
Langkah kaki semakin menjauh, Caroline yakin orang-orang itu sudah pergi dari tempatnya. perlahan-lahan Caroline keluar dari tempat persembunyian.
"Aku harus segera kabur dari tempat ini." tanpa menunggu lagi langkah kakinya berlari dengan begitu kencang.
Namun sayangnya ketika dia berlari salah satu anak buah Fabio melihatnya.
"Tuan, wanita itu ada di sana!!" seru anak buah Fabio.
"Kejar dia! dapatkan dia!!" perintah Fabio.
Melihat para pria itu kembali mengejarnya Caroline berlari semakin cepat, dia harus segera kabut dari tempat itu. kucing-kucingan selama beberapa jam membuat kedua kaki Caroline terasa capek luar biasa.
"Kejar dia, dapatkan dia!!" perintah Fabio.
Pria itu melihat Caroline yang berlari secepat kilat, entah apa yang dimakan oleh wanita itu hingga membuatnya berlari dengan sangat cepat.
"Wanita ini benar-benar sangat berbeda, dia wanita spesial yang harus aku dapatkan." ucap Fabio yang juga ikut mengejar Caroline.
"Berhenti!!" seru anak buah Fabio.
"Enak aja berhenti, kalau aku berhenti kalian akan menangkapku, kalian kira gila ya!!" teriak Caroline yang terus berlari semakin kencang.
high heel yang dia pakai tadi sudah dilepas di kamar, hal itu membuatnya berlari dengan begitu bebas. setiap lorong dia lewati.
"Tuan, kemana arah tempat nyonya?" tanya Kelvin.
"Berhenti Kelvin." jawab Erik.
"Ada apa, Tuan?" tanya kelvin yang bingung.
"Alat itu menuju kemari." jawab Erik.
Elios dan Kelvin nampak bingung dengan jawaban yang diberikan oleh bosnya, jika alat itu menuju kemari itu artinya..,
"Suruh anak buah kita untuk menyusuri tempat itu, Kelvin!!" segera Erik berlari ke tempat tujuan. Jaraknya dan sang istri sudah semakin dekat, secepat itu Erik berlari untuk mencari keberadaan istrinya.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
Suara tembakan peringatan.
"Masa bodoh, kalau ditembak ya sudah mati." Caroline yang terus melanjutkan pelariannya. ketika berada di tikungan lantai bawah tiba-tiba saja tubuhnya menabrak seseorang.
Brugg..
__ADS_1
tubuh Caroline menabrak sesuatu, alhasil tubuh yang hendak tersungkur itu langsung ditarik oleh tangan kekar yang langsung merangkulnya.
"Aduh, ketangkap aku." guman Caroline dalam hati.
Senyum Erik seketika mengembang saat melihat istrinya baik-baik saja. "Sayang." Panggil Erik.
Caroline perlahan membuka matanya, suara itu begitu familiar terdengar di telinganya.
"Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya Elios.
Suara beberapa pria itu membuat Caroline membuka matanya, dia melihat pria yang begitu dia rindukan seharian kemarin. "Sayang." jawab Caroline yang langsung memeluk sang suami.
"Nyonya." ucap serempak Elios dan Kelvin.
"Cepat kita pergi dari sini, Mereka mengejarku!" seru Caroline.
Erik langsung menarik tubuh sang istri ke belakang tubuhnya, Fabio dan anak buahnya yang mengejar Caroline seketika mereka terhenti saat melihat Erik bersama anak buahnya sudah berada di gedung itu. Mereka saling menatap satu sama lain, tatapan permusuhan itu dapat terlihat.
"Bagaimana bisa kamu ada di sini?" Fabio menatap Erik yang sudah menemukan sang istri.
"Beraninya kamu menculik istriku!!" seru Erik.
"Hahaha.., aku tidak akan pernah mengira kalau kamu punya istri yang sangat istimewa, Erik!!" seru Fabio.
Aku tidak akan memaafkan siapapun yang mencoba mengganggu istriku!" Erik yang kemudian meminta Kelvin dan anak buahnya menghabisi Fabio dan anak buahnya.
"Aku akan membunuhmu, setelah itu aku akan membawa istrimu! dia benar-benar sungguh luar biasa!"
"Dasar kurang ajar!" Erik murka. Dia langsung langsung menghadapi Fabio.
Beberapa anak buah Erik dan anak buah Fabio berkelahi, mereka saling menghajar menendang memukul dan segalanya. Caroline menata nafasnya, dia perlahan-lahan mengatur nafasnya yang tadi terengah-engah karena dikejar terus-menerus oleh anak buah Fabio.
"Nafasku ngos-ngosan gara-gara mereka, berani sekali mereka mengejarku. Mereka kira aku ini hewan buruan apa." Caroline sedikit menghela nafasnya. Dia terduduk di lantai sembari memijit kakinya yang benar-benar sakit.
Kontras banget ya, suami dan anak buahnya menghajar anak buah Fabio sedangkan Caroline sendiri malah keasikan memijit kakinya yang dari tadi berlarian.
''Aku akan membawa istrimu pergi dari sini, Erik! aku akan membawanya, dia benar-benar wanita yang sangat berbeda." ucap Fabio.
Erik tersulut emosi saat pria itu mengatakannya. "Aku akan membunuhmu terlebih dahulu." jawab Erik.
Pistol saling diarahkan ke kepala masing-masing, Erik dan Fabio menodongkan pistol itu ke lawan mereka.
"Aku akan menganggap semua permusuhan kita selesai, Erik berikan istrimu padaku setelah itu aku tidak akan mengganggumu."
"Bedebah kurang ajar, beraninya kamu mengatakan hal itu. Dia ada listrikku, Dia milikku, aku tidak peduli kita bermusuhan aku pasti akan menghabisimu." jawab Erik.
Beberapa anak buah Fabio Akhirnya sudah dikalahkan oleh anak buah Erik, Kelvin dan Elios menatap Erik yang saling menodongkan pistol ke arah mereka.
__ADS_1
"Kenapa kalian diam saja, tolong Tuan kalian." Caroline menatap sang suami yang sedang menodong Fabio.
"Tenang saja, Nyonya. Tuan akan baik-baik saja." jawab Elios.
"Baik-baik saja matamu, Lihatlah mereka menodongkan pistol di kepala suamiku, kamu bilangnya semua baik-baik saja." emosi Caroline.
"Tuan dan kami semuanya sudah terbiasa dengan situasi Ini, Nyonya. nyonya Jangan khawatir." Kelvin mencoba untuk menenangkan Caroline.
Sorot permusuhan di antara dua pria itu tidak akan bisa hilang. "Kamu sudah membuatku kehilangan begitu banyak barang-barangku." ucap radio Fabio.
"Tidak seharusnya kamu mencuci otak parah pemuda dengan barang-barang laknatmu itu."
"Kamu jangan terlalu Suci, Erik. kita berdua ini adalah mafia, mafia bawa tanah yang selalu bergelut pada dunia hitam."
"Aku berbeda denganmu, Fabio. aku bukanlah pengedar narkoba, bisnisku adalah menjual senjata legal sedangkan kau menjual senjata ilegal dan obat-obatan terlarang."
"Kita lihat siapa yang amat akan mati hari ini." ucap Fabio.
Sorot mata itu benar-benar sangat menakutkan, jari tangan mereka sudah memegang pelatuk pistol. senyum ditunjukkan oleh Fabio, tatapan matanya tidak lagi menatap Erik. Tatapan mata itu melirik ke arah Caroline sembari mengarahkan pistol itu kepadanya.
Erik yang melihat hal itu dia langsung memasang badan, dia berlari melindungi sang istri sembari mengarahkan pistol ke arah Fabio.
DOR!!
DOR!!
ZLEPP..
ZLEPP..
dua pria itu saling menembak satu sama lain peluru melesat ke dada Erik sedangkan peluru yang diarahkan oleh Erik melesat ke perut Fabio.
"Tuan!!" seru Elios dan Kelvin.
BRUKK..
tubuh dua pria itu akhirnya tersungkur di lantai dengan darah yang mulai keluar dari tubuh mereka.
"Cepat Panggil ambulance, bawa suamiku ke rumah sakit!" Caroline benar-benar syok dengan apa yang dia lihat.
Kelvin dan Elios memapah tubuh Bos mereka.
"Tenanglah Sayang, aku baik-baik saja. peluru ini tidak akan membunuhku." jawab Erik yang terlihat begitu santai.
Berbeda dengan Caroline yang terasa dunia berhenti seketika saat melihat peluru itu menembus tubuh suaminya. "Kamu jangan macam-macam, cepat bawah bos kalian ke rumah sakit! Aku tidak ingin menjadi janda muda!!" seru Caroline yang membuat Erik sedikit tersenyum sembari menahan rasa sakitnya.
**Bersambung**
__ADS_1