ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
MENCARI CAROLINE


__ADS_3

"Hahaha..., Aku tidak pernah mengira kalau istri dari Erik benar-benar sangat cantik, aku kira dia hanya menganggap kamu sebagai pelampiasan saja. Aku tidak pernah mengira kalau dia benar-benar akan tunduk padamu."


"Aku tidak mengenalmu, aku tidak punya permusuhan denganmu. Lalu Kenapa kamu melakukan hal ini padaku?" tanya Caroline.


Sorot mata yang di tunjukkan oleh Fabio membuat Caroline yakin kalau dia adalah musuh yang telah membuat beberapa usaha suaminya berantakan.


"Memang aku tidak punya permusuhan denganmu tapi dengan suamimu, Aku mempunyai permusuhan." jawab Fabio.


Wajah cantik dan muda itu membuat Fabio sedikit tertarik, kulit mulus dengan bibir merah merona. mata bulat sempurna yang begitu menggoda.


"Heh...," helaan nafas Caroline. "Bisa disimpulkan kalau kamu adalah musuh suamiku kan?" Caroline malah mempertanyakan hal itu. Bukannya takut diculik malah dia begitu penasaran dengan sosok orang yang sudah membuat suaminya langsung terbang ke Rusia.


"Wajahmu cantik, otakmu juga cerdas. Aku suka itu." ucap Fabio.


"Heh.., pria sepertimu itu otaknya sangat dangkal sekali ya, kamu menjadikan seorang wanita sebagai tameng untuk mengejar apa yang kamu inginkan. Seharusnya sebagai pria yang jantan kalau bermusuhan dengan pria, Kenapa tidak mencari pria itu. Lalu, Kenapa harus menjadikan wanita sebagai tameng? kalian itu para pria nyalinya ciut banget ya." bibir merah itu mulai memprovokasi Fabio.


Senyum ditunjukkan oleh Fabio, kata-kata yang meluncur dari mulut Caroline membuatnya tidak akan menyangka kalau ada wanita seunik itu.


"Bagaimana kalau aku merubah rencana?"


"Apa maksudmu?"


"Bagaimana kalau aku merubah rencana dengan membawamu kabur? aku akan membawamu ke sebuah tempat yang tidak akan pernah ditemukan oleh pria itu." jawab Fabio dengan mata yang sedikit menyipit.


"Walaupun kamu tampan dan kaya, tapi aku tidak tertarik. Memang wajahmu sedikit tampan tapi otakmu itu sangat dangkal." cerca Caroline.


"Mulutmu benar-benar sangat tajam, Bagaimana jika aku merobek mulutmu?" tanya Fabio yang mendekati Caroline.


"Kamu beraninya cuma sama wanita kan? Coba kamu melawan sesama pria, Apakah kamu mampu? kamu menjadikan aku alat untuk menekan suamiku kan?" senyum sinis itu membuat Caroline semakin terlihat menawan.

__ADS_1


"Tuan, kelihatannya wanita ini benar-benar tidak takut sama sekali." ucap anak buah Fabio.


"Kamu benar sekali, wanita ini benar-benar tidak takut sama sekali. Bahkan dia terus memprovokasi ku." jawab Fabio.


Caroline mulai berpikir untuk mencari jalan keluar, dia harus segera pergi dari tempat itu. dia tidak ingin berada di tempat musuh bebuyutan suaminya, dia takut jika pria itu tiba-tiba membunuhnya. Caroline juga tidak akan ikhlas tiba-tiba Dia kehilangan nyawa secara mengenaskan, itu artinya para wanita yang ada di luar sana akan memperebutkan suaminya.


"Aku tidak akan mau mati konyol gara-gara pria ini, aku harus mencari cara untuk kabur dari sini. Jika tidak aku pasti akan kehilangan pria itu."


"Tinggalkan wanita ini sendirian, aku mau lihat apakah dia masih setegar yang aku lihat sekarang." Fabio kemudian pergi. perasaan yang begitu luar biasa, wanita itu sudah memberikan dia tendangan yang sangat keras.


"Kenapa Anda tersenyum seperti itu, Tuan?" tanya anak buah Fabio.


"Baru pertama kali ini aku dihajar oleh seorang wanita, Dia menendangku dengan sangat keras." jawab Fabio.


"Apakah Tuan tidak ingin membalasnya?" tanya anak buah Fabio.


"Jangan ada yang berani menyentuhnya!" tegas Fabio.


"Cari tempat untuk bersembunyi, aku akan membawa wanita itu." perintah Fabio.


"Untuk apa, Tuan? Bukankah tuan ingin mengancam Tuan Erik?" tanya anak buah Fabio.


"Jangan banyak pertanyaan, lakukan sesuai perintahku." jawab Fabio yang kemudian pergi di ruang kosong itu.


Caroline nampak menghela nafasnya berulang kali. "Kamu harus menemukanku sayang, kamu harus menemukan aku." ucap Caroline berulang kali.


"Walau terlihat tegar dalam hati Caroline benar-benar ketakutan, orang-orang yang menangkapnya adalah orang-orang jahat yang mempunyai dendam kepada suaminya.


"Lebih baik aku memikirkan cara kabur dari tempat ini, jika aku tidak bisa kabur bisa-bisa aku akan mati mengenaskan."

__ADS_1


Di markas Erik seluruh anak buah sudah dikumpulkan, pria itu dengan sangat murka memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan sang istri. Tidak peduli dengan cara apa mereka harus menemukan keberadaan Caroline.


"Tenanglah Erik, Kamu tidak usah semarah itu. kamu harus ingat semua sudah kita kendalikan kan, kamu harus tenang untuk mendapatkan hasil yang terbaik." McQueen berusaha menenangkan Erik.


"Bagaimana aku bisa tenang, Paman. mereka menculik istriku." jawab keras Erik.


"Kalau kamu murka seperti ini, tentu saja otakmu itu tidak akan bisa berjalan, kamu memerintahkan anak buahmu tanpa berpikir panjang." McQueen terus memarahi Erik. Pria itu meminta Erik untuk tenang, jika tidak mereka juga tidak akan mendapatkan keberadaan Caroline.


"Tidak, lalu apa Paman sudah mendapatkan keberadaan istriku?" tanya Erik. Dengan penuh harap pria itu menatap McQueen.


"Paman belum mendapatkan keberadaan istrimu, kamu tenang saja Paman akan mengupayakan untuk mendapatkan keberadaannya.


"Aku yakin menyembunyikan istriku di suatu tempat, dia ingin menjadikan istriku sebagai alat untuk mengancamku." terlihat Erik benar-benar begitu frustasi.


McQueen baru melihat Erik begitu frustasi. "Aku baru melihatmu seperti ini, Erik. Aku baru tahu kalau kamu bisa seperti orang gila saat kehilangan istrimu." McQueen kemudian meninggalkan Erik sendirian. dia memerintahkan anak buahnya untuk menyusuri beberapa tempat yang ada di sekitar kota itu.


"Bagaimana kondisi tuan Erik, tuan?" tanya Kelvin.


"Aku baru melihat bosmu seperti ini, dia benar-benar sangat frustasi, dia benar-benar seperti orang gila." jawab McQueen.


"Tuan Erik sangat mencintai istrinya, tuan. kami berdua juga baru melihat Tuan Erik seperti ini." sahut Elios.


"Kita harus segera mencari keberadaan Caroline, jika tidak Bos kalian itu akan menggila."


Di dalam ruangan sedikit gelap Erik terus memikirkan mengenai keberadaan Caroline. Di mana keberadaan sang istrinya, pikirannya begitu tidak berdaya, di mana sebenarnya istrinya. "Apa yang terjadi denganmu, sayang?apa yang mereka lakukan padamu?" ucap Erik.


Freya yang berada di kasino, Dia mendapat kabar Kalau Caroline menghilang dari salah satu penjaga keamanan Kasino. tentu saja Wanita itu sangat bahagia bahkan senyumnya begitu lebar ketika dia mendengar kabar Kalau saingannya sekarang diculik oleh seseorang.


"Aku berharap dia tidak pernah kembali, kalau bisa para penjahat itu membunuhnya, membuang mayatnya ke tempat yang jauh." sumpah serapah terus diucapkan oleh Freya. dia begitu berharap Caroline menghilang dari dunia ini, dengan begitu dia bisa bersama dengan Erik.

__ADS_1


ilusi mengenai kematian Caroline membuat Freya tersenyum begitu bahagia, bibirnya melengkung begitu dalam, raut wajahnya terlihat begitu bahagia. Entah apa yang dia pikirkan itu akan terjadi atau tidak, Freya terus berharap para penjahat itu membunuh Caroline.


**Bersambung**


__ADS_2