
Secepat kilat Caroline berusaha untuk melarikan diri dari tempat itu, dia terus berusaha agar bisa lepas dari belenggu orang-orang yang menangkapnya.
"Jangan lari!" seru beberapa anak buah Fabio yang terus mengejar Caroline.
"Enak aja gak boleh lari, namanya mau kabur itu tentu saja harus lari." dengan semua daya upaya wanita itu.. dia terus berusaha menghindari dari kejaran para anak buah Fabio.
"Berhenti!! jika tidak kami akan menembakmu!!" seru anak buah Fabio yang terus mengejar Caroline.
"Jangan menembaknya, Jika dia tertembak Tuan akan sangat marah." perbedaan pendapat akhirnya terjadi juga antara anak buah Fabio.
Ada yang meminta menembak wanita itu dan ada yang tidak memperbolehkannya, jika tidak kondisi akan berbalik menakutkan.
DOR!!
1 tembakan peringatan diberikan oleh anak buah Fabio, mereka berharap satu tembakan itu akan membuat wanita yang mereka tangkap akan menghentikan langkah kakinya.
"Jika Aku mati maka aku akan menjadi arwah gentayangan yang akan membunuh Kalian." ucap Caroline yang terus-menerus berusaha melarikan diri.
Fabio tidak ada di tempat, dia sedang keluar untuk menyelesaikan beberapa urusannya sedangkan Erik dia terus meminta anak buahnya untuk melajukan kendaraan. dia sudah tahu di mana titik keberadaan sang istri, dia tidak akan membiarkan mereka membawa pergi istrinya lebih jauh.
"Lajukan kendaraannya dengan cepat, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada istriku!!" perintah Erik.
"Baik, Tuan." jawab Elios.
Dalam hal mengemudi Elios begitu pandai, dia sangat lihai meliuk di jalanan Karena dia adalah mantan pembalap mobol liar.
"Jika kamu tidak mau berhenti aku akan menembakmu, aku mau lihat apa kamu bisa lari setelah kau aku tembak." hanya ada satu jalan keluar. mereka akan melepasnya atau mereka akan membunuhnya.
DOR!!
Caroline menghindar dari tembakan, dia memutar tubuhnya menatap para pria itu.
"Aku pasti akan membunuh kalian." ucapnya.
Caroline berlari dengan cepat, dia mengangkat pipa besi yang ada di tangannya.
mulailah perkelahian antara satu wanita melawan beberapa pria, jiwa barbar dan liarnya akhirnya muncul juga. Keinginannya untuk melindungi diri tentu saja membuatnya seperti iblis yang baru keluar dari kerak bumi.
__ADS_1
"Kalian ingin membunuhku, maka aku akan membunuh kalian terlebih dahulu!!" seru Caroline yang kemudian memutar pipa besi itu. Dia memukul tubuh para pria satu persatu, tubuh langsing Caroline membuatnya bergerak dengan begitu lincah, selincah langkah kakinya saat melarikan diri.
"Kalian ingin membunuhku, maka aku akan membunuh kalian terlebih dahulu." tangan lentik itu menghajar satu persatu anak buah Fabio. Entahlah Apa yang terjadi jika seluruh anak buah Fabio keluar, jumlah yang dihadapi oleh Caroline cuma 4 pria jadi dia masih sebanding dengan mereka.
BUGG!!
BUGG!!
BRUKK!!
TAP..
SRETT..
"Heh.. heh..," Caroline menghela nafasnya berulang kali. Sudah lama dia tidak berkelahi, semenjak menjadi istri Erik hidupnya cuma mondar-mandir ke sana kemari tidak seperti dahulu. "Ternyata lelah juga ya, Sudah lama aku tidak berolahraga seperti ini. Setiap hari cuma berolahraga di atas ranjang saja." celoteh Caroline yang kemudian mengangkat pipa besi itu dan meletakkan di pundaknya.
"Empat orang sudah terkapar, sisa berapa lagi anak buah pria itu?"
Caroline lebih memilih bersembunyi, bersembunyi di tempat yang tidak diketahui oleh orang-orang itu. "Aku harus mencari tempat yang aman, Oh suamiku.. Kenapa kamu tidak datang-datang, Kamu ini sudah melupakanku atau apa sih." gerutu Caroline tidak karuan. sosok kehadiran Erik begitu dia rindukan. "Jika pria itu tidak segera datang bisa-bisa Aku sudah menjadi barbeque di sini." ucapnya.
Perlahan-lahan Caroline menyusuri ruangan demi ruangan di tempat itu, satu lantai sudah dia turunin. Jika itu lantai 3 atau lantai 4 berarti kurang beberapa lantai lagi. Di setiap pintu Caroline mengintip, takutnya para anak buah Fabio tiba-tiba datang.
"Aduh.. ketangkap deh." ucap Caroline yang langsung menghentikan langkah kakinya. Wanita itu memutar tubuhnya, menatap seorang pria yang sudah menghentikan langkah kakinya.
"Kamu mau ke mana?!" seru si pria.
"Ya tentu saja mau kabur." jawab Caroline yang kemudian langsung memberikan tendangan di perut anak buah Fabio dengan begitu keras. Setelah menendang, dia langsung melarikan diri.
Setiap lorong dia lewati, entah jalan mana yang dia tempuh yang penting dia harus segera melarikan diri dari tempat itu. anak tangga dia turunin satu persatu, ada lift namun itu tidak berguna sama sekali.
"Kalau aku berlari seperti ini terus-menerus bisa-bisa tubuhku semakin langsing." gumannya.
Melihat salah satu temannya sudah tidak sadarkan diri, beberapa anak buah Fabio terus mencari keberadaan Caroline. "Cari wanita itu, jika tidak Tuan akan sangat murka!!" seru anak buah Fabio.
Di jalanan Erik terus memantau alat yang dipakai oleh istrinya. "Tujuan kita sebentar lagi, Elios." ucap Erik.
"Baik, Tuan." jawab Elios.
__ADS_1
Sekitar beberapa menit kemudian Fabio sudah kembali dari urusannya, dia mendapat telepon dari anak buahnya mengenai wanita yang mereka tangkap kemarin. Wanita itu sudah melarikan diri, Hal itu membuat Fabio benar-benar sangat murka.
"Bagaimana mungkin wanita itu bisa melarikan diri! dia hanyalah wanita lemah, Bagaimana kalian tidak bisa menjaganya!!" teriak Fabio dengan sangat keras.
Brakk!!
ponsel yang ada di tangannya langsung dia banting hingga terpental.
"Kita harus segera kembali tuan." ucap anak buah Fabio.
"Kembali matamu, kita itu sudah ada di markas kita!!" bentak Fabio yang kemudian berlari menyusuri tempat itu. dia harus segera mendapatkan keberadaan wanita yang dia tangkap kemarin.
Fabio menaiki tangga sedangkan Caroline turun dari tangga, dia bersembunyi di lantai 2 menunggu orang-orang itu pergi terlebih dahulu.
"Cepat kalian cari wanita itu, cari di seluruh gedung ini!" teriak Fabio.
"Baik, Tuan." jawab anak buah Fabio.
Alhasil hari ini Caroline membuat anak buah Fabio kucing-kucingan dengannya. "Kelihatannya mereka datang dengan jumlah yang banyak, kalau aku keluar itu sama saja Aku bunuh diri." ucap Caroline yang bersembunyi di suatu tempat.
Tak berapa lama akhirnya Erik sudah sampai di tempat yang dia tuju. "Apakah ini tempatnya, Tuan?" tanya Elios dan Kelvin.
"Benar, Cepat kalian turun. perintahkan anak buah kita untuk memblokade tempat ini, kalian harus segera mendapatkan keberadaan istriku!!" seru Erik.
"Baik, Tuan." jawab Kelvin.
Sekitar 20 atau 30 anak buah Erik dikerahkan untuk mencari Caroline.
"Kamu di mana sayang." ucap Erik dalam hati yang kemudian masuk ke dalam gedung markas Fabio.
"Keluarlah kucing manis, kenapa kamu harus bersembunyi, aku pasti akan menemukanmu!!" seru Fabio dengan sangat keras. pria itu memancing Caroline untuk keluar.
"Kucing manis? dia kira aku ini kucing piaraannya apa." kesel Caroline yang terus bersembunyi.
Ruangan demi ruangan ditelusuri oleh anak buah Fabio, namun sayangnya mereka tidak menemukan keberadaan Caroline di sana. "Tuan, wanita itu tidak ada di sini." ucap anak buah Fabio.
"Tidak mungkin dia sudah melarikan dari gedung ini, cepat Kalian cari di setiap lorong tempat ini!" perintah Fabio.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
**Bersambung**