ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
AKU TIDAK MAU MENJADI JANDA


__ADS_3

"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Erik saat melihat mata istrinya sedikit sembab.


"Tentu saja aku menangis, Aku sangat takut. Aku pikir aku akan menjadi janda, Aku tidak mau menjadi janda, usiaku masih muda aku belum mempunyai anak. Aku juga belum mempunyai kekayaan yang banyak, Masa kamu tega meninggalkanku!" seru Caroline yang melepas pelukannya.


Erik hanya mampu tersenyum, dia tidak mampu mengatakan apapun, kata-kata istrinya itu memang selalu lepas tanpa bisa dikontrol sama sekali. "Kalau begitu kamu takut miskin ya kalau aku mati?" canda Erik.


"Ngomong apaan sih! Ya tentu saja aku tidak takut miskin, Aku kan punya banyak uang." jawab Caroline yang sedikit memukul tangan sang suami.


Seperti itulah yang selalu Erik rindukan, wanita muda yang beberapa bulan lagi berusia 20 tahun itu benar-benar membuatnya tergila-gila.


"Dimana Kelvin dan Elios?" tanya Erik yang membuat Caroline seketika memanyunkan bibirnya.


"Kok cari Kelvin sama Elios sih?" Caroline sedikit ngambek.


"Ya tidak begitu, Kok mereka tidak menjagamu." jawab Erik lembut.


"Mereka keluar, mereka beli kopi sama makanan." jawab Caroline yang kemudian menyentuh wajah sang suami.


"Aku benar-benar merindukanmu, sehari tanpamu serasa duniaku hancur, sehari tidak melihatmu terasa mataku ini menjadi buta. Aku bener-bener sudah gila karenamu."


Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh suaminya membuat raut wajah Caroline langsung bersemu merah, bibirnya tersenyum begitu lebar dengan dua bola matanya yang sedikit dikit-kedipkan.


"Ya ampun Sayang, aku ini masih sakit jangan menggodaku seperti itu. Bagaimana aku bisa melayanimu dengan kondisi seperti ini." ucap Erik yang membuat Caroline langsung memainkan bibirnya.


"Otakmu itu kotor sekali sih, Suamiku. Aku kedip-kedip kamu bilang menggodamu, lalu kalau mataku sakit atau mataku kelilipan Kamu kira aku menggodamu. Dasar otakmu itu aja yang ngeres." Caroline kemudian memalingkan wajahnya.


"Apakah kamu tidak merindukanku?" tanya Erik kembali.


"Tentu saja aku merindukanmu, Aku sudah berpikir yang tidak tidak. Aku berpikir jika aku tidak ada mungkin kamu akan bersenang-senang dengan para wanita yang ada di luar sana. Mungkin kamu akan melupakanku, meninggalkanku bahkan tidak mengingatku lagi." jawab Caroline sembari menundukkan kepalanya. Tiba-tiba kedua matanya berkaca-kaca, membayangkan hal seperti itu membuat hatinya begitu sakit.


"Aku tidak akan mungkin meninggalkanmu, Aku tidak akan mungkin bisa jauh darimu." Erik menarik kepala sang istri adegan begitu mesra.


Pemandangan seperti itu terpaksa harus dilihat oleh Elios dan Kelvin.


"Baru masuk seperti ini sudah disuguhi pemandangan yang menyayat hati." gerutu Elios.

__ADS_1


"Terima saja daripada Nyonya ngamuk ngomel-ngomel tidak karuan, apa telingamu itu sanggup mendengar ocehannya sepanjang hari?" tanya Kelvin yang membuat Elios langsung menggelengkan kepalanya dengan begitu keras.


"Tuan." Panggil kelvin yang masuk bersama Elios.


Erik menarik tubuhnya, dia duduk untuk menyamankan posisi nya. "Bagaimana dengan pria itu, Kelvin?" tanya Erik.


"Maaf tuan, pria itu lolos dari tangan kita." Elios yang menjawab.


"Tidak apa-apa, Elios. Dia tidak akan bisa lepas dari tangan kita, dia terluka pasti dia berada di sekitar tempat itu saja."


"Saya juga berpikiran seperti itu, Tuan. pria itu benar-benar sangat licin, pria itu benar-benar mencari celah dengan begitu cepat."


"Pria itu adalah pria berbahaya, Untung saja Istriku adalah wanita luar biasa karena bisa lepas darinya." sedikit memuji sekaligus sedikit memberi peringatan kepada dua anak buahnya.


Erik menatap sang istri yang sudah dia dapatkan, hal itu membuatnya sedikit bernafas lega.


"Pria mata keranjang seperti dia itu mungkin mempunyai istri lebih dari 5, lihat aja mulutnya itu pandai sekali berbicara. Memangnya dia itu pekerjaannya apa sih, sayang?" Caroline mulai penasaran dengan sosok Fabio.


"Memangnya kenapa sayan" tanya Erik.


Alhasil ratu gosip mulai menerawang sosok Fabio yang telah menculiknya.


"Nyonya itu lebih pantas jadi cenayang, lihat aja dia mulai meramal seseorang." ucap lirih Elios.


"Kalau mulutmu berbicara dengan keras seperti itu apa besok kita masih bisa hidup tenang?" tanya Kelvin yang membuat Elios menutup mulutnya.


"Kalian sudah makan?" tanya Caroline kepada Elios dan Kelvin.


"Belum, Nyonya. Kami tadi hanya membeli kopi dan minuman ringan." jawab Elios..


Caroline membuka makanan yang tadi dibelikan oleh dua pria itu, makanan yang mereka bawa itu jumlahnya sangat banyak. "Sayang, kamu mau makan?" tanya Caroline kepada suaminya.


Erik menganggukkan kepalanya.


"Kalian duduk." minta Caroline.

__ADS_1


"Untuk apa Nyonya?" tanya Kelvin.


"Kita makan bersama, Memangnya mau apa lagi." jawab santai Caroline.


Perkataan yang keluar dari mulut wanita itu membuat Elios dan Kelvin sedikit bingung. "Maksud nyonya?" tanya Kelvin.


"Kita duduk bersama makan bersama, kalian makan itu, aku akan makan ini bersama Suamiku. Aku akan menyuapinya dulu." Caroline kemudian memberikan separuh makanan itu untuk Elios dan Kelvin. sedangkan setengahnya dia makan bersama sang suami.


"Kenapa diam saja? kalian tidak lapar?" tanya Caroline.


Kelvin dan Elios nampak terdiam, walaupun bekerja dengan Erik selama bertahun-tahun lamanya mereka berdua tidak pernah makan satu meja bersama dengan Erik.


"Maaf Nyonya, kami akan mencari makan di luar saja." ucap Elios.


"Tidak usah, kita makan bersama. kita ini keluarga jadi kalau bisa sesering mungkin kita melakukan interaksi seperti ini." Caroline mulai menyuapi suaminya.


Walaupun sikapnya sangat barbar, kata-katanya lolos tanpa batas namun hatinya begitu lembut. Kelvin dan Elios saling memandang satu sama lain, nampak Senyum mereka tersirat, tak ada ungkapan yang bisa mereka katakan. Hanya satu kata yang bisa mereka gambarkan, Caroline adalah wanita yang sangat unik.


"Oh ya Sayang, aku mau mandi dulu ya." Caroline berjalan meninggalkan sang suami. setelah makan nampaknya energi nya sudah mulai kembali.


"Maaf atas kelancangan kami, tuan." Elios dan Kelvin meminta maaf karena mereka makan bersama majikannya.


"Kalian tidak usah mengatakan hal itu, anggaplah Kita keluarga, istriku menginginkan hal itu kan? tidak apa-apa, kalian tidak usah meminta maaf." jawab Erik.


sikap kejam itu terlihat sedikit memudar setelah kedatangan Caroline, sekitar 30 menit kemudian Caroline sudah keluar dari kamar mandi. Dia melihat dua pengawal suaminya itu sudah tidak ada.


"Kemana dua pria itu, sayang?" tanya Caroline.


"Aku menyuruh mereka untuk mengambil pakaian kita." jawab Erik.


"Oh.. begitu ya."


Erik menepuk ranjang tempatnya berbaring. pria itu memberi isyarat agar istrinya mendekatinya. "Aku benar-benar sangat bersyukur kamu baik-baik saja, sayang. kamu adalah duniaku, mimpiku dan segalanya bagiku." Erik mencium tangan sang istri berulang kali.


Di apartemen sederhana tentu saja Freya terus berusaha untuk mencari tahu mengenai kondisi Caroline, di setiap langkahnya wanita itu terus berdoa agar saingannya meninggal dan tidak bisa ditemukan. "Aku harap kamu meninggal. Aku harap kamu sudah menjadi mayat saat ditemukan oleh Tuan Erik." sumpah serapah Freya.

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2