
Caroline yang berada di ruang santai di hotel, tanpa sengaja dia melihat seorang wanita yang benar-benar begitu sombong. Wajahnya memang cantik tapi tidak secantik Caroline, namun sayangnya sifatnya begitu sombong.
Siapa wanita itu?' tanya Caroline kepada salah satu pekerja hotel.
"Yang saya tahu dia adalah artis yang sedang naik daun, Nyonya." jawab Salah satu pekerja
"Sombong banget ya."
"Benar Nyonya, Dia benar-benar sangat sombong, beberapa hari ini dia menginap di sini tapi dia selalu membuat keributan."
"Kalau begitu biar aku yang turun tangan, aku tidak suka para pegawaiku diperlakukan seperti itu, dia kira kalian itu hewan piaraan apa." Caroline yang kemudian berdiri. Dia tidak terima saat melihat pekerja hotelnya diperlakukan begitu tidak manusiawi.
"Selamat pagi, Nona cantik." sapa Caroline yang mendekati Debora.
Seketika Debora menoleh menatap seseorang yang sudah mendekatinya. "Kamu siapa? Kenapa kamu kemari?" tanya Debora yang melihat seorang wanita hamil sudah mendekatinya.
"Maaf ya nona cantik, Kenapa kata-katamu sangat kasar? wajahmu cantik tapi lidahmu sangat tajam." Caroline menarik pekerjanya agar tidak terus diperlakukan seperti itu.
"Lihatlah, itu kan Nyonya Caroline. Dia sedang berbicara dengan wanita sombong itu." salah satu tamu hotel sedikit risih dengan perbuatan yang dilakukan oleh Debora.
"Memangnya kenapa? kamu tidak terima ya saat aku mengatakan hal itu, dia ini benar-benar tidak tahu diri sama sekali. Aku meminta orange juice yang sedikit asam tapi kenapa dikasih yang sangat manis." jawab penuh kekesalan dari Debora membuat Caroline sedikit tersenyum.
"Nona cantik, tentu saja pekerja hotel ini sangat tahu betul bagaimana tamunya, dia memberikanmu orange juice manis ini karena dia begitu terpukau dengan wajah cantikmu." jawab Caroline yang membuat Debora yang hendak marah itu langsung bersikap benar-benar sok cantik.
"Tentu saja aku cantik, Siapa bilang aku jelek. Kalau aku jelek aku tidak akan laku di dunia entertainment." jawabnya dengan penuh keangkuhan.
Mendapati orang seperti itu Caroline merasa mendapatkan mainan baru di pagi hari ini. "Karena itu nona cantik, wajahmu yang cantik itu biar bertambah cantik dengan adanya orange juice manis ini, dia tidak mungkin kan memberikan juice asam, pasti setelah kamu minumnya akan mengatakan apa ini? Kenapa orange juice ini tidak semanis wajahku?" pujian demi pujian diberikan oleh Caroline. hingga membuat artis yang melejit berapa tahun ini benar-benar suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita hamil yang ada di depannya.
"Benarkah? Tentu saja aku cantik. Lihatlah kulitku mulus bibirku merah bahkan tubuhku sangat seksi." Debora memuji dirinya sendiri.
Caroline melihat tubuh Debora dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Bibir merah merona apaan, Aku yakin bibirmu itu bibir sulam. Bibirmu itu tidak asli, beberapa bentuk tubuhmu aja tidak asli, aku yakin tubuhmu itu penuh dengan operasi.
Melihat bentuk tubuh Debora malah Caroline mencibir habis-habisan, dia menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya palsu itulah pikiran Caroline.
"Oh ya namamu Siapa?" tanya Debora.
"Perkenalkan, namaku Caroline." jawab Caroline.
__ADS_1
"Apakah kamu menginap di sini? tamu di sini?" tanya Debora.
Para pekerja hendak mengatakan kalau Caroline adalah istri pemilik hotel ini, namun seketika Dia memberikan tanda untuk mereka tidak mengatakannya.
"Ya bisa dibilang seperti itu sih." jawab Caroline.
"Sebenarnya aku suka sama hotel ini, aku menginap di sini karena aku melarikan diri." ucap Debora.
"Melarikan diri? Kenapa kamu melarikan diri?" tanya Caroline yang penasaran.
Dalam hitungan detik saja Debora malah curhat sama Caroline, langsung dia langsung tunduk seperti anak anjing yang sedang bersama majikannya.
Di salah satu ruangan Caroline berbincang-bincang dengan Debora, tidak seperti yang terlihat wanita itu malah berbicara dengan asyik bersama Caroline.
"Kamu masih muda sudah hamil, apakah kamu menikah muda?" tanya Debora.
Caroline menganggukkan kepalanya.
"Aku benar-benar suka dengan kehidupanku ini, seandainya aku menikah muda mungkin aku sudah bahagia sepertimu." setelah mengatakan itu malah debora tertunduk lesu.
Ada sesuatu yang terus berputar di otaknya.
"Memangnya kamu tidak bahagia?" tanya Caroline.
"Kenapa kamu tidak bahagia?" tanya Caroline kembali.
Ditanya seperti itu terus membuat Debora langsung menatap Caroline.
"Apakah kamu bisa menyembunyikan rahasia?"
"Maksudmu?" Caroline bingung.
"Ya sudah deh, besok aja kita bicarakan. Oh ya kamu benar-benar wanita yang sangat menyenangkan, berapa usiamu sekarang?" Debora yang dari tadi berbicara dengan Caroline nampak dia penasaran dengan wanita muda yang sedang hamil itu.
"Kalau sekarang usiaku sudah 20 tahun lebih sedikit, Aku menikah di usia 19 tahun." jawab Caroline.
"Wah kamu nikah muda ya, aku sudah berusia 22 tahun, berarti kita terpaut dua tahun." jawabnya tanpa ada beban sama sekali. Debora berbincang-bincang dengan wanita yang baru dia kenal.
"Kamu menginap di sini kan?" tanya Debora kembali.
__ADS_1
"Iya, Memangnya kenapa?" Caroline kembali bertanya.
"Sebenarnya aku butuh teman, aku ingin berbincang-bincang dengan seseorang." jawab Debora yang terlihat menarik salah satu tangannya kemudian tersenyum.
"Setiap pagi aku ada di restoran, agak siang seperti ini aku di sini, lalu kalau sudah masuk sore aku ada di dapur hotel, saat malam aku bersama suamiku." jawaban yang benar-benar melenceng dari pertanyaan yang diberikan oleh Debora.
"Kamu benar-benar sangat menyenangkan."
"Terima kasih." jawab Caroline yang kemudian meminta salah satu pelayan hotel untuk memberikan mereka minuman.
"Apa kamu mau kopi?" tanya Caroline karena tadi dia meminta kopi kepada pelayan.
"Sebenarnya aku tidak suka kopi, karena setelah minum kopi membuat mataku terus terbuka." jawab Debora.
"Kalau kopi yang satu ini mungkin tidak membuatmu bergadang, kopi ini berasal dari negara yang jauh." ucap Caroline.
"Benarkah? dari negara mana?" tanya penasaran dari Debora.
"Aku mengimpor kopi dari Indonesia, namanya kopi luwak. Aku setiap hari meminum kopi itu jika mataku sudah tidak bisa terbuka." jawab Caroline dengan senyum yang begitu sumringah.
Perbincangan dua orang itu nampak begitu bebas, tak berselang lama Elios datang bersama dengan bosnya.
"Kamu sudah makan Sayang?" tanya Erik kepada sang istri.
"Sudah Sayang." jawab Caroline.
Debora melihat Erik berbicara dengan begitu akrab dengan wanita yang bersamanya. "Tuan Erik mengenal wanita ini?" tanya Debora.
"Tentu saja aku mengenal wanita ini, karena dia adalah istriku." jawab Erik.
"Istri?" Debora terkejut.
"Iya, dia adalah istriku." jawab Erik kembali.
Debora benar-benar merasa dibohongi oleh Caroline, seketika dia memanyunkan bibirnya sembari menatap tajam Caroline. "Kenapa dari tadi kamu tidak bilang kalau kamu itu istri dari tuan Erik?" Debora kesal.
"Kamu tidak tanya sih, kenapa aku harus mengatakannya." jawab Caroline.
"Kalian sedang berbincang apa?" tanya Erik.
__ADS_1
"Masalah wanita." jawab ketus Debora.
**Bersambung**