ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
KE PESTA


__ADS_3

Tatapan mata yang begitu nakal ditunjukkan oleh Diablo, terlihat sekali kalau dis adalah pria pecinta wanita sejati. Melihat wanita cantik yang bersama Erik membuat dua matanya terus menatap tanpa berkedip hingga mereka naik masuk ke dalam lift.


"Wanita ini benar-benar sangat cantik, Dia berbeda sekali dengan para wanita yang aku kenal."


Di salah satu kamar Erik mengajak sang istri, pria itu memperlihatkan kamar khusus miliknya, di hotel itu juga ada kamar untuk Elios dan Kelvin. Tidak mungkin kan kedua pria itu dijadikan satu kamar.


"Wow.. kamarmu benar-benar sangat bagus, sayang." puji Caroline.


"Apa kamu suka sama warnanya?" tanya Erik.


Caroline menganggukkan kepalanya, jika kamu suka aku senang, jika kamu tidak suka aku akan merubah warnanya." pelukan hangat diberikan oleh Erik.


"Tidak, aku suka sama warnanya yang ini, warnanya benar-benar lembut membuat hati tenang." jawab Caroline yang kemudian memutar tubuhnya berbalik memeluk sang suami.


Masih beberapa menit lamanya mereka berbincang-bincang namun terdengar suara pintu kamar mereka sudah diketok.


Tok.. Tok.


"Siapa yang mengetuk pintu kamarku?" Erik yang kemudian melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Pintu kamar itu dibuka, ternyata yang mengetuk pintu itu adalah manajer hotel.


"Ada apa manajer?" tanya Erik.


"Tuan tuan Diablo memberi undangan untuk anda, Apakah anda bersedia datang, Tuan?" tanya manajer hotel.


Erik menatap sang istri.


Caroline menganggukkan kepalanya.


"Baiklah nanti aku akan datang." Erik yang kemudian mengambil undangan yang diberikan oleh manajer.


"Tumben sekali kamu mau datang ke pesta?" tanya Erik penasaran.


"Ya tidak apa-apa sih, memangnya tidak boleh ya?" tanya balik Caroline.


Kecupan diberikan Erik di kening sang istri. "Tentu saja boleh." jawabnya.


Beberapa jam kemudian pakaian yang dipesan oleh Erik sudah sampai di kamar hotelnya. pakaian yang begitu pas di badannya dan badan Caroline.


"Kamu benar-benar sangat cantik." Erik terus memuji sang istri. Pria itu berulang kali mencium bibir Caroline.

__ADS_1


"Kalau kamu terus mencium bibirku lalu kapan kita akan berangkat? bisa-bisa lipstikku ini pudar semuanya." jawab Caroline sembari mencubit perut sang suami


Tangan kekar itu menggandeng tangan Caroline, mereka akan pergi ke pesta yang diadakan oleh Diablo.


"Oh ya, sayang. pria yang tadi bertemu denganmu Itu pria Seperti apa? kelihatannya pria itu bukan pria baik-baik ya?"


"Namanya Diablo, memangnya kenapa?"


"Ya tidak sih, dari sorot matanya aku bisa melihat Kalau pria itu pecinta Wanita." jawab Caroline yang membuat Erik langsung menghentikan langkah kakinya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba mendekatimu, kamu hanya bisa menjadi milikku. siapapun yang berusaha untuk mendekatimu akan kubuat Dia segera ke akhirat." jawab Erik yang menggenggam erat tangan Caroline.


Acara pesta yang diadakan begitu meriah di hotel milik Erik, nampaknya pesta itu diadakan untuk suatu acara, mungkin acara bisnis atau acara lain yang penting. Caroline tidak mau tahu, sosok wanita cantik yang datang bersama dengan pria pemilik hotel itu membuat beberapa wanita yang ada di sana sedikit terkejut.


Beberapa wanita yang ada di sana menatap heran saat Erik membawa seorang wanita, beberapa wanita sangat tahu betul pria kaya raya yang mempunyai banyak harta itu enggan dekat dengan wanita.


"Siapa yang datang bersama dengan Tuan Erik?" tanya beberapa wanita kepada wanita yang lain.


"Entahlah, tumben sekali tuan Erik datang bersama dengan wanita, dia kan selalu datang sendiri. Dia tidak pernah mau berdekatan dengan wanita manapun." beberapa perbincangan dari tamu wanita yang hadir di pesta Diablo terus membicarakan Erik.


"Wanita yang datang bersama tuan tuan Erik itu masih muda, Lihatlah dia begitu cantik dan seksi. pantas saja Tuan Erik mau bersamanya." yah begitulah gunjingan dari beberapa wanita yang ada di sana.


Seorang wanita menatap Caroline dengan tatapan mata yang benar-benar begitu kesal, tidak suka bahkan ingin segera menyingkirkan wanita itu.


"Halo Freya." sapa salah satu wanita.


"Halo." jawab Freya.


Melihat Erik datang bersama seorang wanita membuat wanita yang barusan datang itu menatap tidak percaya kepada Freya, karena wanita yang bisa mendekati Erik hanyalah Freya seorang.


"Freya, Kenapa tuan Erik datang bersama wanita lain? biasanya kan tuan Erik selalu datang bersamamu?" tanya si wanita.


Mendengar pertanyaan seperti itu ingin sekali Freya marah, beberapa gosip yang beredar di luaran sana memang wanita yang bisa dekat dengan Erik hanyalah Freya seorang. namun gosip itu langsung patah seketika saat Erik datang bersama seorang wanita muda cantik non seksi.


"Dia hanyalah seorang wanita penghibur yang dibawa oleh Tuan Erik." jawab Freya.


"Wanita penghibur? maksudmu dia itu pelacur?" tanya si wanita.


Freya menganggukkan kepalanya, dengan sengaja dia menyebarkan gosip-gosip tidak sedap di tempat itu. "Dengan begini aku akan menghancurkanmu perlahan-lahan biar Tuan Erik tahu kalau kamu bukanlah wanita baik-baik. Akan kubuat kamu segera tersingkir dari samping Tuan Erik. Seharusnya aku yang ada di sampingnya bukan kamu. wanita tidak tahu diri yang tiba-tiba menyingkirkan ku." ucap Freya dalam hati. beribu perkataan itu terus mengumpat Caroline, dia begitu berambisi dengan segala angan-angan di otaknya.


"Saya senang sekali Anda mau datang tuan Erik." Diablo mengulurkan tangannya kepada Erik.

__ADS_1


Erik sendiri menjabat tangan pria itu.


"Sebagai tamu hotel ini tentu saja saya harus menghormati Anda kan, tuan." jawab Erik.


Kelvin dan Elios masih tetap berjaga-jaga di sekitar sepasang suami istri itu, penampilan 2 pria kekar bertubuh tinggi itu membuat tatapan mata para wanita yang ada di sana berbinar-binar.


"Tuan Erik sangat tampan, 2 pengawalnya juga tidak kalah tampan." bisik beberapa wanita.


"Tentu saja, majikannya tampan pengawalnya tampan. kurang apa lagi? sayangnya hari ini Tuan Erik mengajak seorang wanita."


"Kata Freya dia itu wanita nakal yang dibawa Tuan Erik, Mungkin dia wanita sewaan yang hanya bertugas sebagai pelampiasan nafsu." ucap salah satu wanita.


Kelvin dan Elios yang mendengar bisikan-bisikan dari para tamu wanita membuat mereka sedikit terusik.


"Sayang aku akan menemui beberapa tamu, Apakah kamu mau ikut?" tanya Erik.


"Tidak usah sayang, aku akan ditemani Elios sama Kelvin di sini. Kamu berbicara saja dengan mereka." jawab Caroline.


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Erik kembali. Pria itu tidak yakin meninggalkan sang istri.


"Jangan khawatir, ada dua pria kekar ini yang menjagaku, memangnya siapa yang akan berani menggangguku? adapun yang mengganggu pasti para wanita yang mengganggu mereka." jawab Caroline sembari tersenyum.


Erik pun ikut membuat ikut tersenyum.


"Baiklah kalau begitu." Erik yang kemudian mengecup kening sang istri dan meninggalkannya.


"Nisa-bisanya tuan melakukan hal itu di depan kita, memangnya dia kira kita ini tembok tidak bisa melihat dan mendengar apa?" Elios sedikit mendumel.


"Kamu bicara apa Elios?" tanya Caroline.


"Tidak apa-apa Nyonya." jawab singkat padat jelas dari Elios.


"Kamu kalau bicara itu yang enak, kamu ingin beradu mulut denganku?"


"Tidak mungkin Nyonya, Saya tidak akan berani. Lagi pula saya tidak akan mungkin menang juga."


Kelvin nampak tersenyum melihat perdebatan Elios dan Caroline.


"Di sini kan banyak wanita cantik, Kalian cari pacar sana." Caroline mengusir dua pengawalnya.


"Kenapa Nyonya mengatakan hal itu? apanya nyonya tidak tahu kalau Kelvin ini lagi pacaran sama Vivi." Elios sedikit kelepasan bicara.

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2