ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
Season 2


__ADS_3

*Tiga tahun kemudian*


Sekarang anak-anak Caroline sudah memasuki masa sekolah, terlihat mereka sudah di antar oleh ibu mereka. Kehidupan Caroline benar-benar begitu berbeda, sangat berbeda hingga siapapun yang melihat wanita itu tentu saja mereka tidak akan pernah mengira Dia adalah wanita yang selalu membuat rusuh.


Hari ini Caroline membawa anak-anaknya ke salah satu sekolah yang katanya begitu favorit, kelahiran si kembar membuat Erik begitu bahagia. walaupun pria itu terkadang sangat posesif kepada keluarganya.


"Selamat siang, Nyonya. ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu guru yang ada di sekolah elit itu.


"Saya ingin mendaftarkan anak-anak Saya sekolah di sini." jawab Caroline.


Empat anak kembar yang berdiri berdampingan, salah satu guru yang ada di sana kelihatan tersenyum, dia menatap bocah-bocah lucu yang membuat mereka ingin mencubitnya.


"Bisakah kalian perkenalkan nama kalian?" tanya Bu guru.


Satu persatu anak Caroline mengatakan namanya.


"Namaku Daniel, dan mereka adalah saudara-saudaraku." jawab Daniel.


Begitu pula David dan Joshua, namun sangat berbeda dengan Jesselyn. sikapnya yang cuek dan tidak ingin didekati oleh siapapun itu dia langsung memalingkan wajahnya.


"Kalau yang cantik itu siapa namanya?" tanya Bu guru.


Jesselyn tidak ingin menjawab pertanyaan salah satu guru itu, dia nampak terdiam sembari menatap beberapa ornamen yang ada di sana.


"Jesselyn, Bisakah kamu menjawab pertanyaan bu guru? kenapa kamu diam saja?" Caroline terpancing amarah oleh salah satu anaknya.


"Memangnya kenapa Mama? Kenapa kok tidak boleh diam saja? lagi pula aku tidak suka sekolah ini, apa tidak ada sekolah lain?" tanya Jesselyn.


"Memangnya kamu mau sekolah di mana, Sayang? apakah kamu mau Mama sekolah kan di salah satu sekolah favorit yang mungkin akan kamu sukai?' tatapan mata yang biasa ditunjukkan oleh Caroline membuat anak-anaknya langsung terdiam. begitu pula dengan Jesselyn, dia tidak mungkin menantang mamanya.


Setelah itu salah satu guru membawa Caroline ke kelas anak-anaknya, si kembar dipisah menjadi dua kelompok. anak-anak itu mau tidak mau harus belajar mandiri, tak ada yang bisa dilakukan oleh Caroline karena memang dia harus membuat anak-anaknya menerima apa yang harus mereka terima.

__ADS_1


Hari pertama sekolah si kembar menjadi pusat perhatian oleh teman-temannya, sikap cuek yang ditunjukkan oleh Jesselyn membuat gadis itu menjadi pusat perhatian. wajahnya yang cantik bak boneka itu selalu menarik perhatian teman-temannya. namun berbeda dengan Joshua, dia adalah tipe anak yang sangat pendiam. tak ada yang dilakukan oleh bocah itu, namun Daniel dan David sangat berbeda juga. Mereka begitu aktif, mereka berdua memang cepat akrab dengan teman-teman mereka.


"Aku benar-benar tidak mengira kalau mereka benar-benar sangat baik." ucap beberapa teman kelas David dan Daniel.


Joshua dan Jesselyn menjadi satu kelas David dan Daniel satu kelas.


Hari demi hari terlihat sekali kalau si kembar menjalankan rutinitas sekolah mereka, terkadang pula mereka selalu membuat onar, membuat kegaduhan juga membuat suasana di sekolah begitu ramai.


"Ada beberapa teman sekelas David yang tidak suka dengan kedatangan mereka, bocah SD itu selalu membuat kerusuhan terkadang pula mereka selalu membuat Jesselyn ataupun Joshua menjadi bahan permainan jahat mereka.


"Ada apa, Sayang? kenapa raut wajah kalian seperti itu? Apakah ada sesuatu yang mengganggu kalian?" tanya Caroline saat berada di rumah.


"Iya, Apakah ada sesuatu? Kenapa kelihatannya kalian seperti itu? kalian seperti mumi yang baru keluar dari peti mati." canda Erik.


"Anak-anak yang ada di sekolah kami selalu mengganggu kami, Papa. Papa tahu, mereka selalu berbuat jahil kepada kami." jawab Jesselyn.


"Lalu, apa yang kalian lakukan?" tanya Erik.


"Biarkan saja, itu tangan mereka kan kalau mereka capek pasti mereka akan diam." jawab Jesselyn.


"Benarkah, Mama. apa boleh kami melakukan hal itu?" tanya Jesselyn.


"Tentu saja kalian boleh melakukan hal itu, jika mereka berbuat jahat pada kalian langsung saja beri mereka pelajaran. Jika mereka tidak melakukan kejahatan kita tidak boleh melakukan kejahatan pada mereka." jawab Caroline.


Erik selalu terhibur oleh kata-kata istrinya, walaupun sifatnya terkadang seperti anak-anak namun setelah kelahiran si kembar sifat Caroline sudah banyak berubah.


"Mama, kalau aku menghajar mereka boleh tidak?" tanya Daniel.


"Kamu mau jadi preman atau kamu mau sekolah? kalau kamu mau menjadi preman nggak usah sekolah. Nanti papa akan kirim kamu pelatihan tinju atau kamu Papa kirim ke tempat lain." jawab Erik yang membuat Caroline langsung melotot kepada suaminya.


"Memangnya kamu berani melakukan hal itu, sayang? kamu mau mengirim anak-anakmu ke mana?" tanya Caroline yang malah membuat Erik langsung terdiam.

__ADS_1


"Tidak, sayang. Aku tidak mungkin melakukannya, aku hanya memberi mereka penjelasan agar tidak melakukan sesuatu yang salah." Erik langsung memutar haluan.


Kalau dibiarkan saja istrinya akan sangat murka Bahkan dia akan kehilangan senyumnya untuk satu hari penuh.


"Ya sudah kalian mandilah setelah itu kalian ke ruang makan, Mama akan membuatkan sesuatu untuk kalian." ucap Caroline.


"Benarkah? Mama akan masak apa?" tanya Joshua yang langsung membuka suara padahal tadi dia membisu tanpa mengucap sepatah kata pun.


Sudah beberapa kali anak-anak Caroline dan Erik selalu berpindah-pindah tempat, mereka selalu mendapat masalah karena David dan Daniel yang sering sekali menghajar teman-temannya karena mereka selalu mengganggu jesslyn.


"Kenapa kalian harus mengatakan itu? kalian mau Kita selalu berpindah-pindah sekolah? aku ini capek, kalian kira kakiku tidak mau putus? kita itu sudah pindah dua kali gara-gara mulut bawelmu itu. Aku tidak mau pindah sekolah lagi gara-gara mulut mulut bawel kalian." kesal Jesselyn.


"Kamu ini kenapa sih, bisanya marah-marah terus, tidak bisa ya tidak marah-marah begitu?" tanya Daniel.


Sudah-sudah kalian diam jangan membuat rusuh." David sok-sokan seperti saudara yang menengahi pertengkaran. padahal dia juga adalah api yang terkadang bisa menyulut dan membakar.


"Dasar, mulut bawelmu itu selalu menyebalkan. Kamu bisanya menyulut api, Apa kamu mau mulutmu itu aku bakar sekalian." kesal Jesselyn.


"Aku lagi yang kena kan? lebih baik aku diam saja daripada aku dimarahin terus seperti ini." David langsung menutup mulutnya sembari bersiul bersenandung ria.


"Kalian ini benar-benar sangat menyebalkan." setelah mengatakan itu Jesselyn meninggalkan tiga saudaranya. selalu saja satu anak gadis itu membuat 3 anak laki-laki hanya bisa menurutinya.


*Note*


isteri bar-bar bos mafia 2 lanjut di sini. maaf tidak bisa kontrak karena lanjutannya di minta terusin di sini.🙏🙏


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia

__ADS_1


*Air mata dan pembalasan


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2