ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
PESTA DANSA


__ADS_3

Caroline masuk ke dalam pesta, Erik berpamitan untuk meninggalkan sang istri karena di sana ada Vivi dan Stella.


Elios dan Kelvin juga menemani Erik, 2 pria itu datang bersama pasangan mereka. Kelvin menggandeng tangan Vivi sedangkan Elios berpasangan dengan Stella.


"Pesta ini benar-benar sangat meriah, Nyonya." ucap Stella.


"Tentu saja sangat meriah, yang aku dengar sih dia itu pengusaha dunia hiburan." jawab Caroline.


"Dunia hiburan itu adalah tempat yang sangat menakutkan, nyonya." ujar Vivi.


"Semua pekerjaan itu memiliki risiko masing-masing, Seperti apa dan bagaimana itu itu tergantung Seperti apa kita menggeluti dunia itu." jawab Caroline.


Beberapa tamu pria menatap Caroline yang berbicara dengan dua karyawannya, mereka tidak berani mendekati wanita itu karena Caroline adalah istri dari orang yang sangat berbahaya.


"Ternyata musuh bebuyutan mu itu datang kemari, Freya." beberapa teman Freya nampak mencibir Freya yang tidak bisa mendekati Erik.


Erik


"Tenang saja, aku pasti akan menyingkirkan wanita itu." jawabnya.


"Kamu gila ya, Kamu mau menyingkirkan istri dari atasanmu, kamu tidak takut jika tiba-tiba pria itu membunuhmu?"


"Kenapa harus takut, akan kubuat pria itu melupakan istrinya, akan kubuat dia hanya melihatku." jawab bangga Freya.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya teman-teman saya.


"Tentu saja aku akan melakukan sesuatu, aku akan membuat pria itu tidak bisa menolakku." jawab Freya.


Betapa busuknya hati Freya, semua rencananya hanya untuk menyakiti wanita lain. Dia berwajah cantik namun hatinya begitu gelap. Melihat Erik bersama dengan para pengusaha pria, Freya langsung bergegas menemui pria itu, gaun berwarna merah menyala itu berjalan mendekati Erik bersama para pengusaha yang lain.


"Selamat malam, Tuan Erik." sapa Freya yang sudah berada di dekat Erik.


Erik menoleh menatap Freya, tidak terlihat sedikitpun tatapan mata kagum atau memuja dari pria itu.


"Wow.. Nona Freya benar-benar sangat cantik." ucap salah satu pengusaha yang memuji Freya. Tentu saja Freya langsung tersenyum, tersenyum begitu bangga karena dipuji oleh salah satu pengusaha.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Erik yang bahkan hanya sekali menoleh kemudian tidak menghiraukan wanita itu.


"Tuan Erik, Bolehkah saya berdansa dengan Tuan?" tanya Freya dengan penuh harap.


"Maaf Freya, aku sudah punya pasangan. Kamu tahu kan?" jawab Erik yang tidak menghiraukan.


"Tapi, Tuan. ini adalah pesta yang diadakan oleh Tuan Gionino, Apakah Tuan tidak mau menghormatinya sedikit." Freya sedikit memancing.


"Siapa yang akan berani memaksaku? siapa yang akan berani mengaturku? jangan pernah kamu berusaha untuk mengatakan hal itu lagi padaku." Erik yang kemudian meninggalkan tempat itu.


"Tuan." Freya mengejar Erik.


Caroline yang melihat sang suami dikejar oleh cacing Alaska. Tentu saja dia langsung berjalan dengan begitu anggun, begitu gemulai mendekati sang suami.


"Aku yakin Nyonya Caroline akan memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada wanita itu." ucap Vivi.


"Benarkah Kak Vivi?" tanya Stella.


"Tentu saja kamu akan lihat apa yang akan dilakukan seorang istri yang marah." Vivi dan Stella menatap Caroline. Mereka berdua ingin melihat Apa yang terjadi.


"Apa kamu mau berdansa, sayang?" tanya Caroline dengan kata-kata yang begitu menggairahkan.


"Tentu." jawab Erik yang kemudian merangkul pinggang sang istri.


Melihat pemandangan itu seketika langkah kaki Freya langsung terhenti, para pengusaha yang melihat Freya terus mengejar Erik. Mereka tentu saja akan mencibir wanita itu, wanita tidak tahu diri yang terus mengejar bosnya tanpa rasa lelah sama sekali.


Alunan lagu dimainkan, Erik berdansa dengan sang istri bersama dengan beberapa pengusaha yang lain. Gerakan Caroline yang begitu energik membuatnya terlihat begitu luar biasa. Bodynya yang seksi dengan wajah yang begitu cantik dan bibir merah merona.


"Kelihatannya kamu marah Sayang?" tanya Erik sembari berdansa bersama sang istri.


Caroline hanya tersenyum menatap suaminya, dia memainkan bibirnya sembari sedikit menyipitkan matanya. "Wanita pelakor itu harus disingkirkan, sayang. Aku tidak suka jika suamiku terus diganggu." jawab Caroline.


Freya mencari pasangan dansa, karena di pertengahan dansa biasanya setiap pasangan akan bertukar pasangan lain. Jadi Dia memutuskan untuk meminta salah satu


tamu di sana untuk membantunya, wanita ini benar-benar tidak tahu malu sama sekali.

__ADS_1


"Dia ingin bermain-main denganku, apa?"


"Terserah kamu mau melakukan apa, sayang. semuanya bebas untukmu." Erik kemudian mengajak sang istri berdansa dengan begitu luar biasa.


Ketika para pasangan dansa bertukar pasangan tibalah waktunya Freya memutar tubuhnya untuk meraih tangan Erik. Namun sayangnya ketika dia hendak berpindah ke tempat Erik, malahan Caroline langsung menyenggol tubuh Freya hingga wanita itu terjatuh ke lantai.


BUGG.


Para pasangan dansa terus berdansa, mereka memutar tubuhnya dengan begitu indah. Freya melihat Caroline dengan tatapan mata yang begitu kesal, sedikit lagi dia tadi sudah berdansa dengan Erik, malah Caroline langsung menyenggol tubuhnya hingga dia tersungkur di lantai dansa.


"Lihatlah wanita itu berusaha untuk mendekati Tuan Erik, sayangnya istrinya langsung menyenggol tubuhnya." ucap beberapa tamu wanita.


Apa yang dilakukan oleh Freya menjadi perbincangan para tamu, apa yang terjadi dengannya juga menjadi cibiran dan bahan tertawaan bagi para tamu di pesta.


"Kamu lihat sendiri kan apa yang dilakukan oleh Nyonya Caroline, wanita itu pantas mendapatkan balasan seperti itu, dulu saat di Belanda nona Adeline juga melakukan hal itu. Nyonya Caroline memberikan balasan telak, sekarang di sini juga ada wanita seperti dia, kelihatannya wanita perusak rumah tangga itu ada di mana-mana." dari tadi Vivi terus memperhatikan Apa yang dilakukan oleh Caroline.


"Kak Vivi benar, Nyonya benar-benar sangat luar biasa, lihat saja dia menyingkirkan wanita itu dengan sangat baik, kelihatannya wanita itu tidak akan bisa mendekati tuan." jawab Stella.


Erik dan Caroline selesai berdansa, Freya berusaha mendekati Erik dan meminta pria itu untuk berdansa dengannya.


"Aku tidak tahu Seperti apa dirimu, Freya. Tapi yang aku bisa lihat itu Kamu benar-benar wanita tidak tahu malu, suamiku sudah bilang tidak ingin berdansa denganmu karena dia sudah punya pasangan. Tapi wanita gatal dan tidak tahu diri sepertimu itu terus menggoda suami orang lain." ucap Caroline dengan suara yang sengaja dia tinggikan.


"Ada apa nyonya Caroline?" tanya salah satu istri pengusaha.


"Tidak apa-apa nyonya, aku hanya memperingatkan anak buahku yang sedikit lancang karena berusaha mendekati atasannya." jawab Caroline.


Seperti itu tidak membuat Freya malu, malah dia seolah menantang Caroline.


"Tuan Erik selalu bersama saya, nyonya. kami sudah biasa bersama dan kami sudah terbiasa melakukan apapun bersama." jawab Freya yang terus memancing amarah Caroline.


"Benarkah? di depan istri sah dari Erik Regan dia mengatakan hal itu, mungkin saja orang-orang yang pergi ke kasino sudah banyak yang digoda. Mungkin saja dia menggunakan tubuhnya untuk menggoda mereka, menggunakan mulutnya yang pandai berbicara itu untuk merayu mereka." kata Caroline dengan semua yang sudah dia coba tahan.


"Apa maksud Anda mengatakan hal itu?!" seru Freya.


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2