
"Wah..., inikan pemilik hotel ini. wanita yang ada di sana benar-benar tidak tahu malu sama sekali." beberapa tamu hotel juga melihat video Freya yang terus mengejar Erik.
"Dia benar-benar murahan." cibir orang-orang.
Caroline tetap diam tanpa mengatakan apapun, sesaat kemudian dia berdiri meninggalkan tempatnya.
"Ayo kita lihat acara yang sangat bagus." Caroline berdiri. Dia berjalan menuju lift.
Akan ada sebuah pertunjukan yang dikatakan oleh wanita itu sebagai sesuatu yang sangat luar biasa.
Di dalam kantor Erik, Freya terus berusaha untuk menggoda Erik, dia terus-menerus menggoda pria itu dengan semua kelicikannya.
"Tuan, Lihatlah aku. Apa kekuranganku?" tanya Freya.
"Kamu tidak mempunyai kekurangan, Freya. tapi aku tidak mencintaimu." jawab Erik.
Di luar pemikiran Erik, Freya langsung membuka satu persatu kancing bajunya.
"Kamu jangan gila, Freya!" seru Erik.
"Aku sudah gila, Tuan. Aku sudah gila, Aku gila karenamu!" Freya kemudian melepas pakaiannya. Dia terus berjalan mendekati Erik.
Siaran live itu membuat para penonton benar-benar disuguhkan dengan kebenaran mengenai seorang wanita yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Dasar wanita gila, Dia benar-benar gila. Pria itu sudah menolaknya, Kenapa dia masih mengejarnya. Wanita itu benar-benar gila!" cibiran dari penonton yang melihat semua yang dilakukan oleh Freya.
"Apa yang kamu lakukan Freya?!" seru Erik yang terus mundur menghindari Freya.
"Aku akan melakukan segala cara agar kamu menjadi milikku, tuan." Freya kemudian mengacak-ngacak rambutnya. Membuka pakaiannya, merobek kemeja yang dia pakai.
"Kamu gila, Freya!" seru Erik.
"Aku gila, Tuan. Aku gila, aku gila karena aku mencintaimu."
Vivi dan Stella yang mengikuti Caroline, mereka masih terus melihat sebuah postingan di media sosial. siaran langsung itu membuat mereka tidak mungkin meninggalkan siaran live.
__ADS_1
"Wanita ini benar-benar gila, aku yakin hari ini pasti Nyonya Caroline akan membantainya habis-habisan." ucap Vivi.
"Ih.. ngeri banget, Kak Vivi." Stella yang bergidik ngeri.
Di dalam kantor Erik terlihat pria itu terus mendorong Freya, sedangkan Caroline sudah ada di luar kantor itu dengan menggunakan kunci cadangan. Caroline langsung masuk ke kantor sang suami.
"Apa yang kamu lakukan di sini wanita tidak tahu diri?!" seru Caroline yang melihat kondisi Freya yang sudah acak-acakan juga pakaian yang tidak berbentuk lagi.
Melihat Caroline sudah masuk ke tempat itu seketika Freya berakting sangat histeris. "Tolong saya Nyonya! Tolong saya!!" teriak Freya saat Caroline masuk ke dalam kantor suaminya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Caroline.
"Nyonya tolong saya, Nyonya. Tolong Saya, tuan.. tuan berusaha memperkosa saya." jawab Freya yang membuat Erik malah mengangkat kedua tangannya.
Wanita itu mengira kalau Caroline akan marah bahkan akan melakukan sesuatu, wanita itu tidak tahu kalau apa yang dia lakukan itu sudah tersebar luas di media sosial.
"Kamu benar-benar melakukan itu, Sayang?" tanya Caroline.
"Tentu saja tidak sayang, Mana mungkin aku melakukannya." jawab Erik.
Di luar kantor itu Stella dan Vivi masih menonton siaran live, tak berselang lama Erik Elios dan Kelvin serta manager juga berada di luar kantor.
"Kalian kenapa ada di sini?" tanya Kelvin.
Vivi menunjukkan siaran live itu, dia mengatakan kalau Caroline memerintahkan mereka untuk tetap diam.
"Apa yang Nyonya pikirkan?" tanya Kelvin.
"Pasti Nyonya mempunyai suatu rencana." jawab Vivi.
"Gila, Nyonya benar-benar gila. Pasti Nyonya benar-benar ingin membuat wanita itu mendekam di penjara." ucap Kelvin.
"Tentu saja dia harus dipenjara, salahkan dirinya sendiri yang mempunyai niat jahat seperti itu. Wanita seperti itu pantasnya dipenjara, penjara bawah tanah terus di racun agar cepat meninggal." jawab kesal Vivi.
Stella menganggukkan kepalanya tanda setuju kepada dengan omongan Vivi.
__ADS_1
"Waduh.. akan ada berita menghebohkan nih." ucap manager hotel.
"Tentu saja pasti akan ada pertunjukan hebat, lihat saja siaran ini, semua yang dilakukan oleh wanita itu tersiar secara live di media sosial. Tidak mungkin kan dia tidak akan terkenal, aku yakin Nyonya mempunyai suatu rencana yang benar-benar menakutkan." Elios nampak sedikit menganggukkan kepalanya.
Di dalam kantor Erik suasananya semakin menegangkan, Freya terus memprovokasi Caroline bahwa suaminya berusaha memperkosanya. Padahal Caroline sudah melihat semuanya.
"Tolong saya, Nyonya. Tolong.. tadi Tuan Erik menelpon saya, menyuruh saya ke sini. Saya pikir ada sesuatu, saya kemari dan ternyata Tuan Erik mempunyai niat jahat kepada saya." setelah mengatakan itu Freya berakting menangis.
Wanita ini aktingnya hebat juga ya, seharusnya dia ini bukan menjadi pekerja seperti ini, seharusnya dia itu pantasnya menjadi aktris.
Caroline terus menatap Freya, melihat aktingnya yang begitu menyedihkan membuat Caroline malah semakin bersemangat untuk mempermalukan dia tanpa diketahui oleh Freya sendiri.
"Nyonya, tolong saya.. tolong saya nyonya." Freya terus menangis.
"Aku tidak pernah mengira kamu akan melakukan hal ini, Sayang. aku benar-benar tidak pernah mengira apa kurangku. Apakah kamu tidak mencintaiku? Apakah kamu masih kurang puas padaku?" Caroline malah berakting begitu menyedihkan.
Erik melihat istrinya melakukan hal itu malah dia ingin tertawa karena melihat kebodohan yang dilakukan oleh Freya. Istriku.. istriku, Kamu Memang luar biasa. "Seharusnya kamu ini menjadi artis papan atas." terlihat Erik menyesuaikan diri dengan istrinya. Dia menatap sang istri sembari matanya sedikit berkaca-kaca.
"Kamu harus percaya padaku, sayang. kamu harus percaya." Erik ikut berakting menghayati peran istrinya.
Suasana hari itu benar-benar sangat menegangkan, para penonton live disuguhkan dengan akting Caroline yang berpura-pura tidak percaya. Karena begitu kesal mereka ingin sekali segera pergi ke tempat si pria.
Sedangkan Caroline yang sedang marah-marah dia malah menyebutkan tempat keberadaannya, wanita itu akan memancing amarah banyak wanita. Dia akan membuat Freya hancur karena perbuatannya sendiri.
"Aku akan melaporkan kejadian ini kepada pihak polisi, aku akan menuntut Tuan Erik." ucapnya. menggunakan kata-kata ancaman itu berharap Erik akan menghentikannya.
Namun sialnya Erik tidak mengatakan apapun, Caroline juga. Dia hanya berakting menangis.
Ketika kamu memanggil polisi akan kubuat polisi itu menangkapmu balik, ketika kamu menuduh suamiku, akan kubuat tuduhan itu berbalik padamu.
Semua rencana sudah dibuat oleh Caroline, wanita itu tidak akan bisa lepas begitu saja, wanita itu tidak akan bisa melakukan apa yang dia inginkan.
"Aku benar-benar tidak percaya denganmu, suamiku." Caroline berakting begitu memilukan. Salah satu tangannya memijit kepala yang seolah kesakitan, padahal dalam hati dia tertawa terbahak-bahak melihat kebodohan Freya.
"Aku yakin sebentar lagi Nyonya Caroline tidak akan mau bersamamu, Tuan Erik. lihat saja aku akan mendapatkanmu, kamu akan bertekuk lutut di bawah kakiku." guman Freya dalam hati. Dia berpikir kalau Caroline sudah terjebak pada permainannya, padahal dia lah yang masuk ke jebakan yang dia buat sendiri.
__ADS_1
**Bersambung**