sangat terkejut. Temanmu akan dalam bahaya... Sebentar lagi dan kamu harus menyelamatkan mereka isi kertas itu. Kalian tahu... Aku bisa melihat masa depan seseorang dan aku juga bisa berkomunikasi dengan mereka yang tidak bisa kalian lihat kecuali Yoona." Kata Jina menunjuk Yoona dengan tatapan yang sedikit membuat Haru, Yoona, dan Aiera takut.


"Aku?" tanya Yoona menunjuk dirinya sendiri.


Jina mengangguk, "Dan kamu akan bisa merasakan aura dari dunia lain... MULAI SEKARANG."


"Aku masih belum paham Jin," kata Yoona.


"Yoona akan aku jelaskan sangat detail. Mulai hari ini kamu akan bisa melihat mereka yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa termasuk keluargamu. Kamu paham maksud dari kata mereka?" tanya Jina kepada Yoona.


"Pintar, mulai sekarang Yoona bisa merasakan aura mereka dan bahkan bisa melihat mereka." Kata Jina melanjutkan penjelasannya.


"Tapi bagaimana bisa Jin?" tanya Yoona lagi.


"Tentu saja karena itu sudah ditakdirkan Yoona. Kamu mau aku ajari sekarang?" tanya Jina balik.


"Melihat mereka sekarang?" tanya Yoona.


"Tentu saja," jawab Jina.


"Tapi aku takut Jin," kata Yoona gemetar.


"Tidak perlu takut, mereka yang ada di dunia ini kebanyakan baik Yoon." Jelas Jina mulai memegang pelipis Yoona untuk membuat Yoona bisa melihat mereka mulai dari saat ini.


Setelah beberapa lama Jina memegang pelipis Yoona kini dia tidak lagi memegang pelipis Yoona.

__ADS_1


"Sudah, silakan membuka mata Yoona." kata Jina memegang tangan Yoona.


"Aku takut Jin," ucap Yoona gemetar.


"Tidak perlu takut Yoon, mereka hanya berwajah pucat. Di kamar ku hanya ada 2 anak kecil yang selama ini menjadi temanku. Mereka baik kok tidak akan menyakiti setiap orang yang aku sayangi terutama keluarga dan kalian para sahabatku," jelas Jina.


Perlahan-lahan Yoona membuka matanya sehingga dia bisa melihat ke 2 anak yang dimaksud oleh Jina. Ke 2 anak tersebut berada di dekat Jina sambil menatap ke arah Yoona dengan senyum yang sangat manis.


"Akhh... Jina aku takut sama mereka," bisik Yoona pelan.


"Mereka ada dimana Yoon?" tanya Haru sangat ingin tahu.


"Berada di dekat Jina," jawab Yoona sambil menatap ke arah lain selain Jina karena ada 2 anak yang ikut menatap Yoona.


"Kakak kenapa takut dengan kita, kita berdua baik kok." Kata salah satu dari ke 2 anak tersebut.


"Aku takut karena tidak terbiasa," jawab Yoona.


"Aku juga mau tahu mereka seperti apa Jin," kata Haru memelas.


"Tapi hanya beberapa jam saja Ar," jawab Jina.


"Enggak apa-apa deh," kata Haru tidak sabar.


"Aku juga mau dong," kata Aiera semangat.


Jina segera berjalan ke arah Haru dan Aiera. Tidak lama Jina memegang pelipis Haru dan Aiera sehingga membuat mereka bisa melihat ke 2 anak yang bisa dilihatnya dan Yoona.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.

__ADS_1


-from Author🌺


__ADS_2