
BRAKK!!
"Kamu ini sudah salah tapi terus memutar balikkan fakta, Nona!!" seru manager hotel.
"Matamu itu ke mana? sudah tahu pria Ini salah kamu menutupinya, kamu itu sama-sama brengseknya dengan pria ini!!" Caroline marah.
"Kau!!" seru manager pusat perbelanjaan.
"Dasar brengsek!!"
BUGG!!
BUGG!!
Karena kesal kesal Caroline langsung menarik tubuh manager pusat perbelanjaan kemudian membantingnya.
"Kamu ini sama saja dengan pria brengsek ini!!" seru Caroline yang kemudian kembali duduk.
"Heh.., nyonya ini benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya." Elios hanya bisa menghela nafasnya berulang kali.
"Bawa, wanita ini ke kantor polisi." manager pusat perbelanjaan menelpon polisi dan meminta mereka untuk membawa Caroline ke kantor polisi.
"Aku akan menjebloskan mu ke penjara!!" seru si pria yang wajahnya sudah dicakar, tubuhnya sudah dihajar habis-habisan oleh Caroline.
"Terserah." jawab santai Caroline saat berada di kantor polisi.
"Apakah kamu mempunyai pengacara?" tanya polisi yang bertugas di tempat itu.
"Ada." jawab Caroline.
"Panggil pengacaramu ke sini, kamu dituntut oleh Tuan A dan manajer pusat perbelanjaan karena kamu sudah menghajar mereka." pak polisi mencoba menekan Caroline.
Kelvin menelpon bosnya dan memberitahu situasi yang terjadi pada majikannya.
"Baiklah kalau begitu, Kamu tunggu di sana. Sebentar aku akan membawa pengacara ke sana." jawab Erik yang tadi sudah ditelepon oleh Elios.
"Kamu harus membayar denda atas semua yang kamu lakukan." ucap polisi.
"Aku yang harusnya menuntut mereka, beraninya mereka memperlakukan tindakan tidak senonoh kepada pekerjaku. Kalau keluargamu yang diperlakukan seperti itu? apakah kamu diam saja, dasar polisi tidak tahu diri. Seharusnya kamu itu melakukan pekerjaanmu dengan benar, jangan makan uang suap saja!!" bentak Caroline yang tidak takut sama sekali. bukannya mundur untuk mencari aman malah wanita itu maju untuk menyerang pak polisi dan dua orang yang sudah dia Hajar.
"Mulutmu ini benar-benar sangat pedas, wajahmu cantik tapi kelakuanmu sangat barbar!" seru manager hotel.
__ADS_1
"Memangnya kenapa tidak boleh? wanita itu harus seperti ini biar mereka bisa menjaga dirinya. Kalau wanita diam saja dilecehkan, maka dia itu wanita bodoh!" Caroline yang hendak memberi pelajaran kepada manajer pusat perbelanjaan namun dihentikan oleh pembantu wanita yang bersamanya.
"Tenang, Nyonya." ucap pembantu wanita.
"Dengarkan aku baik-baik, orang-orang seperti mereka itu pantasnya dibuang saja ke Laut biar jadi makanan hiu, piranha ikan paus ular piton, raksasa laut bahkan setan-setan gentayangan yang ada di bawah laut." Caroline akhirnya mengeluarkan sifat aslinya.
polisi yang bertugas hari ini benar-benar tidak bisa berkata apapun, baru membuka mulutnya langsung disambar habis-habisan oleh Caroline. Baru membuka mulutnya kembali langsung di sambar kembali oleh wanita itu.
"Apa kamu punya uang untuk membayar tuntutan yang akan aku ajukan padamu?" tanya si pria.
"Berapa biaya yang harus aku bayar?!" seru Erik yang sudah masuk ke kantor polisi. seorang pria masuk ke kantor polisi bersama beberapa anak buahnya yang menunggu di luar gedung.
"Tuan." Elios mendekati manager pusat perbelanjaan juga si pria yang hendak melecehkan pembantu Caroline.
Orang-orang itu menatap pemilik suara bariton yang masuk ke tempat itu.
"Siapa yang melakukan pelecehan kepada seorang wanita?" tanya McQueen yang masuk ke kantor polisi.
Anak buah McQueen langsung terdiam saat melihat atasannya datang.
"Tuan McQueen." salah satu anak buah McQueen langsung berdiri.
PLAKK!!
"Sabar, Paman. jangan seperti itu dong.. Dia kan cuma melakukan tugasnya sebagai seorang polisi." ujar Caroline yang malah menyindir polisi yang menangkapnya.
"Saya hanya melakukan tugas saya, tuan." ucap polisi.
"Pengacara, selesaikan semua tugasmu dengan baik. penjarakan mereka jika perlu, Oh ya aku akan membuatmu dipecat dari jabatan manager pusat perbelanjaan itu dan kamu tidak akan bisa bekerja di manapun." ujar Erik yang kemudian mengajak istrinya pergi.
McQueen meminta polisi yang tadi menangkap Caroline menyelesaikan tugasnya secara jujur, pria tegas keras dan sangat garang itu akan menghukum anak buahnya yang melakukan kesalahan.
"Maafkan saya, tuan. saya tidak bermaksud melakukan itu." ucap polisi.
"Baguslah kalau begitu, lakukan pekerjaanmu jika kamu melakukan kesalahan lagi rencanamu ini benar-benar akan hilang." senyum yang benar-benar sangat menakutkan itu membuat orang-orang yang ada di kantor polisi sangat ketakutan.
Kelvin menatap Elios kemudian menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
"Nyonya benar-benar sangat agresif, kemana-mana selalu membuat masalah. tangan dan kakinya itu tidak capek apa." ucap Kelvin.
"Jangan lupa mulutnya yang nomor satu." tambah Elios.
__ADS_1
Setelah dari kantor polisi Erik membawa istrinya, menatap istrinya yang sedang berada di dalam mobil dengan tatapan mata yang sedikit pusing. "Lebih baik kita pulang saja, aku akan membuatmu beristirahat sedikit lama." bisik Erik yang membuat Caroline langsung mendorong tubuh suaminya.
"Maumu." jawab Caroline yang sedikit menahan senyum.
PRANGG!!
Beberapa barang di hancurkan oleh Fabio di markasnya. Dia sangat marah saat tahu orang suruhannya malah sudah terbunuh di tangan Erik.
AAAAAA!!!!
Teriak keras Fabio.
"Aku akan membunuh pria itu!!" seru Fabio.
"Tenang, tuan. kita harus melakukan rencana dengan matang, Saya rasa Erik sudah bersiap-siap untuk melakukan sesuatu lapor anak buah Fabio kalian harus memastikan seluruh usaha yang dimiliki oleh pria itu hancur. Aku ingin dia hancur, Aku ingin membunuh pria itu dengan tanganku sendiri!"
Anak buah Fabio pergi dari ruangan bosnya, dia pergi setelah mendapatkan perintah untuk menghancurkan Semua usaha yang dimiliki oleh Erik.
MANSION REGAN
"Sayang." Panggil Caroline.
"Ada apa." jawab Erik yang sedang duduk di ruang tengah.
"Nyonya, Tuan." salah satu pembantu memanggil Erik dan Caroline.
"Tuan, ada nona Freya datang kemari."
"Mau apa wanita itu kemari? Bukankah seharusnya dia beristirahat?" Caroline menatap suaminya dengan penuh pertanyaan.
"Mana aku tahu, sayang." Erik langsung mengalihkan perhatian.
"Ya sudah, suruh dia masuk. Aku ingin tahu apa yang dia inginkan, ngapain juga wanita itu kemari malam-malam begini." Caroline dan kemudian pergi menemui Freya.
Dengan senyum licik Freya membuat sebuah rencana, dia benar-benar tidak terima ketika dia tahu Erik sudah bersama wanita lain. cinta yang selama ini dia pupuk untuk Erik langsung dihancurkan oleh wanita yang baru datang dan diakui istri oleh Erik.
"Aku harus mendapatkan perhatian dari tuan Erik, aku harus mendapatkan simpati darinya. aku sudah melakukan apapun untuknya selama ini, jika aku mendapatkan simpati dari tuan Erik, maka akan mudah bagiku untuk membuatnya jatuh ke pelukanku. aku menginginkan cintanya, berani sekali wanita itu tiba-tiba datang dan mengambil Tuan Erik dariku." ucap lirih Freya yang duduk di ruang tamu. dia menunggu kedatangan Erik, dia ingin mendapatkan simpati dari pria itu.
Jalan terjang yang harus dia hadapi untuk menyingkirkan Caroline dari kehidupan Erik.
"Ada apa kamu kemari, Freya?" tanya Caroline.
__ADS_1
Bukan Erik yang datang menemuinya melainkan Caroline. Hal itu membuat Freya sedikit kesal ketika melihat wajah menyebalkan yang begitu tidak ingin dia lihat.
**Bersambung**