ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
WANITA TIDAK TAHU DIRI


__ADS_3

"Nyonya." Stella langsung berlari mengejar Caroline yang membawa Freya keluar dari pesta hari ini.


Beberapa wanita juga ikut melihat Apa yang dilakukan oleh istri Erik Regan, wanita yang terlihat kalem itu ternyata kalau marah benar-benar sangat menakutkan. Siapa yang akan berani membuat masalah dengannya? Jika dia berani melakukannya maka mereka harus melawan dia.


"Aku benar-benar tidak mengira kalau istrimu sehebat Itu, Tuan Erik." puji salah satu pengusaha.


"Wanita manapun akan murka saat suaminya diganggu oleh wanita lain, Tuan. Begitu pula dengan istri saya, dia tidak akan mau rumah tangganya diganggu oleh wanita lain." jawab Erik yang kemudian berjalan mengikuti sang istri.


Di setiap lorong tempat itu Freya berusaha untuk menarik rambutnya, dia harus melepaskan jambakan tangan Caroline.


"Lepaskan aku! lepaskan aku!!" teriak Freya. Semakin wanita itu berusaha semakin Caroline menarik keras rambutnya.


"Aku sudah berusaha untuk baik dan sabar, Freya. namun sayangnya kamu tidak bisa mendapatkan itu semua, jika kamu berusaha untuk mengganggu Rumah tanggaku maka inilah hasilnya." tatapan mata yang begitu menakutkan itu membuat orang-orang yang hendak menolong Freya langsung mengurungkan niatnya.


"Dasar wanita brengsek, lepaskan aku!!" seru Freya yang membuat Caroline langsung menghentikan langkah kakinya.


Dia menjambak rambut Freya dengan sangat keras hingga membuat wanita itu mendongakkan kepalanya.


PLAKK!!


PLAKK!!


Beberapa tamparan diberikan oleh Caroline kembali, dia tidak akan memaafkan wanita yang ada di cengkramannya. Dengan emosi yang sudah tidak bisa dikatakan lagi Caroline benar-benar akan melampiaskan kemarahan itu kepada Freya.


PLAKK!!


PLAKK!!


Dua pukul tamparan kembali diberikan oleh Caroline, Freya berusaha untuk menghindar atau melawan namun dia tidak bisa, dari segi kekuatan Caroline menang banyak. Sedangkan Freya, Dia hanya bisa menjual omongan juga berusaha untuk membuat Erik percaya padanya.


"Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu, Aku akan memberikanmu hukuman, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup." jawab Caroline yang terlihat menatap penuh kebencian kepada Freya.

__ADS_1


"Aku akan melapor kepada polisi, akan kubuat kau masuk ke penjara!" seru Freya.


"Coba saja kamu melakukannya, ketika kau melakukannya akan kubuat kau mati mengenaskan. Bukan aku yang akan masuk penjara, tapi kau yang akan membusuk di sana." jawab Caroline.


Beberapa istri pengusaha yang tadi mengikuti Caroline, juga Vivi dan Stella. mereka tidak berusaha untuk menolong Freya, walaupun Wanita itu sudah sangat kesakitan tapi mereka malah tersenyum bahagia.


"Kenapa kalian diam saja, Kenapa kalian tidak menolongku?!" teriak Freya.


"Buat apa kami menolongmu, wanita murahan sepertimu itu tidak pantas ditolong." cibir salah satu wanita.


"Kalian sama sama brengseknya dengan wanita ini!" teriaknya kembali.


Kata-kata kotor itu terus keluar dari mulut Freya, Caroline mengepalkan tangannya, dia nampak tersenyum menatap Freya yang tetap bersikap begitu angkuh dan sombong.


ZDUKKK..


Satu tinju diberikan oleh Freya tepat di hidungnya, Coba kalian bayangkan apa yang terjadi? yang pasti hidung Freya langsung mengeluarkan darah.


"Teruslah mengeluarkan kata-kata kotor untuk menghina kami, akan kupastikan wajahmu itu akan berantakan. Akan ku patahkan hidungmu, akan kucolok matamu, akan kubuat bibirmu itu sobek." ancam Caroline dengan 2 bola mata yang sudah melotot.


"Seharusnya menjadi wanita itu seperti dia, kuat, pemberani dan bisa melindungi dirinya sendiri. aku suka nyonya Caroline." ucap beberapa wanita yang malah bertepuk tangan karena perkataan Caroline.


"Jika kamu berani memasukkan nyonya Caroline ke penjara, kami akan menjadi saksi. Kami akan memasukkanmu ke penjara, tentu kita akan membuatnya masuk penjara."


"Kita akan membuatnya membusuk, biar dia tidak bisa keluar untuk mengganggu suami-suami kita." para istri pengusaha semakin geram dengan Freya. Tingkahnya benar-benar begitu menjijikkan.


"Statusmu itu hanyalah seorang pekerja, buruh yang kami gaji, tapi kamu benar-benar ingin meloncat tinggi? Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya, aku akan membuatmu kehilangan segalanya." ucapnya. tidak ada maaf bagi Freya. Caroline menatap wanita itu dengan kebencian yang teramat besar.


"Aku tidak pernah mengira kalau nyonya sangat menakutkan." Stella bergidik ngeri saat melihat apa yang dilakukan oleh majikan wanitanya.


"Kamu tidak tahu saja, istri bos kita itu adalah wanita barbar, dia itu sukanya berkelahi, bertarung, sukanya ke balap motor juga berjudi." jawab Vivi sembari tersenyum.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya orang lain jika mengetahui hobi dari istri dari Erik Regan itu, namun mereka tidak mau tahu yang penting bagi mereka Caroline benar-benar sangat hebat.


Hidung yang mengeluarkan darah itu membuat merasakan kesakitan yang teramat, Dia memegang hidungnya yang sudah bercucuran darah.


"Aku akan membalasmu." ucap Freya kembali. Tetap saja mulutnya itu tidak bisa diam, mungkin mulutnya itu kebanyakan makan angsa liar hingga terus nyosor tanpa bisa berhenti sama sekali.


Beberapa penjaga keamanan hotel di telepon oleh Erik manager hotel pun ada di sana. Dia menatap kondisi Freya yang benar-benar sangat mengenaskan, dua tangan Caroline mencengkram rambut juga leher wanita itu.


"Ya Tuhan, apa yang sudah dilakukan oleh nyonya? wanita ini benar-benar sangat menakutkan." ucap lirih manajer saat melihat amarah yang ada di mata majikan wanitanya.


"Buang wanita ini keluar dari hotel, jika sampai kalian memasukkannya ke sini lagi.. aku akan memecat kalian semua!!" teriak Caroline dengan sangat keras.


Seketika para penjaga keamanan hotel juga manager hotel membawa Freya keluar dari tempat itu.


"Lepaskan aku! lepaskan aku!!" teriak Freya ketika dia diseret oleh para penjaga keamanan hotel.


"Diam, dasar mulut tidak ada gunanya!!" bentak manajer hotel.


"Aku pasti akan membalas dendam kepada kalian, aku pasti akan membalas dendam!!" teriak Freya berulang kali.


"Sudah begini masih mau balas dendam, kamu mau mati mengenaskan dasar wanita tidak tahu diri. pantas saja nyonya sangat muak melihatmu." setelah membawa Freya keluar dari hotel manajer meminta anak buahnya untuk menjaga keamanan.


Setelah kejadian hari itu nama Caroline benar-benar disanjung oleh para istri pengusaha. Bahkan mereka sering bertemu dengan Caroline di hotel, mereka meminta Caroline untuk bergabung dengan mereka. para istri pengusaha itu juga ingin menjadi wanita kuat seperti Caroline. Mereka tidak ingin para suaminya diganggu oleh para wanita-wanita sejenis Freya.


"Nyonya ini ngapain ke sini lagi?" tanya Caroline yang berada di meja resepsionis bersama dengan manajer juga Stella dan Vivi.


"Kami ingin berbicara dengan Nyonya Caroline." jawab beberapa istri pengusaha.


"Memangnya nyonya tidak mau berbelanja?" tanya Caroline kembali.


"Tidak, kami ingin berguru padamu, Kami ingin menjadi wanita hebat sepertimu." jawab mereka sembari tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Manager hotel hanya tersenyum melihat bagaimana para istri miliarder itu, apalagi restoran hotel itu sekarang menjadi lebih ramai, mereka selalu mencari informasi mengenai istri pemilik hotel yang melawan pelakor tidak tahu diri.


**Bersambung**


__ADS_2